Bantah Isu Banjir Produk Tekstil, PPLBI: Barang yang Masuk PLB Adalah Bahan Baku Industri

Oleh : Hariyanto | Selasa, 30 Juli 2019 - 17:08 WIB

Bahan baku produk tekstil
Bahan baku produk tekstil

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Ketua Umum Perkumpulan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPLBI) Ety Puspitasari mengatakan, PPLBI mendukung penuh industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional sebagai salah satu industri strategis andalan pemerintah.

Ety mengatakan, saat ini PLB sudah sesuai dengan salah satu tujuannya yaitu untuk mendekatkan bahan baku industri termasuk industri kecil dan menengah (IKM) dan mendekatkan proses ekspor. Bagi tekstil dan produk tekstil (TPT) PLB juga berperan dalam mendekatkan bahan baku industri dan mendorong  terjadinya efisiensi.

“PLB yang menjadi anggota PPLBI mendukung efisiensi dan efektifitas produsen di Indonesia.  Terkait dengan industri TPT dalam negeri, kebanyakan barang yang masuk PLB adalah bahan baku industri dan bukan barang jadi siap jual ke pasar domestik. Selain itu, jumlah importasi TPT yang  melalui  PLB juga masih sangat  kecil,  sekitar 2.7 %  dari total importasi yang terkait TPT,” ujar Ety di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Dari total 48 anggota PPLBI dan keseluruhan PLB operator saat ini kebanyakan PLB masuk klasifikasi PLB industri besar dan hanya satu PLB barang jadi untuk kebutuhan industri minuman beralkohol. 

Sedangkan untuk PLB industri e-commerce yang terdaftar sebagai PLB operator baru satu perusahaan dan belum melakukan transaksi importasi karena masih harus melakukan proses sinkronisasi dengan  sistem Bea dan Cukai. Sehingga menurut Ety tidak benar mengenai isu banjir produk jadi tekstil (peningkatan impor TPT) yang ada saat ini disebabkan Pusat Logistik Berikat (PLB).

PLB merupakan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah dan perusahaan yang akan mengajukan menjadi PLB harus memenuhi persyaratan yang cukup ketat. Pertama, PLB hanya diberikan kepada trusted company. 

Kedua, PLB wajib menerapkan sistem pergudangan modern, elektronik dan transparan yaitu penggunaan e-seal. Serta pencatatan barang masuk dan keluar melalui sistem TI dan CCTV yang online dapat dipantau oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak. 

Ketiga, semua barang yang masuk PLB wajib di-stripping sehingga tidak mungkin PLB menyembunyikan barang dari pantauan Bea dan Cukai. Terakhir, pemasukan dan pengeluaran barang wajib membuat dokumen pabean dan ketika keluar dari PLB harus memenuhi ketentuan impor.

Proses pengawasan di dalam PLB sendiri saat ini sudah berjalan sesuai dengan koridor perundangan yang berlaku dan juga cukup ketat. Operator PLB juga menjadi partner Bea Cukai dalam hal pengawasan dan tidak tertutup kemungkinan untuk instansi lainnya jika diperlukan. 

“Kami sangat terbuka sekali dan sangat menyambut bila ada pihak yang ingin melakukan peninjauan lapangan atau bahkan berdiskusi langsung dengan para pelaku usaha PLB. Karena sebenarnya barang masuk dan keluar dari PLB sangat transparan,” tutup Ety.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dahlan Iskan

Selasa, 21 Januari 2020 - 10:00 WIB

Beginilah TVRI

Pecandu Liga Inggris kelimpungan sejak tahun lalu. Sejak hak siar di Indonesia pindah ke MolaTV.

Para pemain, Kru, Sutradara dan Produser film 'Dignitate' produksi MD PIctures

Selasa, 21 Januari 2020 - 09:38 WIB

Ahmad Dhani Bangga Al Ghazali Mampu Mainkan Peran Emosional Di film Dignitate

Musisi senior Ahmad Dhani mengaku bangga terhadap putra pertamanya Al Ghazali yang mampu memainkan peran sebagai anak muda yang berusaha mengangkat kehormatan keluarganya di film Dignitate.…

Para Pengurus Himpunan Pengusaha Online Internasional (HIPO) merayakan milad 1 di Ball Room JIexpo Kemayoran Jakarta.

Selasa, 21 Januari 2020 - 08:40 WIB

Himpunan Pengusaha Online Internasional Targetkan 1 Juta Anggota Di 2020

Himpunan Pengusaha Online Internasional (HIPO) mentargetkan jumlah anggota akan mencapai 1 juta orang hingga akhir tahun 2020 dari jumlah 200 ribu saat ini. Hal ini terungkap dalam Rakernas…

Dermaga IPCC (Foto Istimewa)

Selasa, 21 Januari 2020 - 07:57 WIB

Sepanjang 2019, IPCC Catatkan Pertumbuhan Dobel Digit

Di tengah masih menderunya kondisi perang dagang antara Amerika Serikat dan China hingga maraknya persepsi banyak kalangan pelaku usaha dan bisnis bahwa akan adanya resesi global yang dapat…

Jakarta-Program Jalan-Jalan SiCepat (JJS) merupakan program kerjasama dengan e-commerce Shopee yang diikuti oleh seluruh seller Shopee yang telah memilih layanan SiCepat Ekspres.

Selasa, 21 Januari 2020 - 07:05 WIB

Pengumuman Pemenang Program Jalan-Jalan Sicepat

Jakarta-Program Jalan-Jalan SiCepat (JJS) merupakan program kerjasama dengan e-commerce Shopee yang diikuti oleh seluruh seller Shopee yang telah memilih layanan SiCepat Ekspres.