Thermos Indonesia Ajak Masyarakat Gunakan Produk yang Ramah Lingkungan

Oleh : Nina Karlita | Rabu, 07 Agustus 2019 - 06:04 WIB

Thermos Indonesia Ajak Masyarakat Gunakan Produk yang Ramah Lingkungan
Thermos Indonesia Ajak Masyarakat Gunakan Produk yang Ramah Lingkungan

INDUSTRY.co.id - Jakarta, 6 Agustus 2019 ─ Thermos®, pelopor dalam mengembangkan produk-produk gaya hidup inovatif yang diisolasi dari vakum, hari ini (06/07) bertempat di The Terrace Senayan, meluncurkan beberapa varian produk terbarunya yaitu Ultra Light One Push Tumbler JNL 503, Food Jar JBM500 WK dan JBG1000WK. Produk yang dihadirkan untuk menemani aktivitas sehari-hari tersebut, didesain dengan bentuk yang stylish dan timeless. Dengan tampilannya yang menarik, produk-produk Thermos dapat menjadi hadiah spesial untuk orang-orang terkasih.

Menurut Andriani Melissa, Marketing Manager PT Thermos Indonesia Trading, ”Semua produk Thermos adalah produk yang ramah lingkungan dan tidak mengandung materi berbahan plastik sehingga aman bagi kesehatan.  Konsumen tidak perlu khawatir akan terkena bahaya zat kimia dan yang terpenting lagi dengan menggunakan produk-produk ramah lingkungan ini, kita dapat mengurangi polusi dan menjaga lingkungan. Melalui moment ini juga kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat melalui penggunaan produk yang aman.”

Sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini, Thermos terus melakukan inovasi dengan menghadirkan produk terbaru yang berkualitas dan mengikuti keinginan para konsumen setianya.  Semua produk  dari Thermos diciptakan dengan menggunakan materi stainless steel yang berkualitas dan telah teruji aman untuk digunakan. Produk Thermos didesain dengan teknologi vakum isolasi dinding ganda untuk retensi suhu maksimum yang dapat menjaga suhu air tetap sama dalam waktu yang cukup lama. Keunggulan lain dari produk Thermos ini adalah anti bocor, tidak mudah pecah serta tahan lama.  Hal tersebut sudah dibuktikan dari penggunaan yang lama dan aman.

Dilansir dari World Atlas, Indonesia menjadi negara ke-4 pengguna botol plastik terbanyak di dunia. Tercatat penggunaan botol plastik di negara Indonesia mencapai 4,82 miliar. Data dari Euromonitor pun menyebutkan, berdasarkan pertumbuhan rata-rata (CAGR) di Indonesia, pasar produk plastik rumah tangga terus mengalami peningkatan hingga tahun 2018 mendatang. Pertumbuhan market size untuk kategori pembelian produk Beverageware, Food Storage, dan Dinnerware sebesar 11,2% per tahun.

Seperti kita ketahui bersama, sampah botol plastik sangat sulit diurai. Di tanah botol plastik dapat menghalangi peresapan air dan sinar matahari, sehingga mengurangi kesuburan tanah dan dapat menyebabkan banjir. Di lautan secara leluasa dapat terpapar sinar ultraviolet matahari, kemudian terjadilah fotodegradasi yang memecah plastik menjadi ukuran kecil-kecil. Akhirnya bahan beracun dari plastik yang telah terpecah-pecah itu masuk dalam rantai makanan, termakan oleh makhluk hidup di laut, dari yang terkecil hingga yang terbesar dan manusia yang mungkin berada dalam urutan teratas rantai makanan tersebut, mendapatkan efek akumulasi dari bahan-bahan beracun itu. Lalu di udara komponen plastik pada botol yang bertebaran dapat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Sebagai contoh, plastik jenis polyvinyl chloride (PVC) yang mengandung halogen, akan memproduksi dioksin apabila dibakar. Dioksin adalah salah satu komponen paling berbahaya yang dihasilkan oleh manusia. Dari ketiga faktor tersebut, jelas botol plastik jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan pencemaran.

Menurut Hana Nur Auliana – Praktisi Lingkungan dari Waste4Change, “ Salah satu penyumbang plastik ke laut adalah dari botol plastik sekali pakai yang tidak didaur ulang atau dimanfaatkan kembali. Salah satu riset yang dilakukan oleh Profesor Jambeck  dari Universitas Georgia menyatakan Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik kedua di dunia. Untuk itu kami dari Waste4Change terus menerus mengkampanyekan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengobah pola konsumsi dan gaya hidupnya menjadi lebih ramah lingkungan.  Dengan pola 3R, masyarakat dapat mulai untuk menggunakan ulang botol plastik jika masih menggunakan atau mendaur ulangnya. Namun, yang paling penting adalah dengan mengurangi penggunaan botol sekali pakai dan mulai menggantinya dengan produk-produk yang berbahan stainless steel.”

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pembukaan Indonesia Pavilion di Davos, Swiss oleh para menteri Republik Indonesia dan Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman Darmansyah Hadad.

Rabu, 22 Januari 2020 - 15:51 WIB

Kopi dan Topi NTT Tampil Dalam Gelaran Indonesia Pavilion di WEF Davos 2020

World Economic Forum Annual Meeting merupakan konferensi tingkat tinggi yang dihadiri oleh sekitar 3.000 kepala negara, pimpinan perusahaan global, pemimpin organisasi politik, penemu-penemu…

Dyson Air Purifier TP04

Rabu, 22 Januari 2020 - 15:33 WIB

Teknologi Terbaru Dyson Air Purifier TP04, Membersihkan 99.97% Udara Kotor

Industri home appliances terus berinovasi dalam menciptakan teknologi terbaru. Sejak hadir di Indonesia pada tahun 2016, Dyson sebagai brand teknologi yang dikenal dengan berbagai macam produk…

Airbus BelugaXL

Rabu, 22 Januari 2020 - 15:00 WIB

Airbus Demonstrasikan Kemampuan Lepas Landas Otomatis

Pesawat uji coba Airbus telah sukses melakukan lepas landas secara otomatis dengan panduan sistem yang berbasis penglihatan di bandar udara Toulouse-Blagnac, Prancis.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Rabu, 22 Januari 2020 - 14:32 WIB

Triwulan IV 2019, Stabilitas Sistem Keuangan Terkendali

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyimpulkan stabilitas sistem keuangan triwulan IV 2019 tetap terkendali di tengah ketidakpastian perekonomian global yang menurun serta sorotan masyarakat…

Pentingnya Open Source di Industri Perbankan Indonesia

Rabu, 22 Januari 2020 - 14:00 WIB

Pentingnya Open Source di Industri Perbankan Indonesia

Transformasi yang terjadi di dunia keuangan dan perbankan dari era analog ke digital telah mengubah banyak hal. Tak hanya perilaku bisnis namun juga bisnis itu sendiri. Menjadikan tingkat persaingan…