INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada rehat tengah hari Kamis (09/03/2017) ditutup di posisi 5.393,38 atau relatif sama seperti di level sesi penutupan perdagangan Rabu (08/03/2017) di level 5.393,76.
 
Tren pergerakan IHSG pada hari ini masih terlihat positif. IHSG bergerak pada kisaran level 5.387 hingga 5.399,22 di sesi pertama perdagangan hari ini. Namun tren pergerakan yang positif tersebut tidak diimbangi dengan jumlah saham yang harganya meningkat.
 
Menurut data BEI, sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, total saham yang mengalami kenaikan harga hanya sebanyak 120 saham, tetapi yang mengalami penurunan harga mencapai 340 saham. Adapun saham-saham yang harganya tidak berubah ada sebanyak 117 saham dan sebanyak 173 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
 
Sebanyak lima indeks sektoral dari total 10 indeks sektoral di BEI mengalami kenaikan dan sisanya sebaliknya. Indeks yang mengalami kenaikan tertinggi adalah indeks sektor perdagangan sebesar 0,73 persen, atau 6,35 poin, ke posisi 873, disusul oleh indeks sektor industri dasar sebesar 0,2 persen, atau 1,12 poin ke posisi 561. Adapun indeks yang mengalami penurunan yang dalam adalah indeks sektor pertambangan sebesar 0,96 persen, atau 13,61 poin ke posisi 1.398.
 
Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan masuk ke dalam kategori top gainers adalah saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang harganya meningkat Rp90, atau 6,4 persen, menjadi Rp1.490 per unit, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang harganya terangkat Rp110, atau 3,9 persen, menjadi Rp2.940 per unit dan saham PT Charoen Pokphand Inodnesia Tbk (CPIN) yang harganya naik Rp90, atau 2,9 persen, menjadi Rp3.170 per unit.
 
Adapun saham-saham LQ45 yang masuk ke dalam kategori top losers adalah saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya anjlok Rp34, atau 8,5 persen, menjadi Rp368 per unit, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang harganya tergerus Rp110, atau 4,5 persen, menjadi Rp2.350 per unit dan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang harganya susut Rp50, atau 2,2 persen, menjadi Rp2.270 per unit.***