Peringati Earth Hour 2019, Anak Usaha ABM Dukung Diet Sampah Plastik Membuat Ecobricks

Oleh : Rahmat Herlambang | Sabtu, 06 April 2019 - 19:32 WIB

Peringati Earth Hour 2019, Anak Usaha ABM Dukung Diet Sampah Plastik Membuat Ecobricks
Peringati Earth Hour 2019, Anak Usaha ABM Dukung Diet Sampah Plastik Membuat Ecobricks

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Peringatan Earth Hour 2019 oleh PT Tunas Inti Abadi (TIA), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABM), tidak seperti biasanya. Selain melakukan pemadaman listrik selama satu jam di area mes yang berada di konsesi tambang di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, seluruh manajemen dan karyawan TIA mengajak masyarakat sekitar areal tambang batubara melakukan kegiatan bertemakan Diet Sampah Plastik Sekali Pakai dan Pengelolaan Sampah Organik. 

*Direktur TIA Dadik Kiswanto* menyampaikan, TIA memiliki perhatian besar terhadap penggunaan sumber daya alam. Dilaksanakannya kegiatan ini menjadi wujud upaya TIA dalam mendukung gerakan global untuk mengurangi dampak pemanasan global, serta dampak perubahan iklim global melalui penghematan energi listrik dan pelestarian lingkungan.

“Ini merupakan tahun ketiga bagi perusahaan untuk berpatisipasi dalam perayaan Earth Hour. Pemilihan tema Diet Sampah Plastik juga menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah terkait larangan penggunaan kemasan air minum dan kantong berbahan plastik sekali pakai,” ujar Dadik, Sabtu (6/4/2019)

Dalam kegiatan ini, TIA memberikan pelatihan pembuatan Ecobricks kepada siswa SMA Negeri 1 Sungai Loban. Ecobricks adalah botol plastik yang dikemas dengan plastik dengan kepadatan tertentu. Ecobricks digunakan untuk membuat furnitur modular, ruang taman, dan bangunan skala penuh seperti sekolah dan rumah.

SMA Negeri 1 Sungai Loban merupakan sekolah dampingan TIA yang menyandang status Adiwiyata Nasional dan menargetkan menjadi Adiwiyata Mandiri. Selain itu, TIA juga memberikan pelatihan pembuatan kompos dan penanaman pohon kepada para siswa SMP Negeri 4 Sungai Loban dengan narasumber dari Kebun Kumara Jakarta.

“Segenap jajaran di perusahaan juga barpatisipasi dalam kegiatan ini. Mulai dari direktur, kepala teknik tambang, penanggungjawab operasional perusahaan mitra kerja dan juga para karyawan, semuanya sangat antusias dalam memperebutkan sampah plastik untuk membuat Ecobricks,” kata Dadik.

Perayaan Earth Hour 2019 juga diisi dengan kegiatan pemantauan terumbu karang di perairan Pantai Madani dengan melibatkan klub selam (Marine Diving Club) Universitas Lambung Mangkurat; sepeda santai dan bersih pantai serta penanaman cemara laut di area rehabilitasi DAS TIA di Kampung Panyiputan Desa Sebamban Lama.
 
Sebelum acara puncak, rangkaian kegiatan ini diisi oleh acara nonton bareng film dokumenter “A Plastic Ocean” dengan harapan penonton memahami realita sampah plastik di lautan yang terkikis dan menjadi microplastik dan kemudian masuk ke rantai makanan.  Ini dirasa penting mengingat Indonesia menjadi negara peringkat kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik di lautan. 

Dadik menjelaskan, peringatan Earth Hour 2019 ditutup dengan pemadaman listrik selama 1 jam mulai pukul 20.30 WITA di area mes TIA. Penerangan yang hanya berasal dari lampu LED berbentuk angka “60+” tidak mengurangi minat peserta.

“Rangkaian kegiatan Earth Hour yang dilaksanakan TIA diharapkan mampu menggugah kesadaran setiap individu yang terlibat dan kemudian dapat melakukan langkah nyata untuk megurangi penggunaan plastik kemasan sekali pakai, melakukan pemilahan sampah serta mengelola sendiri sampah organik yang dihasilkan menjadi kompos yang bermanfaat,” tutup Dadik.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Karantina Wilayah

Senin, 30 Maret 2020 - 13:00 WIB

Karantina Wilayah Perhatikan Mobilitas Kebutuhan Pokok dan Akses ke Rumah Sakit

Dalam rangka memutus penyebaran virus corona pemerintah sudah mempersiapkan Peraturan Pemerintah sebagai aturan pelaksanaan Undang- Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan.

Penyemprotan Desinfektan (ist)

Senin, 30 Maret 2020 - 12:43 WIB

Ahli Kesehatan: Hentikan penyemprotan! Siapa ya Yang Pertama Kali Ngajarin Nyiram-Nyiram Manusia dengan Desinfektan?

"Disinfektan itu diperuntukkan untuk benda mati dengan perlakuan yang benar. Disinfektan tidak diperuntukkan untuk tubuh manusia," kata Tan seperti dilansir dari laman Suara.com Senin (30/3).

Khoirul Qolbi

Senin, 30 Maret 2020 - 12:15 WIB

Pelayanan KUA dan Generasi Milenial

Pengguna terbanyak layanan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan adalah kaum milenial. Ini bisa diketahui karena rerata yang akan melangsungkan pernikahan mayoritas adalah anak muda yang berada…

Perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp275 Milyar untuk pembelian saham melalui pasar sekunder

Senin, 30 Maret 2020 - 12:09 WIB

Bantu Perbaikan Ekonomi, BTN Beli Saham BBTN Melalui Pasar Sekunder

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. melakukan pembelian saham perseroan berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang sudah disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan…

Mengusung Redefined Expectation, MG ZS Dukung Industri Otomotif Nasioanal

Senin, 30 Maret 2020 - 12:00 WIB

Mengusung Redefined Expectation, MG ZS Dukung Industri Otomotif Nasioanal

MG Motor Indonesia, warisan Inggris yang terkenal di dunia, hari ini secara resmi meluncurkan MG ZS, Sport Utility Vehicle (SUV) kompak kelas atas dengan desain Inggris yang sangat elegan dan…