INDUSTRY.co.id -
Jakarta - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membagikan dividen untuk tahun buku 2018 sebanyak 60 persen dari laba tahun berjalan 2018. Adapun laba tahun berjalan 2018 sebesar Rp 170,18 miliar. Dengan demikian, besaran dividen yang akan dibagikan ialah sebesar Rp 102,11 miliar.
Sekretaris Perusahaan IPCC Sofyan Gumelar menyebutkan, sisanya sebanyak 40 persen akan digunakan untuk laba ditahan. Adapun jumlah lembar saham yang akan diperhitungkan dalam pembagian dividen ialah sejumlah 1,81 miliar lembar saham sehingga nilai Dividend per Share (DPS) atau dividen per lembar saham sebesar Rp 56,15.
Tanggal Cum Date Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi ialah pada tanggal 27 Juni 2019. Ex Date Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi ialah pada tanggal 28 Juni 2019. Sedangkan Cum Date Dividen di Pasar tunai ialah pada tanggal 1 Juli 2019. Ex Date Dividen di Pasar tunai ialah pada tanggal 2 Juli 2019. Untuk Payment Date Dividen ialah pada tanggal 18 Juli 2019," katanya di Jakarta, Rabu (19/6/2019).
Dari sisi kinerja keuangan yang berakhir tahun buku 2018 tercatat total aset sebesar Rp 1,26 triliun dengan pertumbuhan CAGR selama 3 tahun terakhir sebesar 117,7 persen.
Total Liabilitas sebesar Rp 151,77 miliar (CAGR 38,3 persen). Dan total ekuitas sebesar Rp 1,10 triliun (CAGR 143,8 persen). Sementara itu, pendapatan di tahun 2018 tercatat Rp 521,84 miliar dengan pertumbuhan CAGR selama 3 tahun sebesar 28,8 persen. Laba kotor tercatat Rp 250 miliar (CAGR 23,8 persen). EBITDA Rp 194,28 miliar (CAGR 20,7 persen). Dan Laba tahun berjalan sebesar Rp 170,18 miliar (CAGR 31,5%). Sementara itu, dari sisi operasional, seperti yang telah di publikasikan sebelumnya pencapaian kinerja operasional IPCC di tahun buku 2018 terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tercatat di Terminal Internasional untuk pelayanan kapal CAGR tumbuh 10,1 persen dimana tahun 2018 sebanyak 298 unit kapal dibandingkan tahun 2016 sebanyak 246 unit kapal dan 2017 sebanyak 287 unit kapal. Demikian juga dengan penanganan CBU, CAGR tumbuh 13,19 persen dimana tahun 2018 melayani 340.501 unit dibandingkan dengan tahun 2016 sebanyak 262.625 unit dan tahun 2017 sebanyak 312.739 unit.
Sementara Alat Berat yang ditangani mengalami peningkatan signifikan dimana CAGR bertumbuh 45,5 persen dimana penanganan Alat Berat di tahun 2018 sebanyak 21.600 unit dibandingkan tahun 2016 sebanyak 10.202 unit dan tahun 2017 sebanyak 15.492 unit. Kemudian CAGR Spareparts tumbuh 28,8 persendimana tahun 2018 dilayani 109.092 M3 dibandingkan tahun 2016 sebanyak 65.794 M3 dan tahun 2017 sebanyak 79.707 M3.