Apa Jadinya Lembaga Hukum Diisi Orang Bermasalah? Ini Kata Rizal Ramli

Oleh : Herry Barus | Jumat, 12 Juli 2019 - 18:42 WIB

Rizal Ramli (dok RMOL)
Rizal Ramli (dok RMOL)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Tokoh nasional Rizal Ramli mempertanyakan tidak lolosnya nama Natalius Pigai dalam 192 peserta calon komisioner Komisi Pemberantasan Korusi (KPK) yang lulus babak administrasi oleh Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK. 

Menurut Rizal Ramli, Natalius Pigai pernah menjadi komisioner Komnas HAM, sehingga sulit membayangkan pria kelahiran Papua itu terganjal di babak seleksi administrasi.

Belum lagi Natalius Pigai adalah sosok yang punya integritas, track record yang baik dan berani membela kebenaran.

“Di mata saya, Pigai adalah tokoh Papua yang cerdas, berani, dan plural. Korupsi sangat banyak di Indonesia Timur. Jadi, perlu tokoh Papua yang berani untuk berantas korupsi,” ujar Rizal Ramli, Jumat (12/7/2019).

Rizal berpendat, dengan "kegagalan" Pigai ini bisa membuat publik meragukan kredibilitas panitia seleksi.

 

“Pansel bisa dianggap tidak kredibel dan tidak objektif, juga tidak menpertimbangkan keseimbangan wilayah. Apakah Pansel sekadar mempertahankan statua quo?” tanya Rizal.

 

Apabila Pansel KPK bekerja dalam menjaring calon pimpinan KPK tidak secara profesional, Rizal meyakini, pimpinan lembaga anti-rasuah  yang terpilih kelak tidak berkredibel. Bisa jadi, sambung Rizal, pimpinan KPK tersebut memiliki rekam jejak yang tidak bagus. Tentu, kata Rizal, pimpinan KPK itu tidak bebas melakukan tindakan akibat tersandra oleh kasus hukumnya.      

"Ada memang pola pikir agar pejabat publik ‘dipilih’ yang bermasalah. Supaya bisa disandera. Contohnya, si x Ketua Lembaga Negara dll. Sehingga bisa diatur bagaikan ‘kerbau yg dicocok hidungnya’. Boro-boro “merit system”. Ini pola fikir yg sangat berbahaya dan menghancurkan Republik," tukas Rizal Ramli.

Rizal-pun pesimis dengan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi jika melihat kinerja Pansel Capim KPK saat ini. 

"Sepertinya saat ini sedang dikondisikan untuk menjamin pihak-pihak yang ingin diuntungkan. "Kegagalan" Pigai seleksi Capim KPK menjadi salahsatu indikasi kuat bahwa KPK kedepan tak ubahnya seperti kinerja KPU dan MK, yangg bekerja untuk...(ah malas nyebutnya)," tandas Rizal Ramli.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil saat musnahkan komoditas Ilegal

Rabu, 17 Juli 2019 - 11:55 WIB

Barantan Gandeng Polri Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum

Jakarta - Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian menjalin kerjasama dengan Kepolisian. Kerjasama dalam bidang pengawasan dan penegakan hukum.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin, Putu Juli Ardika

Rabu, 17 Juli 2019 - 11:15 WIB

AMMDes Pengumpan Ambulans Jadi Pilot Project di Banten

Kementerian Perindustrian terus mendorong pemanfaatan pada Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) di seluruh daerah Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto

Rabu, 17 Juli 2019 - 10:40 WIB

Bikin SDM Industri Kompetitif, Kemenperin Susun Kurikulum Hingga Usul Insentif

Kementerian Perindustrian terus memacu ketersediaan dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sektor industri. Langkah strategis yang telah dilakukan, salah satunya adalah pelaksanaan pendidikan…

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)/ASDP Ira Puspadewi

Rabu, 17 Juli 2019 - 10:00 WIB

Sinergi Pengembangan Destinasi Pariwisata baru di Bakauheni, Lampung

Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoerdan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)/ASDP Ira…

Dirjen Bina Konstruksi selaku Ketua Komite K2 Syarif Burhanuddin

Rabu, 17 Juli 2019 - 08:55 WIB

Ini Hasil Evaluasi Komite Keselamatan Konstruksi Atas Peristiwa Runtuhnya Formwork Pierhead Tol BORR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) telah melakukan evaluasi atas…