Geliat Ekspor Kacang Hijau Mulai Meningkat

Oleh : Wiyanto | Jumat, 02 Agustus 2019 - 07:33 WIB

Lahan tanaman kedelai
Lahan tanaman kedelai

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Peningkatan ekspor komoditas tanaman pangan tercatat naik untuk beberapa komoditas, contohnya seperti kedelai, ubikayu dan kacang hijau. Faktanya, merujuk data BPS, peningkatan signifikan ekspor kacang hijau semester I tahun 2019 naik 114%, sebanyak 1.681 ton dibandingkan tahun 2018 dan tahun 2019 mencapai 3.489 ton atau senilai Rp 4,5 Milyar, sedangkan tahun 2018 hanya 1.628 ton atau senilai Rp 2,6 juta Milyar.

"Sampai dengan bulan ini kacang hijau berhasil masuk ke beberapa negara seperti Taiwan, Cina, Filipina, Vietnam, dan Indi," demikian dikatakan Direktur Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi saat rapat koordinasi Luas Tambah Tanam di Semarang, Kamis (1/8/2019).

Ia menjelaskan peningkatan ekspor ini dapat menjadi trigger untuk memperluas usaha produksi tanaman pangan khususnya kacang hijau. Untuk menjamin pasar ekspor, hal penting yang harus diperhatikan adalah kontinuitas produk baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Tercatat dari data BPS peningkatan ekspor lebih besar dalam bentuk olahan sebesar 1.539 ton dari 1.628 ton tahun ini.

"Artinya, orientasi kita harus mulai diubah. Arahkan produk olahan untuk ekspor agar kita juga punya added value yang lebih tinggi," jelasnya.

"Untuk produk segar pun kita harus perhatikan dari sisi kualitas dengan perbaikan sistem pascapanen dan pengolahan. Kementan melalui Ditjen Tanaman Pangan mulai memberikan fasilitasi untuk peningkatan mutu hasil, seperti peralatan packing dan grading, serta alat pengolahan," tambah Suwandi.

Sentra kacang hijau banyak ditemukan di wilayah Demak, Sumenep, Kediri, DIY, Jawa Barat, Sulsel, NTB, dan NTT. Produksi dan luas panen kacang hijau cenderung menurun, namun yang menarik produktivitasnya meningkat.

"Di tahun 2018 tercatat produktivitasnya tertinggi selama 10 tahun terakhir sebesar 1,2 ton per hektar," terang Suwandi.

Untuk varietas kacang hijau yang dibudidayakn petani, banyak memilih varietas unggul seperti varietas Walet, Sriti, Nuri, Kenari. Kemudian varietas Murai, Perkutut, Sameong, Kutilang, Vima-1, Vima-2 dan Vima-3.

Menurut Suwandi, budidaya kacang hijau sebenarnya mudah sekali dan menguntungkan dibandingkan tanaman pangan lainnya, berumur genjah yakni 55 sampai 65 hari. Keunggulannya lebih toleran kekeringan dengan kebutuhan air untuk pertumbuhan kacang hijau relatif kecil, 50 sampai 200 mm per tahun.

"Kemudian pada curah hujan minimum masih dapat tumbuh karena ia berakar dalam, dapat ditanam pada lahan yang kurang subur, cara budidaya mudah, cukup olah tanah minimal, hama yang menyerangpun relatif sedikit," sebutnya.

Suwandi menuturkan tanaman kacang hijau biasanya ditanam pada musim kemarau untuk menggantikan padi atau tanaman sela antara musim kemarau ke musim hujan berikutnya. Pada musim kemarau hanya kacang hijau yang bisa tumbuh di pematang sawah.

"Jadi sambil menunggu musim hujan petani dapat bertahan dengan hasil tanaman kacang hijau," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Fajar Hutomo, Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Senin, 16 September 2019 - 07:42 WIB

Bekraf Sambut Kehadiran Blockchain Bisa Atasi Sejumlah Persoalan Hak Intelektual

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menyambut antusias keberadaaan tekhnologi blockhain di tanah air karena sangat membantu mengatasi sejumlah persoalan Hak Inelektual yang terjadi selama ini. Sejumlah…

Industri Tekstil

Senin, 16 September 2019 - 07:15 WIB

Kemenperin Rajut Harmonisasi Industri Tekstil Nasional

Kementerian Perindustrian bersama para stakeholder sedang berupaya melakukan harmonisasi tarif di industri tekstil dan produk tekstil (TPT), mulai dari sektor hulu sampai hilir sehingga untuk…

Pendaki Cilik, Fayyadh Qaishar Syafiq asal Tanggerang, Banten

Senin, 16 September 2019 - 07:14 WIB

Pendaki Cilik Terjang Butiran Es di Puncak Gunung Gede

Jakarta - Pendaki cilik asal Cipondoh Tangerang, Fayyadh Qaishar Syafiq (11 tahun), melakukan kembali pendakian yang kedua kalinya di Gunung Gede Desa Suka Tani, Cipanas, Bogor, Jawa Barat.

Waskita Realty-BTN Sepakat Pembiayaan Properti Program SatiFive

Senin, 16 September 2019 - 07:00 WIB

Waskita Realty-BTN Sepakat Pembiayaan Properti Program SatiFive

PT Waskita Karya Realty (Waskita Realty), anak perusahaan dari PT Waskita Karya, (Persero), Tbk, yang bergerak pada bidang pengembangan properti, melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama…

Robert Walters Indonesia Meraih Predikat The Best Companies To Work For In Asia

Senin, 16 September 2019 - 06:00 WIB

Robert Walters Indonesia Meraih Predikat “The Best Companies To Work For In Asia”

Robert Walters Indonesia, perusahaan spesialis rekrutmen profesional berskala global dinobatkan sebagai “The Best Companies To Work For In Asia 2019” oleh HR Asia Magazine. Pada tahun ini,…