INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 3 poin, atau 0,1%, ke posisi 5.393,44 pada sesi pertama perdagangan Senin (13/03/2017) pagi ini dibandingkan dengan penutupan di level 5.390,68 pada akhir pekan lalu.

Kenaikan IHSG pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini didukung oleh kenaikan harga 81 saham, terutama saham-saham sektor industri dasar dan sektor perdagangan. Akan tetapi, terdapat 411 saham yang harganya mengalami penurunan, sebanyak 86 saham yang harganya stagnan serta 361 saham yang belum ditransaksikan pada pagi ini.

Total nilai transaksi saham di sesi pembukaan pagi ini tercatat sebesar Rp171 miliar dengan volume transaksi sebesar Rp236 juta unit saham. Sementara itu, investor asing mengambil posisi beli bersih saham (net buying) sebesar Rp5 miliar dengan volume transaksi 3 juta unit saham.

Kendati IHSG mengalami kenaikan, namun tujuh dari sepuluh indeks sektoral di BEI menunjukkan penurunan. Penurunan terbesar dialami oleh sektor pertambangan sebesar 2,15%, atau 29,97 poin ke posisi 1.364. Kemudian disusul oleh sektor aneka industri yang tergerus 1,22%, atau 17,02 poin ke posisi 1.380.

Saham-saham LQ45 yang harganya menguat dan masuk ke dalam kategori top gainers adalah saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang harganya naik Rp100, atau 1,6%, menjadi Rp6.400 per unit, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang harganya meningkat Rp30, atau 1,4%, menjadi Rp2.170 per unit dan saham PT PP Properti Tbk (PPRO) yang harganya terangkat Rp4, atau 1,4%, menjadi Rp298 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang harganya melemah dan menjadi top losers adalah saham-saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang tergerus Rp150, atau 1,3%, menjadi Rp11.250 per unit, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang harganya susut Rp40, atau 1,3%, menjadi Rp3.110 per unit dan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang harganya turun Rp20, atau 1,3%, menjadi Rp1.580 per unit.***