Dihadapan 20 Delegasi Negara Pasifik, Founder Jababeka SD Darmono Sampaikan Empat Poin Utama Jalin Persatuan dan Kerja Sama

Oleh : Ridwan | Sabtu, 13 Juli 2019 - 13:15 WIB

SD Darmono pembicara Di Pasific Expotion 2019 New Zealand
SD Darmono pembicara Di Pasific Expotion 2019 New Zealand

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Duta Besar RI untuk Selandia Baru dan Negara-negara pasifik, Tantowi Yahya berhasil menghadirkan 20 negara Pasifik dalam sebuah forum bisnis bertajuk "The First Pacific Exposition" di Auckland, 11-14 Juli 2019.

Sebanyak 20 negara itu ialah Australia, Cook Island, Federated States of Micronesia, Fiji, French Polynesia, Indonesia, Kiribati, Marshall Island, Nauru, New Zaeland, Niue, Palau, Papua New Guinea, Samoa, Solomon Island, Timor Leste, Tuvalu, Vanuatu, dan New Caledonia.

Hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut, yakni Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dan Chairman & Founder PT. Jababeka Setyono Djuandi Darmono. 

SD. Darmono diminta langsung oleh Tantowi Yahya karena keterlibatan Jababeka dalam pembangunan Morotai yang sangat penting untuk pembangunan Indonesia Timur dan Pacific Island. 

Selain itu, narasumber lain yang hadir dalam forum ini antara lain, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, CEO South Pacific Tourism Organization Chris Cocker, Ministry of Tourism of Tonga Sione Finau Moala Mofi, serta Ministry of Information and Communication Technology of Samoa Rico Tupai.

Dalam paparannya, Darmono, menjelaskan bagaimana kegigihan dan perjuangan Indonesia dalam mempertahankan wilayah Indonesia Timur (Papua). 

"Negara-negara di lautan Pasifik seperti Fuji, Samoa yang jumlahnya ribuan, mereka bersatu dalam menginginkan Papua merdeka, karena ketidaktahuan akan perjuangan Indonesia. Oleh karena itu, saya diminta Pak Tantowi untuk manjadi pembicara dalam forum ini sekaligus berbagi pengalaman, dan mencari peluang bisnis bersama," kata Darmono melalui pesan singkatnya kepada Industry.co.id di Jakarta, Sabtu (13/7).

Dihadapan delegasi 20 negara pasifik tersebut, Darmono menekankan pada empat point penting utama yaitu, point Pertama, Pancasila. 

Menurutnya, Indonesia merdeka karena semua pemimpin masyarakat seluruh kepulauan nusantara disatukan dengan Pancasila dalam Kebhinekaan-nya. "Kepulauan di Samudera Pacifik akan maju juga kalau bersatu padu seperti Indonesia," kata Darmono.

Mengutip Filosof Agung Confucius, Darmono menjelaskan, persatuan dan kemajuan terjadi karena tiga hal yakni;

1. Tuhan sudah menginginkan. Artinya, ungkap Darmono, sudah dilahirkan tokoh pemersatu.

2. Bumi sudah siap. Darmono mencontohkan, Cikarang tahun 1989 jalan tol sudah dibangun, tepat untuk dimulainya pembangunan kawasan industri secara massive. "Ini artinya bahwa saatnya sudah tiba," jelasnya.

3. Manusianya sudah harmonis. "Contohnya, pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan masyarakat sepakat menerima kehadiran kawasan industri di Bekasi dan Cikarang," papar Darmono.

Lalu point Kedua yang disampaikannya ialah  Hukum dan Infrastruktur. Ia mengambil contoh Singapura. Menurut Darmono, meskipun pulau kecil, Singapura mampu menerapkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dengan sempurna, diikuti malaysia baru Indonesia.

"Mereka (Singapura) dapat menegakkan hukum secara tegas, menjamin investor akan adanya kepastian hukum, keamanan berinvestasi dan tinggal hidup di Singapura. Dibangunnya infrastruktur fisik dan sosial serta fasilitas-fasilitas umum membuat investor dan rakyat nyaman tinggal di Singapura," jelas Darmono.

Selanjutnya, point Ketiga ialah konektivitas.  Menurutnya, konektivitas menjadi kunci utama kesejahteraan masyarakat. Ia pun mencontohkan Morotai. 

Dijelaskan Darmono, Morotai dibangun sebagai Hub di Indonesia Timur untuk memberikan konektivitas bagi seluruh kepulauan Pasifik, serta menghidupkan jalur perdagangan maritim.

"Pertama mesti dibangun dulu hotel, perumahan penduduk dengan fasilitas umumnya beserta internasional airport, agar mudah mendatangkan wisatawan mancanegara yang ingin berwisata, berdagang, dan investasi. Selain itu juga dapat mempermudah mereka mengadakan survey sekaligus mendidik rakyat agar pandai melayani tamu dan invenstor asing dari mancanegara," ungkap Darmono.

Dan terakhir point keempat, Think Big Start Small and Move Fast. "Kirim dulu anak-anaknya untuk kuliah di Universitas-universitas di Indonesia terutama di President University di Kawasan Industri Cikarang. Selanjutnya membuat kolaborasi, komunikasi dan networking (KKN) dengan pemerintah, pengusaha dan konsultan Indonesia," tutup Darmono.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

B4TPowerHouse

Minggu, 18 Agustus 2019 - 17:32 WIB

Mati Lampu? Balai Kemenperin Ciptakan Penyimpan Daya Listrik Portabel

Ketersediaan dan akses layanan energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia akan menembus di angka…

Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana (kedua dari kiri), dan Direktur Human Capital Management Telkom Edi Witjara (paling kiri) berbelanja produk kerajinan di UKM Binaan Telkom

Minggu, 18 Agustus 2019 - 16:47 WIB

Telkom Terlibat Selenggarakan Jalan Sehat di Kaltara

Tarakan – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama Perum Jamkrindo dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyelenggarakan Jalan Sehat yang diikuti sebanyak tidak kurang dari…

TACO dan Senayan City Luncurkan Pameran Karya Kita

Minggu, 18 Agustus 2019 - 13:19 WIB

TACO dan Senayan City Luncurkan Pameran Karya Kita

sebuah perusahaan yang bergerak di bidang bahan bangunan khususnya produk-produk interior, bekerjasama dengan Senayan City menghadirkan KARYA KITA dengan tema Mosaic of Diversity. Didukung oleh…

Daerah Irigasi Lakitan Sumsel

Minggu, 18 Agustus 2019 - 12:16 WIB

Kementerian PUPR Bangun Saluran Irigasi Primer 3,5 Km dan Sekunder 25 Km di Sumatera Selatan

Luasan DI Air Lakitan akan bertambah 2.590 hektar untuk memenuhi luas layanan 9.697 hektare.

Hunian Sementara atau Huntara

Minggu, 18 Agustus 2019 - 12:10 WIB

786 Bilik Huntara Tersisa Segera Dihuni Warga Terdampak Bencana di Palu, Sigi dan Donggala

Jakarta - Kementerian PUPR membangun hunian sementara (huntara) sebanyak 699 unit yang terdiri dari 8.388 bilik di 72 lokasi di Palu, Sigi dan Donggala. Pembangunan huntara bertujuan agar warga…