INDUSTRY.co.id - Jakarta - Secara teknikal peluang melemah IHSG masih terlihat mengancam setelah signal ketidak mampuan break out resistance Moving Average 200 hari. Indikator Stochastic, RSI dan MACD memberikan signal pergerak yang cenderung menjenuh meskipun secara Stochastic peluang menguji level resistance MA50 terbuka terlihat dari pergerakan Indeks yang melebar memasuki area overbought.
"Sehingga kami perkirakan IHSG akan kembali bergerak terkonsolidasi cenderung bertahan pada zona hijau dengan support resistance 6253-6325," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (30/8/2019).
Saham-saham yang dapat dicermati yakni; INKP, TKIM, BMRI, ANTM, INCO, PTPP, PWON, ADHI, CTRA, RALS.
Sebelumnya, IHSG (+0.12%) ditutup menguat 7.47 poin kelevel 6289.12 berhasil bertahan dizona hijau setelah sempat bergerak memerah menjelang sesi penutupan perdagangan. Saham-saham sektor industri dasar (+1.23%) dan Pertambangan (+0.72%) menjadi penopang sedangkan saham-saham sektor pertanian (-1.11%) menjadi penekan pergerakan.
Naiknya harga komoditas harga dan pengirimian bubur kertas, nikel dan reboundnnya harga minyak WTI menjadi katalis. Investor asing tercatat net sell sebesar 221.21 miliar rupiah meskipun rupiah terkendali dengan menguat 0.15% kelevel Rp14.238 per USD.