Kementan Serap dan Olah Kedelai Lokal Petani Garut dan Cianjur

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 14 September 2019 - 08:41 WIB

Kedelai lokal yang sudah dikemas
Kedelai lokal yang sudah dikemas

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) bercita-cita mewujudkan kembali swasembada kedelai. Produksi kedelai saat ini memang belum mencukupi kebutuhannya, namun demikian di tahun 2019 target Kementan tanam 1 juta hektar kedelai baik monokultur maupun tumpangsari padi jagung agar bisa mendongkrak produksi nasional.

Indonesia memiliki sejumlah wilayah yang menjadi sentra tanaman kedelai. Yang paling sentral di Jawa Tengah, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Grobogan. Kemudian di Sukabumi terus ke selatan terus sampai di daerah Garut.

“Misalnya Grobogan, Lamongan, Kebumen, itu setelah musim padi, air tidak cukup, bisa untuk nanam kedelai,” demikian ujar Direktur Pengolahan dan pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Gatut Sumbogodjati di Jakarta, Jumat (13/9/19).

Gatut menyebutkan untuk membantu menyerap kedelai petani, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sejak tahun 2018 mengambil hasil produksi kedelai petani Garut dan Cianjur. Rata-rata kami ambil dua minggu sekali sebanyak 200 kg, harga per kg nya sekitar Rp 8.000 sudah sampai diantar di Jakarta.

“Selanjutnya bahan baku kedelai dari petani itu kami pasok ke pengrajin tahu tempe. Namanya “Tahu Onoh”, katanya.

"Nantinya bahan baku itu diolah menjadi tempe, tahu dan susu kedelai dengan branding GREATS. GREATS itu sebenarnya singkatan dari Gurih, Renyah, Enak, Aman, Tanpa GMO, dan Sehat," pinta Gatut.

Lebih lanjut disebutkan Gatut, untuk pemasarannya sementara ini masih di lingkup Kementan, selain itu juga ada gerai outlet Greats di Kementan. Ke depannya Kementan ingin memperluas jangkauan pemasaran agar bisa membantu petani kedelai.

"Kami ingin mengenalkan bahwa kedelai lokal kita lebih unggul dan patut untuk terus dikembangkan," ucapnya.

Perlu diketahui Kedelai produk dalam negeri memiliki kualitas lebih baik ketimbang kedelai impor. Gatut menjelaskan secara aspek budidaya tentu lebih baik, memiliki karakteristik fisik dan kimia terbaik, sifatnya non modifikasi genetik (Non GMO/Genetic Modified Organism, mutu yang lebih baik, nilai gizi yang lebih baik, mampu mencegah penyakit degeneratif, serta rasa dan aromanya pun lebih baik.

"Kandungan protein kedelai lokal sebanyak 52,7 %, lebih tinggi dibanding kedelai impor yang hanya 46 %. Kemudian, sifat non modifikasi genetik (Non GMO/Genetic Modified Organism) sebagai keunggulan dari kedelai lokal," bebernya.

Kedelai lokal merupakan kedelai asli hayati dan bukan kedelai transgenik seperti kedelai impor. Sementara kedelai yang ditanam di negara-negara maju 80 persen adalah organisme yang telah dimodifikasi secara genetik.

"Terakhir, dari sisi mutu kedelai lokal memiliki mutu terbaik. Kedelai yang dihasilkan petani lokal lebih berkualitas dalam aroma dan kesegarannya. Kondisi ini terjadi karena kedelai impor itu sudah dipanen 3 bulan lalu atau bahkan telah bertahun-tahun," pungkas Gatut.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peserta HNJA saat mengunjungi salah satu Desa binaan Aqua

Selasa, 22 Oktober 2019 - 00:33 WIB

Biogas Mampu Tekan Biaya Pembelian Gas Elpiji Masyarakat

- Bali - Danone melalui Pabrik Aqua memberikan pendampingan ke masyarakat Bali, diantaranya Pariwisata, membantu kepemilikan biogas, pertanian dan ke pemulung. Kesemuanya bentuk keperdulian…

Bibit Ubikayu (Foto:Doc Kementan)

Senin, 21 Oktober 2019 - 22:37 WIB

Pengembangan Bibit Unggul Ubi Kayu, Kementan Bantu Sertifikasi

Jakarta - Industri Pangan olahan ubi kayu saat ini sedang digandrungi masyarakat. Mulai dari minuman berbahan tapioka hingga makanan ringan seperti kripik atau chips stik. Untuk itu dibutuhkan…

CIMB Niaga - foto IST

Senin, 21 Oktober 2019 - 22:17 WIB

CIM Niaga Miliki Aplikasi Mobile Banking

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memperkenalkan aplikasi mobile banking terbaru bagi nasabah korporasi yaitu BizChannel@CIMB Mobile. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat…

Ilustrasi

Senin, 21 Oktober 2019 - 18:30 WIB

Kemenkumham Dorong Perbaikan Balai Harta Peninggalan

Jakarta - Pemerintah terus meningkatkan kinerja Balai Harta Peninggalan (BHP) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Salah satunya melalui Rapat Kerja Teknis Balai (Rakernis) dengan tema menyikapi…

Kota Surabaya

Senin, 21 Oktober 2019 - 17:55 WIB

Catat, Ini 5 Kuliner yang Bikin Kangen dengan Surabaya

Bila Anda pernah berkunjung ke Surabaya, atau belum pernah sama sekali, berikut ini beberapa kuliner khas yang akan membuat Anda ingin langsung kembali ke Surabaya.