Berkah Jagung Manis Fantastic Ratusan Orang Hidupnya Jadi Merdeka

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 17 Agustus 2019 - 07:56 WIB

Dalam menjual, Marianus selalu memberikan pesan kepada mitra, agar meyakinkan konsumen bahwa Fantastic Sweet Corn merupakan camilan sehat.
Dalam menjual, Marianus selalu memberikan pesan kepada mitra, agar meyakinkan konsumen bahwa Fantastic Sweet Corn merupakan camilan sehat.

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Tahun 2009,  saat berada di Kawasan ITC Kuningan, Marianus Nuban memperhatikan aktivitas orang-orang yang sering menanyakan Jagung manis. Namun jagung manis selalu habis. Itulah kisah awal Lelaki yang sembilan tahun jadi satpam di BUMN Farmasi ini,  kemudian bertekad untuk menjalani usaha jagung manis. Apalagi pria asal Lembata-Flores NTT, ini,  teringat akan kebiasaan sebagian besar orang di kampung halamannya, yang suka sarapan dengan nasi jagung atau produk olahan jagung lainnya.

Ternyata kisah orang yang suka mencari jagung manis di kawasan ITC Kuningan itulah, menjadi salah satu titik penting perjalanan hidupnya.

Menyadari usaha berbasis jagung memiliki prospek yang cerah. Dia pun memperkenalkan brand Jagung Manis Fantastic dengan aneka rasa yang bisa disesuaikan dengan selera konsumen.

Memulai usaha dengan uang Rp 4 juta, ia  membuka gerai  di Hero Bekasi. Setiap harinya  selalu ramai dipadati pembeli. “Jagung manis susu keju aneka rasa ini masih disukai sebagian besar masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” ujarnya bangga.

Penikmatnya selalu ramai dan mencakup semua segmen, ternyata menyedot perhatian seorang supervisor di tempat itu dan berminat untuk membeli Rp 12 juta apabila Marianus menjualnya. Marianus pun menjualnya karena dengan menjual senilai Rp 12 juta, dia bisa membuka tiga gerai baru.

Tekadnya bulat dan fokus di jagung manis. Marianus kemudian memutuskan berhenti dari pekerjaan sebagai satpam Kimia Farma. Padahal BUMN Farmasi itu, tengah mempromosikan tugas baru Marianus ke bagian Maintenance.

Rupanya jagung manis racikan Marianus diminati pasar. Usahanya menggelinding cepat. Dalam tempo yang tak lebih dari 6 tahun, Kemitraan yang dibangun membuat gerai dan gerobak Marianus  membengkat. Sampai dengan tahun 2014 jumlah gerai usahanya sudah mencapai 700 unit di seluruh Indonesia, baik milik sendiri maupun mitra. Sementara jumlah gerobak dorong sampai dengan tahun 2015 mencapai 400 unit di Jabodetabek.

Ada enam menu yang dia tawarkan yakni jagung manis original, pedas, mayonais, barbeque, coklat dan strawberry. Jasuke tersebut disajikan dalam cups (gelas plastik yang digunakan sebagai kemasan untuk menjual jagung manis).

Untuk bahan bakunya, Marianus bekerjasama dengan supplier jagung asal Cirebon, Jawa Barat. Komoditas lokal itu dipilihnya lantaran menurutnya punya rasa yang khas dan kualitas yang baik. Dalam menjual, Marianus selalu memberikan pesan  kepada mitra, agar  meyakinkan konsumen bahwa Fantastic Sweet Corn merupakan camilan sehat.

Kendati pesaingan dalam jagung manis (Jasuke) ketat karena banyak pemain, menurut Marianus Jasuke meraih market share 50 persen di jagung manis sekaligus sebagai market leader.

Jumlah pemainnya pun kata dia sudah banyak dengan rasa jagung manis yang hampir mirip, membuat dirinya melakukan ragam inovasi agar sukses.

Menurut Marianus, faktor lokasi penjualan adalah salah satu kunci sukses yang penting  tanpa mengesampingkan kualitas bahan baku, kemasan, serta kebersihan produk.

Adapun, lokasi yang paling baik menurutnya adalah di kawasan yang ramai seperti pasar, rumah sakit, sekolah, atau pusat perbelanjaan.

Saat ini, cabang Jagung Manis Fantastik yang ia kelola sendiri ada sembilan gerai yang berada di kawasan Jabodetabek, seperti di Bekasi, Cikarang, Cikeas.

