Sejumlah Perairan Indonesia Berpotensi Gelombang Tinggi

Oleh : Herry Barus | Senin, 17 Juni 2019 - 14:34 WIB

Ilustrasi gelombang tinggi (Foto Ist)
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) merilis peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia dalam waktu empat hari kedepan (17-20 Juni 2019).

Informasi yang dikumpulkan dari Bagian Hubungan MasyarakatBiro Hukum dan Organisasi menginformasikan, peningkatan gelombang tinggi terjadi menyusul adanya pola sirkulasi angin di Kalimantan Barat dan Samudera Pasifik Utara Papua. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 4 - 20 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari Timur – Tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot.

BMKG memantau Kecepatan angin tertinggi terpantau di elat Malaka Utara Aceh, Samudra Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa, Laut Banda, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua, Perairan Utara Jayapura, Laut Arafuru. Kondisi ini dapat mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Dari hasil pantauan BMKG, terdapat peningkatan gelombang setinggi *1,25 hingga 2,5 meter* yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti *Selat Karimata, Laut Jawa, Perairan Utara P. Madura hingga Kep. Kangean, Perairan Selatan Kotabaru, Selat Makassar, Perairan Bau Bau hingga Kep. Wakatobi, Perairan Manui – Kendari, Teluk Tolo, Perairan Selatan Kep. Sula hingga Kep. Banggai, Laut Flores, Perairan Selatan Flores, Laut Sawu bagian utara, Laut Sulawesi bagian barat, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Bitung – Manado, Laut Maluku, Perairan Kep. Sangihe – Kep. Talaud, Perairan Halmahera, Laut Halmahera, Samudera Pasifik Utara Halmahera, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei hingga Kep. Aru, Laut Banda, Perairan Selatan Ambon, Laut Seram, Perairan Fak Fak – Kaimana, Perairan Agats – Amamapere, Perairan Utara Papua, Teluk Cendrawasih, dan Laut Arafuru.

Beberapa perairan Indonesia lainnya juga berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter. Wilayah tersebut adalah Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat P. Simeulue  hingga Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu  hingga barat Lampung, Perairan Barat Kep. Enggano, Samudera Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten hingga P. Sumba, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Sawu bagian selatan, Perairan Timor selatan NTT, Perairan Selatan Kep. Sermata hingga Aru, Laut Arafuru, serta Samudera Pasifik utara Biak hingga Jayapura.

BMKG selalu mengimbau pada masyarakat terutama nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti *perahu nelayan* (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), *kapal tongkang* (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), *kapal ferry* (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti *kapal kargo/kapal pesiar* (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m) untuk selalu waspada. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirut RRI, Sandiaga Uno dan Bram Suryo Putro Founder And CEO Theiconomics

Kamis, 05 Desember 2019 - 23:55 WIB

Penetrasi Jasa Keuangan Dongkrak Kesadaran Milenial

Jakarta - Milenial di era kini didorong untuk melek keuangan sehingga bisa melirik penempatan dana atau transaksi keuangan di perusahaan jasa keuangan. Diperkirakan dari jumlah penduduk Indonesia,…

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life meluncurkan WanaArtha DPLK sebagai solusi untuk merencanakan hari tua bagi peserta individu maupun perusahaan kepada karyawannya.

Kamis, 05 Desember 2019 - 22:09 WIB

WanaArtha Life Luncurkan WanaArtha DPLK Sebagai Solusi Perencanaan Hari Tua Bagi Individu dan Perusahaan

Jakarta-PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life meluncurkan WanaArtha DPLK sebagai solusi untuk merencanakan hari tua bagi peserta individu maupun…

Truck logistik Ritase

Kamis, 05 Desember 2019 - 21:48 WIB

Perkembangan Mobilitas Barang Membutuhkan Solusi Multimoda Digital

Jakarta - Dinamika ekonomi yang makin cepat dan terintegrasi membutuhkan solusi logistik yang mampu mengikuti akselerasi itu. Pada saat yang sama, penyedia jasa logistik harus memutar otak agar…

Dorong Penetrasi Bursa Berjangka, “Indonesia Derivative Reach International Market” Summit 2019 Diselenggarakan

Kamis, 05 Desember 2019 - 21:41 WIB

Jurus Mentari Mulia Berjangka, Gairahkan Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia

Jakarta-Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), sebagai salah satu bentuk investasi di antara beragam pilihan, kian menarik perhatian para pengelola dana.

PT Mentari Mulia Berjangka Peking University menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait pertukaran informasi dalam penelitian dan data di bidang derivatif dan perdagangan berjangka

Kamis, 05 Desember 2019 - 21:27 WIB

Dorong Penetrasi Bursa Berjangka, Mentari Mulia Berjangka Teken Mou di Bidang Derivatif dan Perdagangan Berjangka

Jakarta--PT Mentari Mulia Berjangka Peking University menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait pertukaran informasi dalam penelitian dan data di bidang…