Transaksi di GT Cikarut Pindah ke GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama Mulai Hari Ini

Oleh : Hariyanto | Kamis, 23 Mei 2019 - 10:25 WIB

Gerbang tol Cikampek Utama
Gerbang tol Cikampek Utama

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Dalam rangka meningkatkan pelayanan pada ruas tol Jakarta-Cikampek sebagai bagian dari Tol Trans Jawa, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengeluarkan Keputusan Menteri No. 481/KPTS/M/2019 perihal Penetapan Tarif dan Perubahan Sistem Pengumpulan Tol pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Perubahan sistem transaksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan berlaku pada tanggal 23 Mei 2019 pukul 00.00 WIB.

 
Untuk itu, PT. Jasa Marga telah menyelesaikan pembangunan Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama di KM 70 dan GT Kalihurip Utama di KM 67 sebagai pengganti GT Cikarang Utama. Dengan tidak adanya transaksi di GT Cikarang Utama, maka transaksi akan terpecah yakni di GT Cikampek Utama di KM 70 untuk pengguna jalan dari atau menuju timur (Jalan Tol Cikopo-Palimanan), sementara GT Kalihurip Utama di KM 67 untuk pengguna jalan dari atau menuju selatan (jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang dan Padalarang-Cileunyi).
 
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan pemindahan GT Cikarang Utama jika dilihat dari sisi transaksi pembayaran akan menjadi sistem transaksi terbuka atau hanya satu kali pembayaran. 

“Masyarakat banyak merasakan keuntungan dengan adanya pemindahan gerbang tol ini, seperti berkurangnya antrian saat melakukan pembayaran di gerbang tol,” kata Danang di Jakarta, Rabu (22/5/2019).
 
General Manager PT. Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R. Lukman menjelaskan tiga hal yang melatarbelakangi relokasi GT Cikarang Utama ini. Pertama, tidak memadainya lagi kapasitas transaksi di GT Cikarang Utama  akibat adanya pembangunan pier jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) serta adanya pembangunan infrastruktur strategis lainnya.
 
Kedua, pergeseran gardu tol juga dilakukan karena pola perjalanan lalu-lintas komuter yang semula hanya sampai di Cikarang, kini telah mencapai Karawang, serta untuk mengakomodasi rencana pengembangan jaringan jalan tol JORR 3 yang menghubungkan Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Karawang Barat. 

Selain itu ketiga, dengan tersambungnya jalan Tol Trans Jawa diperkirakan akan terjadi kenaikan lalu-lintas saat periode mudik dan balik Lebaran 2019 sebesar 15 persen dibanding tahun lalu, sehingga kapasitas GT Cikarang Utama saat ini tidak mampu menampung volume kendaraan saat puncak mudik tersebut. 
 
Perubahan sistem transaksi mengakibatkan perubahan sistem pentarifan pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan pembagian 4 (empat) wilayah pentarifan merata yaitu Jakarta _Interchange_ (IC)-Ramp Pondok Gede Barat/Pondok Gede Timur (wilayah 1), Jakarta IC-Cikarang Barat (wilayah 2), Jakarta IC-Karawang Timur (wilayah 3), dan Jakarta IC-Cikampek (wilayah 4).
 
Untuk wilayah 1 dari Jakarta sampai Pondok Gede Barat/Timur diberlakukan tarif tunggal Rp 1.500; untuk wilayah 2 dari Jakarta sampai Cikarang Barat diberlakukan tarif sebesar Rp 4.500. Besaran tarif ini sama dengan yang saat ini berlaku, artinya tidak mengalami perubahan. 
 
Untuk wilayah 3, dari Jakarta ke Karawang Timur diberlakukan tarif sebesar Rp 12.000; sementara untuk wilayah 4, dari Jakarta sampai Cikampek Utama diberlakukan tarif sebesar Rp 15.000 atau sama dengan tarif yang sekarang berlaku.
 
Beberapa Gardu Tol Cikarang Utama, yang akan difungsikan sebagai lokasi top up atau isi ulang uang elektronik. “Selain untuk layanan top up, gardu akan dimanfaatkan untuk pengendalian angkutan berat muatan berlebih dengan sistem _Weight in Motion_. Kalau _overload_ bisa kita keluarkan menuju Cikarang Barat,” kata Raddy.
 
Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyambut baik pergeseran GT Cikarut ini. Menurutnya relokasi tersebut akan meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol Cikampek. “Kapasitas Jalan Tol ( VC Ratio) akan lebih baik, kalau digambar yang tadinya merah akan menjadi hijau, kinerja Cikampek akan lebih baik sehingga konsumen akan diuntungkan,” ujarnya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank BTN akan menjaga laju bisnis perseroan tetap on track hingga akhir 2019

Senin, 19 Agustus 2019 - 14:56 WIB

Aset BTN Tumbuh Tertinggi di Antara 15 Bank Besar

akarta-Bisnis PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. yang terus melaju positif sukses mengantarkan perseroan mencatatkan diri sebagai bank dengan pertumbuhan aset tertinggi di antara 15 entitas…

Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen, saat paparan publik

Senin, 19 Agustus 2019 - 14:55 WIB

Telkom Ikuti Proses Tender BTS Menara Indosat

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sedang mengikuti proses tender (Base Tranceiver Station/BTS) dari PT Indosat TBK (ISAT).

Arc by Crown Group

Senin, 19 Agustus 2019 - 14:30 WIB

Dua Menara Megah Crown Group Sabet Penghargaan Bergengsi dalam UDIA NSW Awards 2019

Pengembang properti terkemuka di Australia, Crown Group berhasil meraih penghargaan bergengsi untuk dua proyek huniannya di Sydney pada perhelatan UDIA NSW Awards for Excellence 2019, akhir…

Suryadi Willim, Marcomm Manager Evercoss

Senin, 19 Agustus 2019 - 13:41 WIB

Evercoss Optimis Validasi IMEI Berdampak Positif Terhadap Pertumbuhan Industri Ponsel Tanah Air

EVERCOSS brand smartphone nasional yang masih eksis di pasaran optimis terhadap rencana validasi IMEI akan berdampak positif terhadap industri smartphone tanah air.

Said meminta pemerintah agar mengurungkan niatnya membuat kebijakan tax amnesty jilid II ini

Senin, 19 Agustus 2019 - 12:53 WIB

Wakil Banggar DPR RI Meminta Pemerintah Menyiapkan Grand Strategi Mengantisipasi Dampak Perang Dagang AS dan China

Jakarta-Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah memperkirakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih belum mereda sebagai dampak dari kondisi ekonomi global yang belum membaik.