RIDMA: Kasus Komedian Nunung Buka Aib Program BNN Gagal

Oleh : Herry Barus | Senin, 22 Juli 2019 - 16:24 WIB

Nunung Srimulat
Nunung Srimulat

INDUSTRY.co.id - Jakarta —  Mengapresiasi polisi yang menangkap komedian Nunung  dan salut dengan kepolisian yang berani berterus terang perihal latar belakang pecandu yang memakai lebih dari 20 tahun lalu. 

LSM Ridma Foundation yang merupakan jaringan Bersama ini melihat sisi lain, mengapa polisi berani menyebut yang bersangkutan sudah memakai sabu sejak 20 tahun lalu.

“Artinya, program deteksi penyalahguna narkoba yang selama ini didengungkan oleh BNN, yakni Wajib Lapor bagi pecandu tidak jalan,” demikian rilis yang disebar oleh LSM yang berdiri sejak jaman Bakolak Inpres, sebelum BNN hadir, Senin (22/7/2019)

Informasi bahwa penyalahguna Narkoba yang sudah lapor, maka yang bersangkutan dirujuk untuk mengikuti terapi rehabilitasi agar bersangkutan bisa pulih dan meninggalkan perilaku buruknya sebagai penyalahguna Narkoba.

“Kasus Nunung dan suaminya, yang menurut polisi sudah lebih 20 tahun sebagai pecandu. Membuka mata kita, bahwa masih banyak pecandu yang dengan sadar diri, belum melaporkan kasus kecanduannya. Padahal mereka mendapat fasilitas untuk menjalani terapi rehabilitasi,” ujar Asri Hadi, LSM Bersama.

Asri Hadi mengingatkan, terapi rehabilitasi menjadi tanggung jawab negara.

Proses melaporkan diri itulah yang disebut wajib lapor. Kegiatan wajib lapor ini diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika.

Wajib lapor adalah kegiatan melaporkan diri yang dilakukan oleh pecandu Narkotika yang sudah cukup umur atau keluarganya.  Mereka oleh negara,  dianggap korban yang perlu mendapatkan pengobatan dan atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Pada Undang – Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika pada pasal 54 dinyatakan bahwa Pecandu Narkotika dan korban penyalah guna Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Dengan demikian jelas, bahwa apabila ada penyaalh guna Narkoba secepat mungkin yang bersangkutan (apabila sudah dewasa) ataupun orang tua dari penyalah guna (apabila penyalah guna belum cukup umur) segera melaksanakan wajib lapor agar penyalah guna tersebut segera menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Masyarakat di sekitarnya harus memprakasai kegiatan wajib lapor ini. Agar segera dapat mencapai lingkungan bebas Narkoba,” ujar S.S Budi Rahardjo, jurnalis yang juga sebagai Ketua LSM Ridma Foundation mengingatkan.

“Pemerintah, dalam hal ini BNN perlu lebih intensif, mensosialisikan apa itu wajib lapor pecandu narkotika. Prosesnya dan institusi mana saja, yang memberi fasilitas itu,” demikian Jojo dari LSM Ridma Foundation menerangkan.

Pengaturan Wajib Lapor Pecandu Narkotika bertujuan untuk memenuhi hak pecandu Narkotika dalam mendapatkan pengibatan dan atau perwatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Jangan setelah yang  bersangkutan tertangkap baru mengurus rehabilitasi. Di sinilah, menjadi lahan oknum, untuk memeras pencandu, dengan menakut/nakutin dengan pasal-pasal pengedar,” demikian Asri Hadi dan S.S Budi Rahardjo mengingatkan.  

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Senin, 20 Januari 2020 - 10:20 WIB

Ini Lima Strategi Kementerian PUPR Dalam Pengelolaan Cerdas Sumber Daya Air

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, pengelolaan SDA dapat memanfaatkan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sehingga menghasilkan kualitas pengelolaan yang lebih…

Shape Security

Senin, 20 Januari 2020 - 10:00 WIB

F5 akan Mengakuisisi Shape Security dan Mentransformasi Keamanan Aplikasi

F5 Networks, Inc. (NASDAQ: FFIV) dan Shape Security mengumumkan kesepakatan definitif yang menyatakan F5 akan mengakuisisi seluruh saham Shape dengan nilai total perusahaan sekitar US$1 miliar…

Pengerahan alat berat

Senin, 20 Januari 2020 - 09:52 WIB

Kementerian PUPR Turunkan 16 Alat Berat Buka Daerah Terisolir di Sukajaya, Bogor

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pengerahan alat berat tersebut agar jalan utama menuju desa-desa yang terisolir bisa diakses.

Pertamina (Foto: Ist)

Senin, 20 Januari 2020 - 09:00 WIB

PEPC Raih Penghargaan Zero Accident dari Pemprov Jatim

PT. Pertamina EP Cepu (PEPC) berhasil meraih penghargaan Zero Accident dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Penghargaan ini diserahkan pada Apel Akbar yang diadakan oleh Pemerintah Propinsi…

Bursa Efek Indonesia

Senin, 20 Januari 2020 - 08:47 WIB

Reliance : IHSG Diprediksi Bakal Uji Titik Resistensi 6.340 pada Perdagangan Hari ini

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia, mengemukakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal bergerak naik serta menguji titik resistensi…