INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak pada kisaran 5.370-5.430 pada perdagangan Selasa (07/03/2017).

Meski demikian, menurut Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, IHSG masih berpotensi turun akibat aksi jual jual mendadak yang dilakukan para pelaku pasar yang masih mencemaskan kondisi saat ini menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua.

“Tetapi aksi beli saham-saham berkapitalisasi besar (bigcaps) dan lapis kedua (secondliners) yang dilakukan para pelaku pasar yang optimistis terhadap hasil Pilkada dan berbagai kebijakan pemerintah kedepan, khususnya di bidang pembangunan infrastruktur diharapkan dapat mengangkat IHSG ke atas level 5.430,” ujar Yuganur di Jakarta, Selasa (07/03/2017).

Yuganur mengungkapkan, IHSG diprediksi mampu mempertahankan titik support 5.370 dan akan terus mengalami reli hingga menembus titik resistensi 5.430. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pelaku pasar disarankan untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Yuganur menjelaskan, saham BBRI ditargetkan mencapai harga Rp12.450-13.000 per unit. Itu karena saham bank BUMN tersebut saat ini sedang mengalami pola perbaikan tren jangka pendek dan menengah sehingga saham tersebut menjadi menarik untuk dibeli. Apalagi hal tersebut diduking oleh proyeksi labanya pada 2017.

Saham TLKM saat ini juga sedang mengalami pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah, sehingga ini merupakan waktu yang baik untuk mengkoleksi saham tersebut karena berpotensi mencapai harga Rp4.080-4.180 per unit.

Saham ADRO diperkirakan bakal menembus harga Rp1.750-1.850 per unit. itu karena harga komoditas dunia yang sudah berada di level terendah dalam 10 tahun terakhir ini serta valuasi sektoral yang cukup murah membuat harga saham produsen batu bara tersebut menarik untuk diakumulasi.

Sementara itu, harga saham ADHI diprediksi bakal mencapai Rp2.550-2.650 per unit. Itu karena pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah dapat digunakan sebagai peluang untuk memperdagangkan saham tersebut sehingga berpotensi mengalami kenaikan hingga ke kisaran harga Rp2.550-2.650 per unit.***