Gerakan Nyata Kurangi Limbah Industri Fashion

Oleh : Andi Mardana | Sabtu, 17 Agustus 2019 - 18:51 WIB

Jakarta Fashion & Food Festival 2019 di Mall Kelapa Gading 3, Jakarta, Sabtu (17/8).(Ist)
Jakarta Fashion & Food Festival 2019 di Mall Kelapa Gading 3, Jakarta, Sabtu (17/8).(Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menurut data dari Ellen MacArthur Foundation, badan yang fokus mempelajari polusi industri mode, limbah bisnis busana di dunia dapat mencapai US$500 miliar per tahun.

Hal ini kemudian memunculkan beberapa usulan kebijakan ramah lingkungan, salah satunya dengan mengolah kembali kain perca menjadi komponen yang bermanfaat.

Di Indonesia, sudah banyak desainer yang menerapkan konsep sustainable fashion yakni dengan melakukan prinsip zero waste pattern, dimana mengurangi pembuangan kain sisa.

Misalnya, bahan yang tadinya harus dipotong, dikemas dengan cara yang lebih sederhana dan tidak perlu ada proses pemotongan. Selain mengemas kembali kain perca menjadi produk baru, perlu adanya perhatian untuk menjaga keawetan warna agar tetap cemerlang.

Kain perca umumnya hanya dianggap sebagai bahan sisa yang tidak ada manfaatnya, sehingga pada akhirnya akan dibuang dan menjadi limbah atau sampah.

Dalam industri kerajinan kreatif ternyata kain perca sangat cocok untuk direproduksi menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Selain itu, dari sisi sosial, sustainable fashion dapat diterapkan melalui berbagai kegiatan bermanfaat seperti halnya yang dilakukan Sadari Sedari yaitu mengumpulkan pakaian bekas dan mengubahnya menjadi donasi sosial, atau juga menyumbangkan pakaian pada mereka yang memang membutuhkan.

"Sebagai pelopor pendidikan fashion di Indonesia, ESMOD Jakarta menyadari bahwa Sustainable fashion merupakan bagian dari gaya hidup saat ini," kata Patrice Desilles, Academic Program Head ESMOD Jakarta di ajang Jakarta Fashion & Food Festival 2019 di Mall Kelapa Gading 3 di Jakarta, Jumat (16/8).

Banyak desainer yang mulai menggunakan bahan ramah lingkungan, teknik pewarnaan alami, dan yang tidak kalah penting yaitu menempatkan label tata cara perawatan kain.

"Saat ini, kami juga lebih memilih untuk menggunakan serat kain tencel yang berasal dari kayu, sehingga ketika pakaian tersebut sudah tidak dipakai lagi, dapat dengan mudah terurai ke alam," ujar Patrice.

Metode ini, lanjut Patrice juga diterapkan kepada para siswa melalui kurikulum di sekolah.

"Menurut kami, konsumen harus memiliki pengetahuan tentang bagaimana merawat pakaian mereka agar dapat bertahan lama, misalnya perawatan dengan deterjen yang tepat agar warna tetap cemerlang dan menonjol," tutup Patrice.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketum HKI Sanny Iskandar yang juga WKU Kadin Indonesia

Kamis, 27 Februari 2020 - 20:01 WIB

Ditopang RUU Cipta Kerja, Kawasan Industri Bakal Makin Gesit Tarik Investasi

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan industri memiliki peran penting dalam menarik investasi…

Menteri PANRB Tjahjo Kumolo

Kamis, 27 Februari 2020 - 20:00 WIB

Pemkab Banggai Sulteng Terima Penghargaan SAKIP dari Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, merupakan satu dari enam daerah di wilayah III yang memperoleh predikat A dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) tahun 2019.

Peluncuran naskah kebijakan Advancing Indonesia 4.0 (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Kamis, 27 Februari 2020 - 19:15 WIB

Luncurkan Naskah Kebijakan Advancing Indonesia 4.0, SwissCham Ingin Boyong Banyak Perusahaan Swiss Investasi di Tanah Air

Indonesian Chamber of Commerce (SwissCham Indonesia) hari ini meluncurkan naskah kebijakan dengan tema Advancing Indonesia 4.0: An Opportunity for Transformation. Naskah tersebut merupakan rangkaian…

Presiden Jokowi ( Setkab )

Kamis, 27 Februari 2020 - 19:00 WIB

Pemerintah Hormati Kebijakan Penangguhan Visa Umrah Arab Saudi

Pemerintah Republik Indonesia menghormati keputusan pemerintah Arab Saudi untuk menangguhkan visa bagi seluruh jemaah umrah di tengah mewabahnya virus korona secara global.

Cetak SDM Tangguh, Swiss German University Terapkan Kampus Merdeka

Kamis, 27 Februari 2020 - 18:55 WIB

Cetak SDM Tangguh, Swiss German University Terapkan Kampus Merdeka

Salah satu tren transformasi yang dilakukan adalah kebijakan Kampus Merdeka yang keempat, di mana SGU sebagai perguruan tinggi memberikan pelatihan kepada siswa untuk magang atau praktik kerja…