Beli Satu Baju Habiskan 2,700 Liter Air, Setara dengan Minum Manusia Selama 3 Tahun

Oleh : Andi Mardana | Sabtu, 27 Juli 2019 - 17:22 WIB

Membeli pakaian bekas pakai membantu mengurangi emisi karbon 20 - 30 persen.(Andi Mardana)
Membeli pakaian bekas pakai membantu mengurangi emisi karbon 20 - 30 persen.(Andi Mardana)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Selain permasalahan sampah plastik sekali pakai saat traveling, ternyata masih ada juga permasalahan sampah lainnya yang dekat dengan kehidupan kita. Coba lihat isi lemari Anda, pasti ada tumpukan baju yang sudah tidak pernah Anda pakai lagi kan

Lahirnya banyak merek fesyen di Indonesia telah mempengaruhi gaya berbusana khususnya bagi para wanita dan menimbulkan suatu habit untuk selalu berbelanja pakaian demi mengikuti tren gaya terbaru.

Sehingga kita kerap kali membeli baju baru tanpa sadar bahwa banyak baju yang sudah tidak terpakai yang kemudian menjadi limbah sampah pakaian.

Amanda Zahra Marsono, Public Relations and Project Manager #TukarBaju mengungkapkan hidup zero waste tidak hanya berhenti pada pengurangan sampah plastik sekali pakai saja.

"Tanpa kita sadari, pakaian yang kita pakai setiap harinya juga bisa menjadi sumber sampah yang berbahaya bagi bumi tercinta," jelas Amanda dalam talkshow "Travel More Waste Less" oleh Bank DBS di Jakarta, Sabtu (27/7).

Industri fesyen adalah salah satu industri yang paling berpolusi di dunia. Olehnya itu ia menggagas #TukarBaju, sebuah kampanye untuk menciptakan kesadaran bagi masyarakat dan sebagai salah satu solusi akan sampah fesyen dan limbah tekstil di Indonesia.

Amanda menjelaskan bahwa untuk membuat satu lembar baju berbahan katun membutuhkan 2.700 liter air setara dengan jumlah air minum manusia selama 3 tahun.

"Baju bahan katun ini terbuat dari kapas, tumbuhan kapas menyerap air hingga kemudian bisa dipanen dan diolah menjadi pakaian. Air yang diserap tumbuhan kapas itu setara dengan air minum kita selama 3 tahun," jelasnya.

"Kegiatan #TukarBaju dapat menjadi alternatif untuk kamu yang aktif mengikuti tren fesyen kekinian tanpa harus mengkonsumsi hal baru," ujar Amanda.

Melalui kegiatan #TukarBaju, orang-orang dapat membawa pakaian bekas layak pakainya yang kemudian akan ditukarkan dengan pakaian milik orang lain.

"Sebelum ditukarkan, baju yang dibawa akan dikurasi kelayakannya terlebih dahulu," tambah Amanda.

Lebih lanjut Amanda menjelaskan bahwa menurut berbagai penelitian rata-rata perempuan memakai baju yang ia beli tujuh kali dengan periode kurang lebih 9 bulan.

"Teman-teman kalau sudah 9 bulan pasti sudah ada hasrat membeli baju baru. Dan baju akan menumpuk di lemari. Kalau kita bisa memperpanjang umur baju, kita bisa mengurangi 20 persen - 30 persen dari total emisi karbon," terangnya.

Selain bekerja sama dengan Zero Waste Indonesia, Bank DBS Indonesia juga bekerja sama dengan Weekend Workshop (WEWO) untuk menyediakan sesi workshop cara membuat travel kit dari bahan daur ulang seperti kaos.

Mona Monika, Executive Director, Head of Marketing Communications PT Bank DBS Indonesia mengatakan kegiatan 'Travel more, Waste less' merupakan rangkaian kegiatan dari gerakan Recycle more, Waste less.

"Dimana kami sebagai perbankan ingin mendukung program pemerintah Indonesia Bersih Sampah 2025," jelas Mona.

Ia melihat bahwa milenial Indonesia memiliki suara dan peranan yang besar dalam mewujudkan perubahan. "Untuk itu kami mengadakan suatu kegiatan yang sangat berhubungan dengan milenial untuk dapat mendorong mereka turut serta secara aktif dalam gerakan ini," pungkas Mona.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi

Selasa, 14 Juli 2020 - 13:00 WIB

Amanat Presiden Republik Indonesia pada Prasetya Perwira (PRASPA) TNI dan Kepolisian Negara 14 Juli 2020

Pada kesempatan yang berbahagia ini atas nama pribadi, atas nama masyarakat, atas nama negara dan bangsa, saya menyampaikan selamat atas pelantikan Saudara-saudara para kesatria muda sebagai…

Ilustrasi kantong plastik

Selasa, 14 Juli 2020 - 12:45 WIB

Dear Pak Jokowi! Larangan Penggunaan Plastik Justru Buat Ekonomi Masyarakat Makin Sulit

Wakil Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Justin Wiganda mengatakan pelarangan penggunaan plastik bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan sampah plastik.

Lintasarta mengadakan program acara webinar bertajuk “Industry 4.0 Technologies and Their Applications in Fighting Covid-19” dengan mengundang beberapa pakar ICT di Indonesia.

Selasa, 14 Juli 2020 - 12:31 WIB

Covid-19 Dorong Industri Supply Chain Terapkan Digitalisasi Untuk Permudah Bisnis, Lintasarta Siapkan Solusi ICT-nya

Jakarta-Lintasarta, perusahaan ICT total solutions, kembali memperkenalkan berbagai solusi ICT andal yang dapat membantu industri supply chain dalam menjalankan bisnis di masa New Normal.

Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 14 Juli 2020 - 12:30 WIB

IPW Desak Polri Tegas Bubarkan Judi Online Semakin Merajalela

Ind Police Watch (IPW) khawatir hasil judi online itu akan digunakan untuk mensponsori figur figur yang dijagokan para bandar di pilkada serentak yang akan berlangsung Desember mendatang. Sebab…

Cara pemotongan hewan qurban bersih, halal dan aman (Doc: Kementan)

Selasa, 14 Juli 2020 - 12:24 WIB

Kementan Atur Pelaksanaan Kurban di Tengah Pandemi

Pemerintah berupaya menjaga jaminan keamanan dan kelayanan daging kurban dalam pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idhul Adha 1441 H yang diprediksi jatuh pada 31 Juli mendatang. Kementerian…