INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal melanjutkan pelemahan seakan mencoba menguji support Moving Average 50 hari dan Moving Average 200 hari. Indikator Stochastic melemah berada pada area oversold dengan RSI yang telah menjenuh aksi jualnya.
"Meskipun demikian terdapat support terdekat yang dicoba uji oleh IHSG sehingga kami proyeksikan IHSG bergerak cenderung terkonsolidasi melemah pada perdagangan selanjutnya pada support resistance 6234-6315," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Saham-saham yang sudah dapat dicermati yakni; INKP, WSBP, HMSP, BBNI, BBTN, BMRI, PGAS, ASII, ADRO, BSDE.
IHSG (-0.41%) ditutup melemah sejak sesi pertama diawal pekan sebesar 26.20 kelevel 6299.03 dengan saham-saham sektor Konsumer (-1.59%) dan Trading (-1.15%) memimpin pelemahan. Saham UNVR (-3.57%) dan HMSP (-3.09%) membebani pergerakan IHSG dengan melemah lebih dari 3 persen. Meskipun secara fundamental kedua saham ini cukup baik memiliki ROE yang sehat dan konsensus target yang juga mengiurkan.
UNVR memiliki target konsensus dikisaran Rp46.475 sedangkan HMSP dilevel Rp3.800 perlembar saham. Penambahan variable free float dalam perhitungan bobot sejumlah indeks acuan masih menjadi pengaruh negatif pada saham yang memiliki free float dibawah rata-rata. Rupiah (-0.08%) bergerak melemah diawal pekan kelevel Rp14.020 mengiringi aksi jual investor asing sebesar 280.41 miliar rupiah.