Dia sengaja menyasar lokasi pinggiran tetapi mengambil lokasi strategis seperti di depan minimarket seperti di depan Giant, Hero maupun di area perumahan seperti Villa Nusa Indah.

Menurut Marianus, untuk mendapatkan lokasi itu biasanya tanya dulu ke kepala toko masing-masing apakah bisa menyewa , baru nantinya dilaporkan ke pusat. Faktor lokasi yang strategis itu, kata Marianus,  membuat penjualannya terbilang tinggi, yakni rata-rata 1.800 cup per gerai per bulan.

Dengan harga jual sekitar Rp7.000 per cup, dari sembilan gerai jagung manisnya, Marianus bisa mengantongi omzet sekitar Rp113 juta setiap bulan.

“Keuntungannya terbilang lumayan, HPP satu cup sekitar Rp3.200 dan keuntunganya berarti Rp2.800 per cup,” terangnya.

Marianus mengaku saat ini fokus pada mitra gerobak dorong di Jabodetabek, Karawang, dan Bandung. Kedepan Marianus akan membidik kota Surabaya atau Medan, Kalimantan untuk ekspansi gerobak dorong. Ia menargetkan hingga 2020 nanti bisa memiliki 2.000 gerobak dorong.

Marianus mengaku, ia sudah mengembangkan konsep baru kemitraan memakai gerobak dorong sejak 2015. Adapun nilai paket kemitraan gerobak dorong sebesar Rp 64 juta. Dengan nilai tersebut, mitra akan mendapatkan lima gerobak dorong, peralatan lengkap, bahan baku jagung, termasuk lima pekerja di satu wilayah.

Ia  tidak mengutip biaya royalti. Hanya saja, mitra harus membeli bahan baku jagung  darinya. Selain itu, mitra juga harus menyiapkan mess dan menggaji karyawan.

Adapun laba bersih diprediksi mencapai 26% hingga 31% per bulan dari omzet. Ia memproyeksi dari lima karyawan per gerobak, bisa mendapatkan omzet antara Rp 75 juta–Rp 90 juta per bulan. Dengan pendapatan per bulan mencapai Rp 6-8 miliar.

Saat ini boleh dibilang, sukses berada dalam genggaman Marianus. Toh, keinginannya mengajak sebanyak mungkin orang menjadi pengusaha terutama anak anak muda NTT untuk menjadi pengusaha mandiri tidak pernah pupus.

Marianus Nuban adalah pahlawan masa kini. Lelaki berkulit hitam dan pernah menjadi kuli bangunan itu, kini mempekerjakan ratusan orang. Banyak diantara mitra usahanya berlatarbelakang  supir, buruh angkut, satpam, office boy. Namun setelah menjadi  mitra Jagung Manis Fantastic, hidupnya menjadi berubah drastis. Menjadi pahlawan ekonomi bangsa dan menjadi penyalur saluran berkah bagi banyak orang. Merdeka.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Maskapai Garuda Indonesia

Minggu, 26 Januari 2020 - 18:00 WIB

Garuda Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Virus Pneumonia Wuhan

Maskapai nasional Garuda Indonesia meningkatan upaya antisipatif dan kewaspadaan atas merebaknya penyebaran virus pneumonia Wuhan atau novel coronavirus (nCoV) .

Diskusi Pencak Silat Betawi di TIM

Minggu, 26 Januari 2020 - 16:17 WIB

Ini Arah Pencak Silat Betawi Sebagai Warisan Budaya Dunia tak Benda

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan pencak silat sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia dari Indonesia dalam…

Tol Hutama Karya

Minggu, 26 Januari 2020 - 16:00 WIB

Hutama Karya-BPJT dan ATI Gelar Aksi Keselamatan di Jalan Tol

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kembali melanjutkan kampanye peningkatan kesadaran keselamatan dalam berkendara di jalan tol yang dikelolanya. Kampanye bertajuk SETUJU yang merupakan…

Traktor untuk pertanian

Minggu, 26 Januari 2020 - 15:57 WIB

Kementan Dorong Pemanfaatan Lahan Di Wilayah Perhutanan Sosial

Kementan sejak tahun 2017 sudah mulai memanfaatkan lahan di perhutanan untuk pertanaman komoditas tanaman pangan.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Minggu, 26 Januari 2020 - 14:00 WIB

Ketua MPR RI Salurkan Bantuan Korban Banjir Cililitan Jakarta Timur

- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali menyalurkan bantuan sosial kepada saudara-saudara yang terkena musibah banjir di Kelurahan Cililitan Kecil, Kramat Jati, Jakarta Timur. Bantuan…