INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industrl Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) semakin gencar mensosialisasikan penghargaan Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2019.
Setelah Yogyakarta, kini giliran Surabaya menjadi Kota kedua yang dikunjungi Ditjen IKMA untuk mensosialisasikan penghargaan IGDS 2019. Dalam acara tersebut, turut hadir lebih dari 100 IKM di Surabaya.
Kegiatan ini diharapakan dapat meningkatkan nilai lebih dan daya saing dari produk yang memiliki potensi ekspor.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan, pihaknya semakin aktif memacu daya saing IKM nasional agar semakin kompetitif di pasar domestik maupun global.
"Salah satunya dengan terus meningkatkan inovasi dan kreasi desain produknya, melalui program penghargaan tertinggi dari Kementerian Perindustrian dalam bidang desain industri/desain produk kepada para desainer dan perusahaan/industri yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas produk industri nasional, dan juga sebagai upaya meningkatkan apresiasi desain dan kepercayaan terhadap kualitas produk lndonesia," jelas Gati di Surabaya, akhir pekan kemarin.
Ditambahkan Gati, desain merupakan elemen penting yang mampu memberikan nilai tambah suatu produk, baik dari sisi penampilan mauoun fungsi.
"Dengan desain yang kreatif dan inovatif, suatu produk akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di mata konsumen. Selain itu, industri atau praktisi dituntut untuk menciptakan desain suatu produk yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan selera konsumen namun juga diharapkan mampu menjadi trendsetter atau penggerak selera pasar," ungkapnya.
Untuk dapat meningkatkan daya saing produk-produk industri nasional utamanya di bidang desain maka dibutuhkan kolaborasi antara industri dengan komunitas desainer. IGDS 2019 tidak hanya menjadi sebuah kegiatan, tapi juga jadi gerakan yang dapat meningkatkan citra positif bangsa melalui produk-produk Indonesia yang inovatif dengan kualitas desain yang baik.
"Gelaran IGDS 2019 ini dapat mengangkat kemampuan dan potensi yang ada di Indonesia, baik itu seni dan budayanya maupun kompetensi sumber daya manusianya," tambahnya.
Penyelenggaraan IGDS telah dilaksanakan sejak tahun 2001 melalui lembaga independen di bawah lingkungan Kementerian Perindustrian yang saat itu masih bernama Depperindag, yaitu Pusat Desain Nasional, dan sejak tahun 2008 penyelenggaran IGDS dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal IKMA.
"IGDS 2019 merupakan penyelenggaraan yang ke-16 kali. Hal ini menjadikan IGDS sebagai bentuk penghargaan dalam bidang desain industri/desain produk nasional tertua dan terbesar di lndonesia," ungkap Gati.
Pada ajang IGDS 2019, ada 4 jenis penghargaan yaitu Best 20 yang diberikan kepada 20 produk terbaik, penghargaan People’s Choice diberikan kepada 1 produk yang dipilih secara online, Ialu ada Penghargaan Best 3 yang diberikan kepada 3 produk terbaik.
Terakhir, penghargaan Grand Award sebagai penghargaan tertinggi yang diberikan kepada 1 produk terbaik.
"Dalam 4 jenis penghargaan tersebut terdiri dari 6 kategori yaitu, produk furnitur dan home décor, produk industri kriya, produk perhiasan dan aksesoris fesyen, kemasan inovatif, alas kaki dan apparel, serta perlengkapan kantor," ungkap Gati.
Dalam penyelenggaraannya, IGDS 2019 dimulai dengan Open Call tanggal 23 Juli 2019 hingga 15 September 2019 dan malam penganugerahan pada tanggal 18 Oktober 2019 di Jakarta, Sebanyak 4 finalis akan melakukan presentasi final di depan tim juri untuk menentukan Best 3 dan Pemenang Grand Award.
"Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang Best 3 dan Grand Award, kami menyediakan hadiah uang tunai dan international trip yang dapat berupa workshop atau pameran di Iuar negeri," ungkap Gati.
Sampai tahun 2018, Direktorat Jenderal industri kecil, menengah dan aneka telah memfasilitasi 7565 desaian kemasan, 8110 desaian merek dan bantuan dalam bentuk kemasan cetak yang diberikan kepada 411 IKM.