Selangkah Lagi, RI Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Oleh : Ridwan | Rabu, 01 Mei 2019 - 15:05 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka Pameran Muslim Fashion Festival (Muffest) 2019
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat membuka Pameran Muslim Fashion Festival (Muffest) 2019

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri fesyen muslim di Tanah Air agar semakin berdaya saing di kancah global. Upaya strategis ini untuk menujukkan kesiapan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia.

"Peluang pasar fesyen muslim di global maupun domestik masih sangat besar. Untuk itu, harus diisi oleh industri fesyen muslim dari dalam negeri," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Pembukaan Pameran Muslim Fashion Festival (Muffest) 2019 di Jakarta, Rabu (1/5).

Menurut Menperin, perkembangan jumlah umat muslim dunia menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim. Pada tahun 2018, jumlah populasi umat Islam mencapai 24% dari total penduduk muslim dunia. 

Sementara itu, The State Global Islamic Economy melaporkan konsumsi fesyen muslim dunia saat ini mencapai USD270 miliar, yang diproyeksi terus meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 5% sehingga pada tahun 2023 bakal menyentuh hingga USD361 miliar. Sedangkan, konsumsi fesyen muslim di Indonesia berada di angka USD20 miliar dengan laju pertumbuhan 18,2% per tahunnya.

"Satu hal yang membanggakan bagi kita bersama adalah peningkatan prestasi Indonesia di dunia internasional yang sangat signifikan. Sesuai data dari The State of Global Islamic Economy Report 2018/2019, Indonesia merupakan runner up negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab," papar Airlangga.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa selangkah lagi Indonesia dapat berada pada urutan pertama dan menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia. 

"Menyongsong tahun 2020 yang hanya tinggal beberapa bulan lagi, kita harus segera mendeklarasikan bahwa Indonesia siap menjadi pusat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Kemenperin siap mengawal untuk mewujudkannya," tegasnya.

Apalagi, industri fesyen muslim yang merupakan bagian dari sektor industri tekstil dan produk tesktil (TPT) memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Ekspor produk TPT nasional mencapai USD13,27 miliar pada tahun 2018 atau tumbuh 5,4% dibanding tahun sebelumnya sebesar USD12,59 miliar. 

"Pasar fesyen muslim terbesar adalah ke negara-negara OKI, yakni mencapai USD191 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kita mempunyai potensi untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara OKI," ujar Menperin. 

Di sisi lain, kinerja industri TPT semakin tumbuh signifikan, dari 3,76% pada tahun 2017 menjadi 8,73% di tahun 2018. 

Untuk itu, Menperin memberikan apresiasi terhadap penyelanggaraan Pameran Muslim Fashion Festival. Selain sebagai ajang promosi beragam produk fesyen muslim nasional, diharapkan juga dapat menjadi akses untuk memperluas pasar internasional.

"Melalui kegiatan ini, tentunya akan mendatangkan buyer potensial, kemudian terjadinya business to business. Apalagi adanya desainer muda dari SMK, ini sejalan dengan program Bapak Presiden Joko Widodo terkait pengembangan SDM yang sedang menjadi prioritas, termasuk dalam memacu sektor industri kreatif khususnya fesyen karena masuk dalam Making Indonesia 4.0," paparnya.

Airlangga melihat bahwa karya cipta anak bangsa sudah punya level yang baik di era digital. Misalnya, produk fesyen, kosmetika, dan perhiasan yang sudah merambah pasar mancanegara. 

"Di Asean, kita jadi yang terbaik dan terkreatif. Bahkan, dengan pasar era digital saat ini, membuka IKM untuk punya peluang yang sama dalam menjangkau pasar lebih luas lagi," tuturnya.

Lebih lanjut, Indonesia dinilai punya potensi besar dalam pengembangan industri yang berbasis lifestyle atau gaya hidup, termasuk produsen fesyen, kosmetika, dan perhiasan. 

"Tiga serangkai ini pertumbuhannya mampu di atas 3 persen," ungkapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pertamina (Foto: Ist)

Senin, 20 Januari 2020 - 09:00 WIB

PEPC Raih Penghargaan Zero Accident dari Pemprov Jatim

PT. Pertamina EP Cepu (PEPC) berhasil meraih penghargaan Zero Accident dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Penghargaan ini diserahkan pada Apel Akbar yang diadakan oleh Pemerintah Propinsi…

Bursa Efek Indonesia

Senin, 20 Januari 2020 - 08:47 WIB

Reliance : IHSG Diprediksi Bakal Uji Titik Resistensi 6.340 pada Perdagangan Hari ini

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia, mengemukakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal bergerak naik serta menguji titik resistensi…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 20 Januari 2020 - 06:59 WIB

Awal Pekan IHSG Bergerak Akan Menguat

Secara teknikal IHSG mulai beranjak kuat diatas level support Moving Average 200 hari, 20 hari dan 5 hari sebagai indikasi kuat kembali menguji resistance upper bollinger bands yang berada di…

Presiden Jokowi (Foto Setkab)

Senin, 20 Januari 2020 - 05:00 WIB

Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Tentunya Presiden Jokowi sudah mendengar informasi bahwa Labuan Bajo tidak hanya terkait dengan Taman Nasional Komodo.

Peserta Latihan Kemantapan Kemampuan Pelatihan Prajurit Kolatmar TA Melaksanakan Hanmars

Senin, 20 Januari 2020 - 04:00 WIB

Peserta Latihan Kemantapan Kemampuan Pelatihan Prajurit Kolatmar TA Melaksanakan Hanmars

Para peserta Latihan Pemantapan Kemampuan Kepelatihan Kolatmar melaksanakan kegiatan ketahanan mars (Hanmars) sejauh 20 Km. Kegiatan Hanmars tersebut dilaksanakan di wilayah Surabaya dengan…