INDUSTRY.co.id - Jakarta - Maraknya pinjaman online ilegal yang ditawarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab masih kerap membayang-bayangi masyarakat Indonesia. Alih-alih mendapatkan pinjaman dan merasakan pembayaran cicilan yang aman dan nyaman, banyak dari masyarakat yang justru tertipu dengan aksi dari pinjaman online ilegal.
Hal tersebut tentunya menimbulkan keresahan masyarakat dan menurunkan rasa percaya calon peminjam terhadap industri fintech, terutama platform pinjaman online.
Jonathan Bryan selaku Chief Marketing Officer KoinWorks mengungkapkan, kejadian penipuan yang terjadi belum lama ini telah merugikan peminjam dan mengakibatkan sebagian masyarakat kehilangan rasa percaya terhadap pinjaman online dan industri fintech tanah air.
"Berkaca dari kasus ini, kami sebagai perusahaan peer-to-peer (P2P) lending yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin bersemangat dalam mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai fintech terutama dalam pemilihan platform pinjaman online yang aman dan terpercaya baik dari sisi pendana maupun peminjam," jelas Jonathan di Jakarta, Rabu (7/8).
Masyarakat Indonesia, kata Jonathan sebaiknya perlu mengenali platform pinjaman online sebelum memutuskan
untuk bergabung diplatform tersebut baik sebagai pendana ataupun peminjam.
Langkah yang paling pertama dan utama adalah mencari platform yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Selain itu, hitung dengan teliti besaran bunga yang dibebankan.
"Cari tahu juga dari forum atau sosial media mengenai track record dari perusahaan fintech tersebut. Dapat dilihat pula seberapa banyak pengguna yang sudah menggunakan platform tersebut," imbuhnya.