INDUSTRY.co.id - Bagi pengembang dan pengelola kawasan industri, tahun 2016 dianggap sebagai periode yang penuh tantangan. Pelembatan ekonomi global dan domestik membuat perusahaan maupun pabrikasi menahan ekspansi, ini berdampak langsung pada penjualan lahan kawasan industri. Tak pelak sejumlah pengembang harus gigit jari lantaran target optimistis yang dipatok pada awal tahun tidak tercapai.

Advertisement

Namun ternyata tidak semua pengembang bermuram durja. Mereka yang memiliki keunggulan kompetitif berupa infrastruktur, sarana dan parasarana terbaik, lokasi strategis maupun ciri khas bisnis justru sedang riang menikmati pundi-pudi rejeki di tahun 2016. PT Puradelta Lestari Tbk, pengelola kawasan terintegrasi Kota Deltamas salah satu yang berhasil mengais rejeki melimpah tatkala kondisi industri melemah.

Indikatornya terlihat dari angka penjualan lahan kawasan industri mereka yang mencapai 52,9 hektare (ha). Ini melampaui target yang dipatok manajemen Kota Deltamas sebesar 50 ha sepanjang 2016. Pencapaian impresif saat kondisi sulit tersebut lantaran kawasan industri yang terafiliasi dengan Sinar Mas Group tersebut memiliki ciri khas khusus sebagai pusat industri otomotif nasional.

Advertisement

Posisi itu makin kokoh tatkala PT Astra Honda Motor (AHM) berencana menambah kapasitas pabrik mereka di Greenland International Industrial Center (GIIC) di Kota Deltamas. Untuk tujuan itu AHM memesan lahan seluas 38,3 ha. Ini yang membuat angka prapenjualan atau marketing sales Kota Deltamas terangkat dan mampu melebihi target tahun 2016. 

Tak hanya pabrikan otomotif eksisting. Seksinya pasar otomotif Indonesia membuat beberapa pemain otomotif berdatangan ke Indonesia. Salah satunya pabrikan asal Tiongkok, SAIC GM Wuling. Sebagai kawasan industri yang dianggap sebagai basis produksi otomotif nasional, Kota Deltamas sangat diuntungkan lantaran Wuling akhirnya memilih GIIC Kota Deltamas sebagai lokasi pabrik pembuatan mobil Wuling. Tahun 2015 lalu, Wuling telah memesan lahan seluas 60 ha.

Advertisement

Kehadiran Wuling melengkapi jajaran perusahaan otomotif dan manufaktur pendukungnya di Kota Deltamas. Sebab sebelumnya telah hadir AHM, Suzuki, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha (MMKY) dan Cheng Shin Rubber Ind Co. Ltd, yang merupakan produsen ban Maxxis.

Walau pasar mempersepsikan Kota Deltamas sebagai kawasan industri otomotif, Deltamas mengaku pasar yang mereka sasar sebenarnya beragam atau terdiversifikasi dan bukan hanya untuk pelaku bisnis dari luara negeri tetapi juga dalam negeri.

Advertisement

Direktur Puradelta Lestari Tondy Suwanto mengatakan ketertarikan investor dalam dan luar negeri membeli lahan industri di Kota Deltamas dipicu konsep integrated business model yang menyatukan industri dengan hunian dan komersial, serta fasilitas penunjang. "Di samping itu, lokasi Puradelta Lestari yang strategis di Cikarang Pusat menjadi pertimbangan utama para investor," kata dia.

Berbekal keunggulan tadi, manajemen Puradelta pun memasang target prapenjualan lahan industri lebih optimistis tahun ini, sebesar 60 ha atau naik 13,5% dari pencapaian sepanjang tahun 2016 sebesar 52,9 ha. Sementara rata-rata harga jual (ASP) sepanjang tahun 2017 untuk lahan industri dipatok sebesar Rp1,8 juta/meter persegi, atau naik 6% secara year on year (YoY). Dari sisi nilai, tahun ini Perseroan mematok marketing sales dari penjualan lahan industri, proyek hunian dan komersial mencapai 1,5 triliun. Mayoritas dikontribusi oleh penjualan lahan industri.

Selain keunggulan kompetitif yang dimiliki Kota Deltamas, optimisme tadi dikatakan Tondy juga dilandasi oleh asumsi mulai bergairahnya ekonomi nasional. Menurutnya kondisi itu akan memicu lahirnya industri baru, dan itu butuh lahan industri. "Selain itu, faktor daya beli masyarakat yang akan naik tahun ini juga menjadi faktor pendukung pelaku industri menambah investasinya," kata Tondy.

Tondy menambahkan, saat ini perusahaan tengah menangani inquairies dalam jumlah besar yang terdiri dari berbagai sektor. Jika tahun lalu, pembelian lahan di kawasan Green International Industrial Center  masih didominasi oleh sektor auto realtif, maka permintaanyang datang saat ini kebanyakan dari non auto. "Beberapa perusahaan sedang dalam proses penjajakan dan diskusi dengan kami," ujarnya dalam keterangannya resminya beberapa waktu lalu.

Kembangkan Properti

Mengatisipasi semakin besarnya tingkat populasi di Kota Deltamas seiring tingginya permintaan lahan industri. Tahun ini Puradelta berencana mengembangkan bisnis propertinya, baik hunian maupun kawasan komersial. Sebetulnya, komplek hunian telah dikembangkan sejak tahun 2002, namun ekspansinya berjalan pelan.

Menurut Tondy, penjualan residensial dan komersial akan dilakukan secara agresif pada tahun 2017. Hal tersebut sejalan dengan beroperasinya pabrik-pabrik yang menjadi tenant lahan industri perseroan.

Tahun ini, DMAS akan membangun dua kluster perumahan yang berisi 350-400 unit rumah. Hunian tersebut rencananya akan diluncurkan di kuartal I 2017 dengan menyasar segmen menengah. Rumah tersebut akan dibanderol sekitar Rp 800 miliar-Rp 1,3 miliar. Saat ini, Puradelta telah mengembangkan 16 kluster perumahan di Deltamas yang terdiri dari 3.500 unit rumah. Kawasan perumahan ini dikembangkan dengan segmen yang beragam mulai dari segmen bawah, menengah bawah dan menengah atas.

Selain hunian, Puradelta juga akan meluncurkan 30 unit ruko di kawasan tersebut. Rencananya ruko tersebut akan dirilis antara kuartal III dan kuartal IV mendatang. Untuk melakukan pengembangan properti ditambah dengan infrastruktur di kawasan Deltamas, anak usaha Sinarmas Land ini akan menganggarkan belanja modal (captal expenditure/capax) Rp 600 miliar yang diandalkan dari kas internal.

Tondy mengatakan mayoritas capex tersebut akan mengalir untuk pengembangan infrastruktur. proyek infrastruktur yang akan dibangun antara lain jalan dan saluran, penerangan jalan umum, lanskap dan hardscape, penyelesaian penambahan kapasitas pengelolaan air bersih dan air limbah serta utilitas lain.