Jembatan Gantung Kian Rai Ikun Mudahkan Akses Warga Desa di Kabupaten Belu NTT

Oleh : Hariyanto | Rabu, 22 Mei 2019 - 11:33 WIB

Dok. Kementerian PUPR
Dok. Kementerian PUPR

INDUSTRY.co.id - Belu - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus aktif membangun jembatan gantung guna mempermudah akses antar desa dan mendukung kegiatan harian warga desa. 

Program pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden Republik Indonesia yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan. 

“Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Rabu (22/5/2019).

Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan X Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT Ditjen Bina Marga juga telah menyelesaikan pembangunan jembatan gantung bernama Kian Rai Ikun yang melintasi sungai Talau.

Jembatan Gantung yang terletak di Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut yang menghubungkan Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur dengan Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat dengan anggaran sebesar RP 3,2 miliar dari APBN Tahun 2018.

Jembatan Gantung Kian Rai Ikun yang memiliki bentang panjang 84 meter mulai beroperasi setelah diresmikan pada 10 April 2019 lalu. Jembatan gantung ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Adapun daya tampung jembatan tersebut maksimal sebanyak 40 orang.

"Ini contoh infrastruktur kerakyatan berupa jembatan  gantung.  Banyak yang mengatakan banyak jembatan ini untuk menggantikan Jembatan Indiana Jones,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, Saat meninjau Jembatan Gantung Kian Rai Ikun, Sabtu (19/5/2019). Indiana Jones merupakan judul film populer yang diperankan oleh Harrison Ford.

"Jembatan ini dapat membantu masyarakat. Ketika musim hujan, air meninggi sehingga menyulitkan untuk anak sekolah lewat," ujar Endra.

Endra mengatakan, sebelum jembatan gantung itu dibangun, anak sekolah harus memutar dengan jarak tujuh kilometer untuk bisa menyeberang. Kondisi senantiasa sulit ketika musim hujan tiba, sungai meluap dan anak-anak mesti menunggu air surut terlebih dahulu baru bisa menyeberang.

Marin Aplungi warga yang tinggal di Desa Tialai mengatakan, sebelum dibangunnya jembatan ini, harus berjalan memutar sejauh 7 Km jika  ingin ke rumah saudaranya di seberang. ”Dengan adanya jembatan ini, kami bersyukur sekali bisa kerumah saudara dengan cepat," ujarnya.

Hal senada dikatakan Juan yang masih duduk dibangku SMP. “Jika ingin berangkat kesekolah harus berjalan kaki sejauh 7 Km. Terlebih saat musim hujan, air tinggi dan harus menunggu sampai surut untuk bisa menyeberang,” tandasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BNI Syariah. (Foto: IST)

Minggu, 25 Agustus 2019 - 19:54 WIB

BNI Syariah Lakukan Program Pelatihan Masjid di Cirebon

Cirebon - BNI Syariah terus mengoptimalisasi peran masjid dalam hal manajemen dan keuangan. Kali ini BNI Syariah bersama Yayasan Daarut Tauhiid Peduli kembali bersinergi mengadakan pelatihan…

(IG/ussypratama)

Minggu, 25 Agustus 2019 - 14:55 WIB

Kiat Sukses Ussy Sulistiawaty Jalankan Bisnis Kuliner

Kuliner nusantara juga perlu memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran.

Konferensi pers pengumuman lima pemenang kompetisi Bango Penerus Warisan Kuliner 2019 di Jakarta baru-baru ini.(Andi Mardana)

Minggu, 25 Agustus 2019 - 14:27 WIB

Inilah 5 Pemenang Bango Penerus Warisan Kuliner 2019

Siap bergabung bersama jutaan pelaku UMKM di Indonesia yang berhasil meraih peningkatan omzet secara signifikan dengan mengadopsi teknologi digital.

Ilustrasi Jaringan Internet (KTSDESIGN/Getty Images)

Minggu, 25 Agustus 2019 - 12:50 WIB

Peningkatan Kapasitas Jaringan Seluler Sangat Diperlukan

Hal ini dapat dicapai melalui tiga cara, yaitu penambahan Base Transceiver Station (BTS), penambahan frekuensi dan perbaruan teknologi.

Ilustrasi 5G.(Ist)

Minggu, 25 Agustus 2019 - 12:03 WIB

Menyambut 5G, Ini Tantangan yang Dihadapi di Indonesia

Indonesia belum memanfaatkan secara penuh data dalam pembangungan.