INDUSTRY.co.id - Denpasar – PT Penilai Harga Efek Indonesia (Indonesia Bond Pricing Agency/IBPA) pada triwulan pertama 2017 telah menyelesaikan Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). Demikian diungkapkan Departemen Hukum dan Komunikasi IBPA.

Pedoman menjadi acuan bagi manajemen IBPA untuk menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap aspek pengelolaan kegiatan usaha yang sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta menjadi standar praktik yang berlaku umum di industri pasar modal Indonesia.

Disamping itu, penerapan Pedoman GCG bertujuan untuk mengoptimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan (stakeholders) melalui mekanisme pengambilan keputusan dan pengawasan yang lebih efektif agar pengelolaan perusahaan dapat dilakukan secara optimal dan sejalan dengan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik.

IBPA juga terus melakukan inovasi untuk memberikan layanan yang komprehensif bagi industri surat utang Indonesia. Pada akhir triwulan pertama 2017, IBPA akan meluncurkan produk baru yaitu Fair Coupon Reference (FCR).

FCR adalah produk yang ditujukan kepada berbagai pihak yang hendak menerbitkan surat utang. FCR merupakan kajian yang memberikan perhitungan dan gambaran terhadap nilai wajar kupon untuk surat utang yang hendak diterbitkan. Kajian tersebut mempertimbangkan beberapa aspek, antara lain aspek nilai imbal hasil pasar secara keseluruhan, aspek nilai imbal hasil surat utang ditinjau dari sektor industri, tenor, maupun peringkat (rating).

IBPA mengkaji dan memperhitungkan FCR dengan mengedepankan prinsip objektivitas, kredibilitas, independensi dan transparansi dengan menggunakan metode analisis yang baku dan terdokumentasi serta didukung sumber data yang dapat diandalkan.

Layanan yang akan diluncurkan pada akhir triwulan pertama 2017 ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan emiten untuk menentukan indikasi kisaran kupon wajar dari suatu seri obligasi korporasi yang akan diterbitkan oleh emiten serta untuk membantu emiten dalam menghitung risiko penerbitan obligasi.

IBPA melakukan inovasi pengembangan produk dan layanan secara terus-menerus untuk mendukung perkembangan pasar surat utang Indonesia. Disamping itu, proses internal perusahaan juga terus disempurnakan secara berkesinambungan guna memberikan output maksimal bagi perkembangan pasar surat utang Indonesia.

Dengan terus mengedepankan prinsip objektif, kredibel, independen serta transparan, IBPA berkomitmen penuh untuk mendukung upaya Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menciptakan pasar modal Indonesia yang wajar, teratur dan efisien.***