Penampilan di All England Dinilai Cukup Baik

Oleh : Herry Barus | Jumat, 10 Maret 2017 - 12:48 WIB

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Susy Susanti Bersama team (badmintonindonesia)
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Susy Susanti Bersama team (badmintonindonesia)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Susi Susanti menilai penampilan pemain-pemain Indonesia yang berlaga di kejuaraan All England Open cukup baik meski banyak yang berguguran di putaran 16 besar.

"Sejauh ini pemain-pemain kita penampilannya cukup baik pada beberapa nomor bahkan ada peningkatan seperti di tunggal putri dengan performa pemain-pemain muda seperti Fitriani dan Dinar (Dinar Dyah Ayustine) walau harus berakhir di putaran 16 besar," kata Susi kepada Antara Jakarta Jumat (10/3/2017)

Pada nomor tunggal putri, Dinar Dyah Ayustine dipaksa menyerah oleh Pusarla Venkata Sindhu dari India di putaran 16 besar dalam pertarungan dua game berdurasi 30 menit dengan skor 12-21 dan 4-21. Sementara Fitriani harus gagal sejak putaran pertama setelah dikalahkan unggulan tiga asal Korea Sung Ji Hyun dengan skor 21-18 dan 21-12.

Sama dialami pemain tunggal putra Indonesia juga harus gagal selepas Sony Dwi Kuncoro yang merupakan satu-satunya wakil Indonesia tersisa, harus tersingkir pada putaran 16 besar di tangan Chou Tien Chen asal Taiwan dalam pertarungan dua game langsung dengan skor 13-21 dan 11-21.

Sementara itu, ganda putri yang sempat memberi harapan dengan berhasil meloloskan dua wakilnya pada 16 besar, juga ternyata juga harus menghentikan langkahnya di sana setelah Greysia Polii/Rizki Amelia Pradipta dan Anggia Shitta Awanda/Apriani Rahayu harus menyerah dari pasangan-pasangan Jepang.

Greysia/Rizki kalah dalam dua game langsung 22-24, 8-21 dari pasangan unggulan delapan Naoko Fukuman/Kurumi Yonao dalam permainan selama 41 menit.

Sementara Anggia/Apriani kalah dari pasangan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto dalam pertarungan melelahkan selama tiga game 21-14, 13-21 dan 11-21 berdurasi 62 menit permainan.

Dengan hasil tersebut, Indonesia hanya menyisakan dua wakilnya di babak utama All England Open 2017, dalam dua nomor berbeda untuk melaju ke putaran delapan besar turnamen tertua di dunia tersebut melalui pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di ganda campuran dan duet Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di ganda putra.

Indonesia sendiri sebenarnya menargetkan bisa mencuri satu gelar pada dua nomor ganda, baik itu campuran maupun putra. Kendati masih ada harapan di dua nomor tersebut, Susi menegaskan atlet-atlet Indonesia tetap harus bekerja keras meningkatkan kualitas individunya untuk mengejar prestasi di gelaran-gelaran selanjutnya.

"Sekarang kita harus terus fokus kerja keras untuk meningkatkan performa dan power dari atlet-atlet kita semoga ke depannya lebih baik lagi di ajang berlevel setingkat All England," ujar Susi.

Setelah All England, PP PBSI sendiri akan menyasar prestasi lagi pada beberapa turnamen yaitu Kejuaraan Dunia di Skotlandia, Piala Sudirman serta kejuaraan Asia Junior dan kejuaraan dunia junior bagi pemain pratama.

"Kami dan seluruh masyarakat Indonesia juga saya kira, berharap pemain-pemain kita semakin banyak minimal bisa menembus delapan besar atau bahkan semifinal dan final di turnamen-turnamen ke depannya," tutur Susi

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jojowi tinjau Tol Aceh

Minggu, 23 Februari 2020 - 01:01 WIB

Tinjau Simpang Susun Blang Bintang, Presiden: Alhamdulillah, Pembebasan Lahan Lancar

Tol dari Banda Aceh menuju Sigli ini 74 kilometer dan alhamdulillah pembebasan tanahnya berjalan dengan baik. Biasanya proses konstruksinya yang terhenti di pembebasannya, tapi di sini pembebasannya…

Jokowi resmikan pabrik rayon dan benang terbesar di Indonesia

Sabtu, 22 Februari 2020 - 23:05 WIB

Jokowi Resmikan Pabrik Rayon dan Benang Senilai Rp15.5 triliun di Riau

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Riau pada Jumat, 21 Februari 2020, meresmikan fasilitas produksi rayon dan benang terintegrasi PT Asia Pacific Rayon.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)

Sabtu, 22 Februari 2020 - 22:20 WIB

Apindo Minta Omnibus Law RUUCipta Kerja Hapus kewenangan KPPU sebagai hakim

Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono meminta Omnibus Law RUUCipta Kerja menghapuskan kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebagai hakim,…

Pekerja PT Timah - foto - IST

Sabtu, 22 Februari 2020 - 21:57 WIB

DPR Sayangkan Industri Timah Nasional Terbesar di Dunia Tapi Alami Kerugian

Kementerian Perindustrian didesak lebih memperhatikan sektor industri yang akan dimajukan, seperti membuat industri turunan timah. Timah kita itu adalah industri terbesar di dunia setelah China.…

 Pakar Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri, yang juga mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas. (KOMPAS /Roderick Adrian) )

Sabtu, 22 Februari 2020 - 21:39 WIB

Ekonom Senior ini Sebut Harga Gas Industri Tidak Mahal

Harga gas di Indonesia tidak mahal. Siapa itu yang bilang, masalah utama saya kira bukan di gas," kata Faisal Basri di Jakarta