INDUSTRY.co.id - Jakarta – Lawatan kerja Kerajaan Arab Saudi ke Indonesia baru-baru ini, menjadi momentum bagi Indonesia untuk menggeliatkan sektor pariwisata, terutama wisata bahari.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Effendi Hardijanto mengungkapkan, selama ini sektor pariwisata Indonesia hanya terfokus pada in-land tourism, dan cenderung memandang sebelah mata marine tourism. Untuk itu, dia berharap, memanfaatkan momentum ini, Indonesia bisa menjual jasa marine tourism kepada Arab Saudi. Semua itu diawali dengan menjaga kebersihan dan kehigenisan semua elemen bangsa.
“Kalau bisa pariwisata itu bikin public education untuk seluruh rakyat Indonesia, kenapa? Pariwisata itu kan dituntut pertama bersih, kedua higenis. Kalau semua elemen bangsa ini sudah bersih dan higenis otomatis pariwisata akan meningkat. Selain itu, pariwisata juga tidak akan menggerus sumber daya secara berlebihan, malah justru menjaga alam,” katanya kepada awak media belum lama ini.
Menurut Rifky, kerjasama antarinstansi pemerintah dan stakeholder yang relevan sangatlah diperlukan untuk mewujudkan kemajuan sektor-sektor yang akan dikebangkan Indonesia seperti pariwisata,. Termasuk pula di bidang lingkungan hidup untuk menjaga dan melestarikan biodiversity Indonesia.
“Kita ingin mengemas itu dengan lebih professional. Kita bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata. Bu Menteri bikin MoU, pada waktu itu saya belum jadi Sekjen, saya masih BPSDM. Waktu itu bikin Perjanjian Kerja Sama dengan deputi kelembagaan untuk menyekolahkan, membuka sekolah, agar orang-orang menjadi melek terhadap sektor pariwisata ini. Kita ingin sektor pariwisata Indonesia ini maju. Untuk menjaga itu tetap bersih kita kerjasama dengan KLH, untuk mengatur supaya sampahnya tidak dibuang sembarangan, ada undang-undang sampah,” terangnya.
Rifky juga menambahkan bahwa turis-turis Timur Tengah merupakan aset yang bagus bagi pariwisata Indonesia. Hal ini karena mereka dikenal tak ragu merogoh kocek berkali lipat lebih besar turis-turis Eropa, Amerika, dan daerah lainnya.
“Secara de facto, turis-turis dari Timur Tengah itu rata-rata mampu spending money dua kali lipat lebih besar daripada turis Eropa yang rata-rata US$1.200 per kunjungan per orang. Kalau turis dari Middle East rata-rata sekitar US$2.200 dolar per orang per kunjungan. Nah, ini kalau kita promote akan sangat baik. Nah, kalau kita lihat cuaca di Saudi, di Arab pada umumnya, di bulan Juni-Juli itu sangat ekstrim, panas, badai berdebu. Nah pada masa itu kita bisa menyediakan liburan yang nyaman,” imbuhnya.