INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) menilai prospek pembeli properti khususnya perumahan dan apartemen di dalam negeri masih terus bertumbuh.
Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya pengajuan kredit kepemilikan properti dari sejumlah Bank dalam negeri yang terus bertumbuh.
"Kondisi pasar memang masih flat, namun prospek pembeli masih cukup banyak," kata Ketua AREBI DKI Jakarta Clement Francis kepada Industry.co.id di Jakarta, Rabu (4/9).
Dijelaskan Clement, setelah terpilihnya pemerintahan baru hampir semua proyek di dalam negeri kembali dikebut. "Pasca terpilihnya pemerintahan baru, proyek-proyek yang sempat tertunda kini sudah mulai jalan kembali," terangnya.
Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli properti. Pasalnya, lanjut Clement, dengan kondisi saat ini banyak developer-developer memberikan kemudahan cara bayar dengan bunga yang kompetitif.
"It's Time to Buy, fan prosepk masih cukuo bagus," jelas Clement.
Lebih lanjut, Clement mengungkapkan, untuk properti yang bisa diserap market saat ini berkisar di harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
"Rp1 M kebawah itu merupakan ceruk market yang paling dicari saat ini. Jadi, developer juga harus liat ceruk pasar saat ini," katanya.
Diakuai Clement, mega proyek infrastruktur yang kini tengah dikebut pembangunannya oleh pemerintah benar-benar memberikan akses untuk industri properti Tanah Air.
"Ini merupakan peluang bagi developer, tidak perlu bangun ditengah kota, cukup dipinggir kota, tapi punya akses transportasi yang memadai. Jadi, dveloper harus pandai-pandai memanfaatkan infrastruktur ini," tutur Clement.