INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 17,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp22,1 triliun pada kuartal III-2026.
Kinerja tersebut ditopang oleh bisnis distribusi produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya penjualan smartphone, PC, dan notebook, di tengah tekanan ekonomi dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Seiring dengan pertumbuhan penjualan, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp443,9 miliar pada periode tersebut.
Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja mengatakan, diversifikasi produk smartphone menjadi salah satu faktor yang menopang kinerja perseroan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Sejumlah merek yang didistribusikan MTDL, seperti Infinix dan Itel, turut berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis.
“Diversifikasi penjualan produk smartphone dari unit bisnis Distribusi seperti Infinix dan Itel menjadi penopang kinerja di tengah situasi ekonomi yang sedang penuh tantangan ini,” ujar Susanto dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Selain kedua merek tersebut, MTDL juga memperluas portofolio distribusi dengan menambahkan smartphone Villaon. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keberagaman produk sekaligus memperkuat posisi perseroan di pasar distribusi perangkat teknologi.
Dari sisi segmen usaha, bisnis Distribusi menjadi motor utama pertumbuhan MTDL. Unit bisnis ini mencatatkan penjualan sebesar Rp17,5 triliun, meningkat 23,4% YoY. Kontribusi tersebut didorong oleh permintaan terhadap smartphone, PC, dan notebook yang masih menjadi produk utama dalam portofolio distribusi perseroan.
Sementara itu, unit bisnis Solusi dan Konsultasi membukukan pendapatan sebesar Rp5,2 triliun, tumbuh 1,8% secara tahunan. Pertumbuhan yang lebih moderat pada segmen ini menunjukkan bahwa ekspansi pendapatan MTDL masih lebih banyak bertumpu pada bisnis distribusi produk TIK.
Ke depan, MTDL berupaya menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan fundamental bisnis, termasuk memperluas portofolio solusi, meningkatkan hubungan dengan pelanggan, serta mengembangkan pendapatan berulang.
Perseroan menyatakan strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga daya saing dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri TIK yang semakin kompetitif.