INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) menorehkan pertumbuhan laba bersih sepanjang paruh pertama tahun ini sekitar 79,81% menjadi Rp1,105 triliun, dibandingkan periode serupa tahun lalu hanya Rp614 miliar.

“Perolehan fantastis laba bersih Hutama Karya ini sekaligus menandakan capaian laba bersih meningkat tajam hingga hampir 2 kali lipat atau 50,17% dari target laba bersih satu tahun yang ditetapkan oleh perseroan,” kata Direktur Utama Bintang Perbowo, melalui siaran pers, Rabu (7/8/2019).

Penerapan inovasi di bidang operasional dan keuangan, seperti memperkuat infrastruktur IT, pengembangan Enterprise Resource Planning (ERP), penerapan Building Information Modelling (BIM), serta inovasi dalam penciptaan instrumen pendanaan mampu mendorong pendapatan Hutama Karya mencapai Rp8,115 triliun. 

“Kami mampu membukukan perolehan kontrak baru sampai dengan Juni ini sebesar Rp13,255 triliun atau 104,49% dari target perolehan kontrak baru yang ditetapkan hingga semester I 2019. Dan telah mencapi 35,90% dari target yang ditetapkan di tahun 2019,” ungkapya.

Hutama Karya juga mencatat pertumbuhan Net Profit Margin (NPM) yang positif atau menguat sebesar 13,61% per akhir Juni 2019, dari 6,35%.

Bintang menambahkan, perseroan memiliki rasio utang berbunga terhadap ekuitas (Gross Gearing Ratio) sebesar 0,66 kali, dari batas utang berbunga sekitar 2,25 kali. Artinya, perseroan dapat lebih agresif dalam menambah sumber pendanaan terkait pengerjaan proyek-proyek strategis nasional. 

“Hal ini tentunya akan menjadi penopang penting dalam rangka mempercepat penyelesaian penugasan pemerintah di jalan tol Trans Sumatera,” ungkapnya.

Saat ini, HK telah merampungkan pembangunan jalan tol Trans Sumatera sepanjang ±470 km. Artinya, tercapai 17% dari target yang diamanatkan sepanjang 2.765 km. Rencananya, ruas Pekanbaru – Dumai akan beroperasi akhir tahun ini sepanjang 131 km.

“Hal ini kami capai dengan melakukan berbagai inovasi, perbaikan metode kerja, dan efisiensi dalam melakukan procurement,” tegasnya.