Kemenperin Akselerasi Pembangunan Kawasan Industri Takalar

Oleh : Ridwan | Sabtu, 14 September 2019 - 12:10 WIB

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Doddy Rahadi saat meninjau pengembangan Kawasan Industri Takalar
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Doddy Rahadi saat meninjau pengembangan Kawasan Industri Takalar

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi pembangunan kawasan industri di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Selain untuk memfasilitasi peningkatan nilai investasi di sektor manufaktur, kawasan tersebut juga akan dipacu dalam mendorong kebijakan hilirisasi yang dapat mendongkrak nilai tambah bahan baku setempat.

"Takalar memiliki kekayaan sumber daya alam. Oleh karena itu, anugerah tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Semoga keberadaan Kawasan Berikat Nusantara ini yang telah diminati oleh para investor asing berjalan sesuai masterplan-nya," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Sabtu (14/9).

Awal pekan, Dirjen KPAII didampingi Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito, telah meninjau langsung rencana lokasi pembangunan kawasan industri Takalar, yang berada di Desa Laikang dan Desa Punaga, Kecamatan Mangngarabombang. Pembangunan ini merupakan buah kerja sama dari investor China dan Malaysia.

"Jadi, calon investornya sudah ada, pengembangnya juga ada, serta pemerintahnya mendukung dan kepala daerahnya juga, kami optimis potensi ini bisa jadi nyata," tutur Doddy.

Maka itu, diharapkan pemerintah provinsi dan kabupaten senantiasa dapat bersinergi sehingga tujuan pembangunan kawasan industri Takalar dapat terealisasi.

"Sinergi seluruh stakeholder sangat diperlukan, sehingga kami yakin rencana pembangunan kawasan industri di Takalar akan terwujud. Kami pun ingin Kabupaten Takalar selangkah lebih maju dari daerah lain," imbuhnya.

Berdasarkan data PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), pembangunan kawasan industri logam tersebut membutuhkan lahan seluas 1.000 hektare. Untuk pembangunannya, akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Takalar sudah menyediakan lahan seluas 750 hektare.

Kawasan industri tersebut diperkirakan bakal menyerap tenaga kerja sebanyak 15.000 orang. Selain itu, di kawasan terpadu ini bakal berfokus pada industri pengolahan aluminium dan tembaga.

Kabupaten Takalar dinilai potensial untuk menjadi kawasan industri logam dengan adanya sejumlah aspek yang dipenuhi. Misalnya wilayah strategis dengan jarak tempuh dari Pelabuhan Makassar sekitar 25 kilometer.

Dukungan lainnya, Takalar memiliki wilayah geografis dengan kawasan pantai dan waterfront yang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pembangunan pelabuhan khusus. Takalar juga memiliki ketersediaan air yang melimpah.

Sementara itu Bupati Takalar H. Syamsari mengaku optimistis dengan adanya pembangunan kawasan industri di wilayahnya. Sebab, menurutnya, Kabupaten Takalar akan menjadi peluang penunjang industri ibukota baru nantinya.

"Perjalanan kami membangun ini sudah berlangsung dari tahun lalu dengan membangun kerja sama dengan PT. KBN. Kami yakin, melalui kawasan industri ini, nantinya Sulawesi Selatan termasuk Makassar, Kabupaten Takalar dan Bantaeng akan menjadi penyokong sektor industri di ibukota baru karena berhadapan langsung," paparnya.

Bahkan, kawasan tersebut dinilai bakal banyak dilirik investor China karena jalur transportasi laut yang langsung, tidak perlu lagi ke Selat Malaka.

"Kabupaten Takalar dijadikan sebagai kawasan industri itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan," tegas Syamsari.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

TSG Global Holdings Kembangkan Megaproyek di Republik Demokratik Kongo

Kamis, 23 Januari 2020 - 09:00 WIB

TSG Global Holdings Kembangkan Megaproyek di Republik Demokratik Kongo

The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya yakni PT TSG Utama Indonesia dan Titan Global Capital Pte Ltd menggandeng 10 perusahaan Indonesia untuk berkolaborasi melakukan…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Kamis, 23 Januari 2020 - 08:05 WIB

IHSG Terkonsolidasi Mengarah ke Zona Hijau

Secara teknikal IHSG melemah dibawah MA200 dengan signal negatif apabila lanjut melemah dan break out level support neckline dikisaran 6200. Meskipun demikian indikator stochastic tiba pada…

Menteri Sosial Juliari P Batubara

Kamis, 23 Januari 2020 - 08:00 WIB

Mensos Juliari Yakin Angka Kemiskinan Semakin Cepat Diturunkan

Pemerintah berhasil menurunkan angka kemiskinan menurun 0,19 persen poin menjadi 9,22 persen pada tahun 2019. Menteri Sosial Juliari P Batubara menjelaskan penurunan angka kemiskinan tersebut…

Upaya pengendalian hayati dengan memasang pias-pias berisi telur parasitoid Trichogramma sp. dipertanaman padi sejak usia tanaman muda.

Kamis, 23 Januari 2020 - 07:47 WIB

Agens Hayati, Jurus Kementan Antisipasi Dini Serangan Hama PBP

Jakarta-Hama Oenggerek Batang Padi (PBP) salah satu hama utama yang sering menyerang tanaman padi, yang dapat menyebabkan kerusakan dari tingkat ringan, sedang, berat hingga puso.

Hoshinoya Bali hadirkan program Batik Saya

Kamis, 23 Januari 2020 - 07:07 WIB

Hadirkan Program "Batik Saya", Hoshinoya Bali Ajak Pengunjung Ciptakan Batik Unik Anda Sendiri

Perusahaan manajemen terkemuka di Jepang dengan sejarah 105 tahun, Hoshino Resorts melalui salah satu merekya, Hoshinoya Bali akan mulai menawarkan aktivitas "Batik Saya" pada tanggal 1 Februari…