Kunjungan Wisman ke Bali Turun 7,83 Persen

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 15 Juni 2019 - 18:00 WIB

Kunjungan Wisman ke Bali (Foto ist)
Kunjungan Wisman ke Bali (Foto ist)

INDUSTRY.co.id - Denpasar- BPS Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing ke beberapa destinasi pariwisata di Bali mengalami penurunan hingga 7,83 persen untuk bulan April 2019 jika dibandingkan dengan bulan sama tahun lalu.

"Tapi sayangnya tingkat wisatawan mancanegara pada bulan April dalam tahun ini lebih rendah dari April tahun lalu, padahal dalam tiga tahun terakhir sampai 2018, itu mulai dari 2016, 2017 2018, pasti ada rekor baru berupa peningkatan, nah kalau April 2019 ini tidak ada, " kata Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho, di Denpasar, Jumat (14/6/2019)

Ia juga mengatakan untuk kunjungan wisatawan mancanegara, biasanya di tahun lalu berlangsung sampai dengan bulan April, mulai meningkat dilihat dari siklus tahunan, dengan puncak kenaikannya ada di Bulan Juli.

Biasanya, untuk suasana pariwisata di Bali sampai dengan bulan September dan Oktober masih baik, setelah itu akan melewati "low session" di Bulan November, Desember, Januari hingga Februari. Namun, semestinya di tahun 2019 melewati bulan April sudah terlihat meningkat tetapi ternyata menurun.

Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama tahun 2019, didominasi oleh wisman asal Tiongkok sekitar 23,17 persen, lalu Australia 18,34 persen dan India 6,02 persen.

Selanjutnya, Jepang 4,33 persen, Amerika Serikat 4,27 persen, Inggris 4,24 persen, Rusia 3,00 persen, Malaysia 2,97 persen, Korea Selatan 2,93 persen dan Jerman 2,60 persen.

Namun, perhitungan dari bulan April 2018 ke April 2019 untuk kunjungan tertinggi dari Tiongkok, sekitar 121,840 ribu menurun menjadi 94,202, diikuti dengan Australia, dari 91,007 ribu menjadi 90,265 ribu kunjungan dan India dari 31,158 ribu turun menjadi 25,438 ribu kunjungan.

"Perlu untuk mengingatkan pada pelaku pengawal pariwisata di Bali, sepertinya Bali sedang mengalami situasi yang berbeda dari situasi yang tahun lalu, kalau boleh saya menganjurkan perlu segera melakukan kajian, tentang apa yang membuat kunjungan di tahun ini menjadi menurun, apakah mungkin suplai pariwisata sedang menurun, atau ada pengalihan wisatawan yang sekarang lebih tertarik ke wilayah lain," Jelas Adi Nugroho.

Ia juga menjelaskan, meskipun penurunan terjadi tidak secara signifikan, tetapi 50% Ekonomi Bali disumbangkan dari adanya aktivitas Pariwisata di Bali ini, baik berupa kunjungan wisatawan asing atau juga destinasi - destinasi yang lebih sering menjadi pilihan para wisatawan.(Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Graduation Day MSA 2019

Jumat, 06 Desember 2019 - 12:01 WIB

Michelin Indonesia Ajak 500 Siswa Jabodetabek Tandatangani Deklarasi 10 Golden Rules di Graduation Day MSA 2019

Tahun ini, tema MSA 2019 “Inspiring Mobility” dipilih untuk mendorong terciptanya agen perubahan dan pelopor keselamatan yang dapat menginspirasi banyak orang untuk mendapatkan mobilitas…

Siti Badriah Foto MALE Indonesia

Jumat, 06 Desember 2019 - 12:00 WIB

Siti Badriah Berharap Punya Momongan

Meski karir Siti Badriah (Sibad) tengah di puncak popularitas tidak membuat pelantun tembang Lagi Syantik ini menunda momongan. "Nggak, lebih cepat lebih baik. Tapi kalau Allah belum ngasih,…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Jumat, 06 Desember 2019 - 11:47 WIB

Dukung Kebutuhan Air Baku IKN, Bendungan Sepaku Semoi Mulai Dibangun Tahun 2020

Bendungan dengan kapasitas volume sekitar 11 juta m3 ini sudah cukup lama direncanakan, awalnya untuk memenuhi kebutuhan air baku Kota Balikpapan sebesar 2.000 liter/detik.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Jumat, 06 Desember 2019 - 11:40 WIB

Kementerian PUPR Siap Resmikan Jalan Tol Balsam Seksi 2-4 Sebelum Natal 2019

Untuk mendukung pengembangan kawasan calon Ibu Kota Negara (IKN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda (Balsam)…

Rizal Mantovani

Jumat, 06 Desember 2019 - 11:00 WIB

Rizal Mantovani Terpacu Menggarap Lebih Bagus

Menggarap judul film yang sudah sukses digarap sutradara lain buka perkara mudah. Hal itu yang tengah dirasakan Rizal Mantovani, ketika menggarap film Rasuk 2 produksi Dee Company dan Bluewater.…