Pemerintah akan Siapkan Lapas Khusus Napi Korupsi di Pulau Terpencil

Oleh : Herry Barus | Selasa, 18 Juni 2019 - 06:00 WIB

Wiranto, Menkopolhukam (Foto Dok Industry.co.id)
Wiranto, Menkopolhukam (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan wiranto mengatakan sudah ada pemikiran dan rencana membuat suatu lembaga pemasyarakatan (Lapas) khusus untuk narapidana kasus korupsi, narkotika dan teroris. Bahkan, pemerintah sudah memikirkan untuk menggunakan pulau pulau terpencil sebagai Lapas bagi para napi tersebut.

“Kita punya pulau kalau ngga salah kan 17 ribu pulau, yang dihuni baru 11 ribu pulau, masih ada 6 ribu pulau yang tidak dihuni. Kalau di pulau kan tidak bisa cuti, tidak bisa ngelayap, masa mau berenang. Oleh karena itu pemikiran ke sana ada, cuma tentunya masih perlu suatu rencana rancangan dukungan lain yang bisa mengarah ke sana,” ujar Menko Polhukam Wiranto di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Tapi sementara ini, lanjutnya, pemerintah sudah membangun lagi Lapas di Nusa Kambangan untuk menampung para penindak kriminal seperti koruptor, napi narkotika, dan teroris. Namun, pemerintah juga mulai merencanakan bagaimana membangun Lapas-Lapas yang saat ini notabene-nya nyaris kegiatannya langsung berhubungan dengan publik.

Menurut mantan Panglima ABRI ini, Lapas-Lapas yang ada sekarang ini berada di pinggiran kota. Karena pada saat pemerintah Belanda dulu menjajah Indonesia, Lapas ini diletakkan tidak jauh dari kota, di pinggiran kota, apakah di Cipinang, di Sukamiskin, di Bali, di Makassar, dan di Manado. Tapi karena perkembangan kota, Lapas itu sekarang menjadi di tengah-tengah kota, dan akhirnya Lapas itu sangat dekat dengan aktifitas publik.

“Maka terjadi sepeti sekarang ini, banyak yang bolos keluar, lalu ada transaksi narkotika, cuma dari lempar-lemparan lewat tembok aja bisa. Tapi kalau di pulau-pulau kecil di sana, mau berenang ke sana, kan pasti gak bisa. Oleh karena itu kembali lagi tadi, karena lapas-lapas kita sudah over kapasitas, pemikiran ke sana sudah kita lakukan, sudah kita rapatkan, tentu tinggal menunggu proses selanjutnya,” kata Menko Polhukam Wiranto, seperti diinformasikan Humas Menko Polhukam.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

200 anak panti asuhan merayakan Hari Anak Nasional dengan melakukan berbagai hal menarik di Haluun by Haluu.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:03 WIB

Keceriaan 200 Anak Panti Rayakan HAN di Baluun By Haluu World

Berbagai aktivitas seru seperti ber-selfie ria di Baluun Exhibition hingga bermain sambil berkenalan dengan teman baru.

Pariwisata di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (Foto Ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 22:00 WIB

Labuan Bajo NTT Diharapkan Jadi Destinasi Wisata Premium

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa menjadi destinasi ekowisata yang berkelas atau destinasi pariwisata premium.

Mewakili Indonesia Wowbid Hadir di Konfrensi Teknologi Digital Rise 2019 di Hongkong

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:59 WIB

Mewakili Indonesia Wowbid Hadir di Konfrensi Teknologi Digital Rise 2019 di Hongkong

Sebuah konferensi besar di dunia yang didatangi para pelaku bisnis digital dan para startup, RISE 2019 diadakan selama tiga hari di Hong Kong Convention Centre pada tanggal 8 Juli 2019 hingga…

Rosdiana Setyaningrum MPsi, MHPEd, seorang Psikolog anak dan keluarga.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:50 WIB

Pentingnya Kembangkan Keterampilan Anak Saat SD

Keterampilan bersosialisasi, IQ, dan kreatifitas anak akan selesai di usia 12 tahun.

Distya Tarworo Endri selaku Senior Brand Manager Pepsodent.(ist)

Selasa, 23 Juli 2019 - 21:42 WIB

Berikan Perlindungan Menyeluruh Si Kecil Sejak Hari Pertama Sekolah

Orangtua harus melindungi anak tidak hanya dalam aspek psikologis, tetapi juga aspek kesehatan gigi dan mulut.