Preiden Jokowi- PM Malaysia Bahas Diskriminasi Sawit

Oleh : Herry Barus | Minggu, 11 Agustus 2019 - 17:00 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Kuala Lumpur-Meskipun hanya berlangsung beberapa jam, pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohammad di Perdana Putra Building lantai 5, Putrajaya, Jumat (9/8/2019) siang, telah membahas beberapa isu penting, beberapa di antaranya sudah mencapai kesepakatan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengemukakan, soal Community Learning Centre (CLC) misalnya, PM Mahathir Mohammad memberikan komitmen untuk memperhatikan permintaan Indonesia dan akan membantu Indonesia dalam rangka pengadaan CLC yang sangat diperlukan bagi anak-anak dari tenaga kerja Indonesia yang berada di Malaysia khususnya berada di Semenanjung.

“Sejauh ini Indonesia telah memiliki CLC di wilayah Sabah dan Serawak, sementara di wilayah Semenanjung sampai saat ini Indonesia belum memiliki,” kata Menlu kepada wartawan dalam konferensi pers di Hotel Ritz Charlton, Singapura, Jumat (9/8/2019)

Isu kedua yang dibahas oleh kedua pemimpin, menurut Menlu Retno Marsudi, adalah komitmen untuk terus bersatu melawan diskriminasi terhadap sawit. “Jadi sekali lagi persatuan dalam melawan diskriminasi terhadap sawit kembali dibahas oleh kedua pemimpin dan beliau berdua memiliki komitmen yang tinggi untuk meneruskan perlawanan terhadap diskriminasi sawit,” ujarna.

Sementara pembahasan mengenai masalah perbatasan, dimana kita masih memiliki 9 OBP (Outstanding Border Problem) yang belum selesai, tetapi 2 di antaranya sudah dapat diselesaikan sehingga menyisakan 7 OBP. Sementara itu mengenai batas laut beberapa sudah berhasil ada kemajuan karena batas lautnya panjang kita banyak sekarang fokus di beberapa laut teritorial terutama di Laut Sulawesi dan di Laut Malaka sebelah selatan ada progres yang cukup banyak.

“Presiden dan Tun Mahathir mengatakan bahwa kedua pemimpin mendorong agar negosiasi diintensifkan agar hasilnya segera dapat kita lihat,” terang Menlu, seperti dilansir laman Setkab.

Selain ketiga isu tersebut, Menlu Retno Marsudi menambahkan, bahwa PM Mahathir Mohammad mendiskusikan kembali mengenai masalah mobil. Kerja sama untuk mobil ASEAN.

“Presiden tadi mengatakan bahwa beliau akan menugaskan Menteri Perindustrian untuk melakukan segera pembicaraan dengan Menteri Perindustrian dari Malaysia untuk memfollow-up apa yang dibahas Presiden dengan PM Tun Mahathir,” pungkas Menlu.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Jumat, 05 Juni 2020 - 12:43 WIB

Menteri PUPR Ajak REI dan Perbankan Tingkatkan Transaksi Digital Bidang Perumahan

Kementerian PUPR sendiri melalui Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan telah meluncurkan Aplikasi…

Peternakan sapi perah

Jumat, 05 Juni 2020 - 12:36 WIB

Sentra Susu Cipageran, Bukti Sukses Wirausaha Muda

Belakangan ini pengembangan usaha peternakan yang berorientasi bisnis sekaligus meningkatkan pendapatan peternak banyak ditemui. Hal tersebut pun menjadi nyata ditangan seorang Rina Rosdianawati,…

Let Jen Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Penanganan Cofid 19

Jumat, 05 Juni 2020 - 12:08 WIB

Ketua Gugas Cofid 19 Sampaikan Akan Buka 9 Sektor Ekonomi di 102 Kab/Kota

Pemerintah telah memulai tahapan rencana pembukaan sembilan sektor ekonomi dan penetapan 102 Kabupaten/Kota untuk pelaksanaan program masyarakat produktif dan aman Covid-19. Kesembilan sektor…

Blibli Dukung Industri Pariwisata Memasuki New Normal Melalui Teknologi

Jumat, 05 Juni 2020 - 12:05 WIB

Blibli Dukung Industri Pariwisata Memasuki New Normal Melalui Teknologi

Sejak COVID-19 merebak di Indonesia, Blibli telah menjalankan berbagai inisiatif untuk menopang beragam industri di tanah air agar pelaku usaha dapat mempertahankan laju bisnis mereka. Memasuki…

Musisi Ote Abadi ( kiri), Profesor Djoko gunawan (akademisi), Gus Nuh (Pelukis), Al Hakim Al Hadhy, SSR,ME (akademisi) dan Koko (GSUI)

Jumat, 05 Juni 2020 - 12:03 WIB

Lewat GSUI, Pelukis, Musisi dan Akademisi Sumbang Karya Demi Atasi Dampak Pandemi Cofid19

Semakin hari dampak pandemi Cofid19 semakin dirasakan oleh masyarakat. Banyak yang kehilangan penghasilan karena harus mengalami PHK, banyak juga yang penghasilannya berkurang jauh karena bekerja…