INDUSTRY.co.id - 

Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal bergerak kembali mengalami konsolidasi bertahan diatas 6400 yang merupakan level psikologis secara teknikal. Pergerakan break out support Moving Average 5 hari dengan indikatif jangka pendek menguji support moving average 20 hari seiring tekanan bearish indikator Stochastic maupun RSI.

"Sehingga kami proyeksikan pergerakan IHSG masih akan menekan dalam aksi profit taking dengan support resistance 6362-6404," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Saham-saham yang dapat menjadi sudah layak mendapat perhatian diantaranya; AALI, INKP, INDF, GGRM, HMSP, JSMR, ADRO, INDY, TINS, MEDC, HRUM.

IHSG (-0.25%) terkoreksi 16.35 poin kelevel 6401.88 seiring melemahnya nilai tukar rupiah (-0.11%) kelevel Rp13.935 per USD. Hasil lelang Surat Utang Negara hari ini melebihi target dengan penyerapan dana sebesar Rp22.05 Triliun rupiah mampu menahan tekanan pelemahan nilai tukar. Adapun SUN yang dilelang diantaranya SPN, FR78 dan FR79. Investor asing tetap melanjutkan trend positif dalam pembelian bersih ke-7 hari bursa berturut-turut dilevel 281.83 Miliar rupiah. Optimisme terhadap beberapa kebijakan pemerintah dan kabinet kementrian baru masih menjadi salah satu faktor meskipun IHSG terkoreksi.

Mentri Keuangan memproyeksikan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2019 berpotensi mencapai 1.93% terhadap PDB atau sebesar Rp310.8 Triliun lebih besar dibanding asumsi defisit dalam APBN sebesar 1.84% terhadap PDB atau sebesar Rp296 Triliun akibat imbas dari perlambatan perekonomian global. Menkeu juga penyatakan kapasitas maksimal pertumbuhan ekonomi indonesia berada dalam rentang 5% hingga 5.5%.