Hadir di Bali, Kredit Pintar Tandatangani MoU Bersama BPD

Oleh : Herry Barus | Jumat, 23 Agustus 2019 - 15:00 WIB

Hadir di Bali, Kredit Pintar Tandatangani MoU Bersama BPD
Hadir di Bali, Kredit Pintar Tandatangani MoU Bersama BPD

INDUSTRY.co.id - Bali– Kredit Pintar, perusahaan financial technology (Fintech) peer-to-peer (P2P) lending yang merupakan penyedia solusi kebutuhan akses pembiayaan bagi perorangan juga sektor produktif, ikut berpartisipasi dalam acara Digital Banking dan Fintech Ecosystem yang diadakan oleh AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) pada tanggal 22 Agustus 2019, di Gran Inna Bali. Di acara ini, Kredit Pintar menandatangani Nota Kesepahaman/MoU bersama BPD Bali, Bank DKI, dan BPR Perdana untuk menjalin kerja sama dalam mengembangkan layanan keuangan digital.

Kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai pengembangan strategi bisnis Kredit Pintar yang sesuai dengan misi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia sebesar 75% di tahun 2019. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan solusi alternatif kepada masyarakat sebagai layanan yang inovatif.

Wisely Wijaya, CEO dari Kredit Pintar mengatakan, “Tahun ini, Kredit Pintar kembali hadir di Bali untuk menghadiri acara Digital Banking dan Fintech Ecosystem sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman/MoU dengan Bank Pembangunan Daerah. Dengan adanya kerja sama ini membuktikan bahwa industri fintech tidak mendisrupsi dunia perbankan, melainkan menganut asas kolaborasi dalam pengelolaan keuangan melalui layanan digital.”

“Penandatanganan MoU menjadi langkah awal bagi Kredit Pintar dalam mendorong pembangunan perekonomian daerah untuk semakin maju melalui inovasi yang dimiliki. Kami mengajak BPD untuk berpartisipasi dalam  menyalurkan pembiayaan ke masyarakat di daerah khususnya yang belum mendapatkan akses pengkreditan. Diharapkan kerjasama berbasis teknologi ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang tentunya akan berdampak pada ekonomi nasional,”  tambah Wisely.

Berdasarkan data dari OJK per Juni 2019, secara akumulatif industri fintech telah menyalurkan pinjaman mencapai Rp44,80 triliun dengan jumlah rekening peminjam atau borrower sebanyak 9.743.679 rekening.

“Berdasarkan data tersebut, kami melihat adanya potensi besar terhadap keuangan digital di Indonesia. Kami sebagai pemain fintech ingin mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dengan menciptakan inovasi teknologi yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap roda perekonomian sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” tutup Wisely.

Kredit Pintar berkontribusi dalam mendorong pemerataan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam akses keuangan telah melayani nasabah di seluruh provinsi Indonesia dengan menyalurkan pinjaman mencapai lebih dari 5 Triliun di awal Agustus 2019.

Tentang Kredit Pintar

Kredit Pintar adalah peer-to-peer lending platform yang terdaftar dan diawasi oleh OJK yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kredit Pintar telah memiliki lebih dari 10 juta total download dan 620 ribu total reviews di Google Play. Kredit Pintar memanfaatkan teknologi Big Data dan Alternative Data untuk proses mitigasi risiko untuk menghasilkan asset pinjaman yang berkualitas. Kredit Pintar memiliki misi untuk mempromosikan inklusi keuangan di Indonesia.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (kiri) saat menerima penghargaan Bintang Jasa Nararya yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (kanan)

Jumat, 14 Agustus 2020 - 21:35 WIB

Komitmen TelkomGroup Melalui Telekomunikasi Berbuah Anugerah Bintang Jasa Nararya

Berlokasi di Istana Negara (13/8), Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Ririek Adriansyah menerima penganugerahan Bintang Jasa Nararya yang diserahkan langsung oleh Presiden…

Presiden Joko Widodo

Jumat, 14 Agustus 2020 - 21:25 WIB

Jokowi: Pelebaran Defisit Diperlukan Saat Pandemi Covid-19

Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Pemerintah telah serius melakukan penanganan pandemi Covid-19.

Ketua MKD DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy

Jumat, 14 Agustus 2020 - 21:15 WIB

DPR Ini Sebut Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Terlewatkan oleh Presiden Jokowi

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy menilai ada yang terlewat dari Pidato Presiden hari ini, yakni tentang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani

Jumat, 14 Agustus 2020 - 21:05 WIB

Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: APBN Harus Ciptakan Kemakmuran Bagi Rakyat

Wakil Ketua DPR RI Puan Maharani mengagakan Kondisi Ruang Fiskal APBN semakin tertekan, maka diperlukan upaya reformasi untuk mewujudkan APBN yang efisien dalam menciptakan kemakmuran bagi rakyat.

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera

Jumat, 14 Agustus 2020 - 20:50 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 4,5%, Mardani: Bagus dan Ambisius, Tapi Jangan Maksakan Diri dengan Utang

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 sebesar 4,5 persen hingga 5,5 persen.