Ada Dugaan "Kartel" Didalam Derasnya Impor Baja Non-SNI di Indonesia

Oleh : Ridwan | Rabu, 24 Juli 2019 - 18:30 WIB

Anggota Komisi VII DPR-RI Fraksi Golkar, Maman Abdurrahman
Anggota Komisi VII DPR-RI Fraksi Golkar, Maman Abdurrahman

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) Maman Abdurrahman mengatakan, kuat dugaan ada usaha 'Kartel' di dalam derasnya arus impor produk baja non Standar Nasional Indonesia (SNI) di Indonesia. 

"Analogi saya, kuat dugaan ada usaha kartel di dalam impor baja non-SNI. Apalagi, permasalahan ini sudah berjalan cukup lama dan berulang-ulang," kata Maman seusai acara FGD "Pemberantasan Peredaran Produk Baja Non-SNI" di Menara Kadin Jakarta, Rabu (24/7).

Analogi Maman diperkuat dengan data dari Sucofindo yang menunjukkan bahwa, dari total 8 juta ton baja impor yang masuk ke Indonesia, hampir 50% belum terverifikasi SNI. "Artinya, kalau ada sampai 50 persen yang belum terverifikasi berati kan ada dugaan potensi menuju ke kartel. Ini larinya kemana, ko bisa lepas begitu saja?," tegasnya.

Dijelaskan Maman, produk baja impor yang belum terverifikasi sesuai standar SNI sudah beredar luas. Bahkan, sudah bisa didapatkan di toko-toko material bangunan. "Hampir sebagian besar produk baja yang dijual di toko-toko bangunan itu masih belum terverifikasi SNI," kata Maman.

Menurutnya, permasalahan ini harus menjadi evaluasi bersama antara aparatur penegak hukum dengan instansi terkait. "Ini kan persaingan bisnis antara pengusaha yang pro SNI dan Non-SNI. Saya berharap ini bisa menjadi kerja kita bersama dan low enforcement juga, yaitu bagaimana aparatur penegak hukum bisa bersama-sama instansi terkait membentuk taspos untuk melakukan penanganan dan investigasi maupun pengantisipasian beredarnya produk-produk baja, dan ditindak secara serius," paparnya. 

Lebih lanjut, maman menjelaskan, pembentukan taspos harus melibatkan semua instansi terkait. Ia menilai pembentukan taspos itu sangat penting dalam rangka untuk mengatasi dan mengantisipasi beredarnya praktek-praktek impor baja di luar aturan. "kalau ada salah satu instansi yang enggan terlibat dalam pembentukan taspos, ya patut kita pertanyakan juga ada apa?. Karena ini kan untuk bangsa dan negara, ini sesuatu yang mungkin kita duga menyalahi aturan. Nah, penegak hukum harus hadir untuk melakukan penindakan," terang Maman.

Dikatakan maman, membanjirnya impor produk baja non-SNI tidak lebih dari kurangnya pengawasan. "kalau dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sudah detail banget untuk proteksinya. Namun, pada saat selesai dari Kemenperin, ini kan sudah wilayahnya penegak hukum. Jadi, inti permasalahannya lebih karena kurangnya pengawasan," katanya.

Maman melanjutkan, pihaknya dari Komisi VII DPR-RI terus mendorong hadirnya investor untuk ikut berpartisipasi dan tertarik di dalam industri hulunya. "Ini kan semua barang-barang impor, kalau cadangan besi dan baja kita cukup, tidak perlu pusing-pusing urusin impor," kata Maman.

Menurutnya, saat ini ada kurang lebih 3 miliar ton potensi cadangan ferrum (Besi) di Indonesia. "Ini kan sebenarnya potensi, cuma karena masih kurang peminatnya yan makanya kita terus dorong. Artinya, dalam jangka panjang, potensi ini akan menekan angka impor, selanjutnya kita dorong partisipasi pemanfaatan ferrum ini," tandas Maman.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Legenda Sepak Bola Luis Figo

Minggu, 26 Januari 2020 - 18:30 WIB

Legenda Sepak Bola Luis Figo Ikut Promosikan UEFA EURO 2020 akan Tayang di RCTI

Untuk Ke 7 kalinya MNC group menjadi Official Broadcaster UEFA EURO 2020. MNC Group melalui RCTI dan PT MNC Vision Networks Tbk (MVN) dipercaya untuk menjadi Official Broadcaster UEFA EURO 2020…

Maskapai Garuda Indonesia

Minggu, 26 Januari 2020 - 18:00 WIB

Garuda Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Virus Pneumonia Wuhan

Maskapai nasional Garuda Indonesia meningkatan upaya antisipatif dan kewaspadaan atas merebaknya penyebaran virus pneumonia Wuhan atau novel coronavirus (nCoV) .

Diskusi Pencak Silat Betawi di TIM

Minggu, 26 Januari 2020 - 16:17 WIB

Ini Arah Pencak Silat Betawi Sebagai Warisan Budaya Dunia tak Benda

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan pencak silat sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia dari Indonesia dalam…

Tol Hutama Karya

Minggu, 26 Januari 2020 - 16:00 WIB

Hutama Karya-BPJT dan ATI Gelar Aksi Keselamatan di Jalan Tol

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kembali melanjutkan kampanye peningkatan kesadaran keselamatan dalam berkendara di jalan tol yang dikelolanya. Kampanye bertajuk SETUJU yang merupakan…

Traktor untuk pertanian

Minggu, 26 Januari 2020 - 15:57 WIB

Kementan Dorong Pemanfaatan Lahan Di Wilayah Perhutanan Sosial

Kementan sejak tahun 2017 sudah mulai memanfaatkan lahan di perhutanan untuk pertanaman komoditas tanaman pangan.