Forum Kerjasama Agribisnis Indonesia-Singapura Tingkatkan Ekspor Hortikuktura

Oleh : Wiyanto | Jumat, 19 Juli 2019 - 09:42 WIB

Ilustrasi Makanan Sehat, Buah dan Sayur-sayuran (Chodijah Febriyani/Industry.co.id)
Ilustrasi Makanan Sehat, Buah dan Sayur-sayuran (Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id

Jakarta Pemerintah Indonesia dan Singapura bertekad untuk terus memperkuat dan memperluas kerjasama agribisnis antar kedua negara melalui peningkatan dan perluasan komoditas ekspor. Kerjasama perluasan pasar ekspor ini sejalan dengan kebijakan Mentan Amran untuk menggerakkan ekspor produk pertanian diantaranya hortikultura.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam hasil sidang ke-15 Forum Kerjasama Agribisnis Indonesia dan Singapura atau yang dikenal dengan Agribussiness Working Group (AWG) digelar mulai tanggal 16 Juli 2019 di Singapore Food Agency Headquarter (SFA).

Pertemuan yang dilanjutkan dengan sidang Six Working Group Senior Official Meeting (6WG SOM) antara Indonesia dan Singapura tersebut mengagendakan pembahasan perkembangan di masing-masing working group (WG). Pertama, WG on Bintan Batam Karimun and Special Economic Zones, kedua, WG on Investment, ketiga, WG on Man Power, keempat, WG on Transportation, kelima, WG on Agribusiness dan keenam , WG on Tourism.

Delegasi sidang AWG, Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, diikuti perwakilan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian, serta staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Sedangkan delegasi Singapura dipimpin oleh CEO SFA. Sementara pada pertemuan SOM di Hotel Mandarin Orchad (17/7), dipimpin oleh Permanent Secretary of the Ministry of Trade and Industry of Singapore dan Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional, Kemenko Perekonomian.

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, RR Liliek Sri Utami mengatakan kinerja subsektor pertanian dalam forum AWG Indonesia-Singapura paling menonjol. Forum AWG ini punya tiga Sub Working Group (SWG) yang dievaluasi kinerja pelaksanaannya dengan Key Performance Indicators (KPI) selama kurun waktu 2016 – 2020.

“Hingga akhir tahun 2018, hanya SWG on Agriculture yang telah memenuhi KPI, sedangkan SWG lainnya yaitu Fish and Fisheries Products baru melaksanakan 3 kegiatan. Kementan selama ini selalu proaktif mengawal forum kerjasama ini,” ujar Liliek di Singapur, Jumat (19/7).

Liliek mengungkapkan delegasi yang dipimpinnya mendorong peningkatan ekspor buah dan sayuran ke Singapura melalui pengembangan kawasan perbatasan dan korporasi. Ekspor buah Indonesia ke Singapura tahun 2018 mencapai 3.043 ton, meningkat 42% dibanding tahun 2017 yang hanya sebanyak 2.140 ton. Kemudian, ekspor sayuran 2018 sebanyak 20.218 ton, naik 5% dibanding periode 2017 sebanyak 19.297 ton.

"Program Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun juga akan terus didorong dan dipacu. Kita sudah ekspor nenas pada tahun 2018 lalu dari Karimun. Kita juga sudah usulkan agar tanaman obat dan tanaman hias bisa masuk dalam lingkup kerjasama forum AWG ini agar cakupan ekspor kita bisa lebih luas lagi," tuturnya.

Terkait aturan perkarantinaan, Liliek menjelaskan Kementan telah mengembangkan model kerjasama Electronic Certification (eCert) dalam prosedur perkarantinaan untuk memfasilitasi ekspor dan impor produk buah, sayur dan perikanan. Pihak Singapura sudah berkomitmen untuk memfasilitasi usulan ini dan menghubungkan dengan pihak NParks yang menangani perkarantinaan disana.

Delegasi Singapura berencana hadir ke Indonesia guna menjajaki perluasan ekspor pada forum Trade Expo Indonesia (TEI) pada16 - 20 Juli 2019 di Jakarta.

"Pelaksanaan expo tersebut diyakini mampu menjadi sarana temu bisnis baik pelaku industri buah dan sayuran bahkan perikanan antara kedua negara serta sarana promosi bagi produk unggulan Indonesia," ujar Liliek.

"Sesuai arahan Mentan Amran untuk kemudahan dan percepatan ekspor, maka diplomasi perdagangan yang kuat dan berbagai kemudahan kemudahan yang diberikan pemerintah, kita optimis ekspor ke Singapura akan semakin meningkat," tambuhnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

B4TPowerHouse

Minggu, 18 Agustus 2019 - 17:32 WIB

Mati Lampu? Balai Kemenperin Ciptakan Penyimpan Daya Listrik Portabel

Ketersediaan dan akses layanan energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia akan menembus di angka…

Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana (kedua dari kiri), dan Direktur Human Capital Management Telkom Edi Witjara (paling kiri) berbelanja produk kerajinan di UKM Binaan Telkom

Minggu, 18 Agustus 2019 - 16:47 WIB

Telkom Terlibat Selenggarakan Jalan Sehat di Kaltara

Tarakan – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama Perum Jamkrindo dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyelenggarakan Jalan Sehat yang diikuti sebanyak tidak kurang dari…

TACO dan Senayan City Luncurkan Pameran Karya Kita

Minggu, 18 Agustus 2019 - 13:19 WIB

TACO dan Senayan City Luncurkan Pameran Karya Kita

sebuah perusahaan yang bergerak di bidang bahan bangunan khususnya produk-produk interior, bekerjasama dengan Senayan City menghadirkan KARYA KITA dengan tema Mosaic of Diversity. Didukung oleh…

Daerah Irigasi Lakitan Sumsel

Minggu, 18 Agustus 2019 - 12:16 WIB

Kementerian PUPR Bangun Saluran Irigasi Primer 3,5 Km dan Sekunder 25 Km di Sumatera Selatan

Luasan DI Air Lakitan akan bertambah 2.590 hektar untuk memenuhi luas layanan 9.697 hektare.

Hunian Sementara atau Huntara

Minggu, 18 Agustus 2019 - 12:10 WIB

786 Bilik Huntara Tersisa Segera Dihuni Warga Terdampak Bencana di Palu, Sigi dan Donggala

Jakarta - Kementerian PUPR membangun hunian sementara (huntara) sebanyak 699 unit yang terdiri dari 8.388 bilik di 72 lokasi di Palu, Sigi dan Donggala. Pembangunan huntara bertujuan agar warga…