Japfa Comfeed Raup Laba Bersih Rp 2,25 Triliun di 2018

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 03 April 2019 - 10:19 WIB

 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan kinerja yang baik di tahun 2018. Dikutip dari laporan keuangan Japfa, laba bersih di tahun 2018 sebesar Rp 2,25 triliun. Angka ini naik sebesar Rp 1,16% dari tahun sebelumnya, Rp 1,04 triliun.

Selain laba bersih, penjualan bersih Japfa juga meningkat dari Rp 29,6 triliun, menjadi Rp Rp 34,01 triliun. EBITDA yang diperoleh Japfa sebesar Rp 4,5 miliar di tahun 2018.

Usaha divisi perunggasan masih berkontribusi paling besar terhadap Japfa, yakni sebesar 87%. Dari divisi perunggasan, pakan ternak menyumbangkan 43% dari total penjualan. Sementara, peternakan dan produk konsumen menyumbangkan 30%.

Meski paling kecil di antara lini usaha divisi perunggasan, usaha pembibitan ayam naik paling signifikan. “Pembibitan ayam naik dari 11% menjadi 13%,” jelas Head of Corporate Finance PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Putut Djagiri, dalam Paparan Publik PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Selasa (2/4/2019).

Meski tidak besar, divisi budidaya perairan dan divisi peternakan juga berkontribusi terhadap penjualan, yakni masing-masing sebesar 4% dan 6%.

Japfa berharap penjualan di tahun 2019 akan tumbuh di atas 10%. Mereka optimistis akan tercapai karena mereka melihat peluang yang masih besar ke depannya.

Langkah strategis dilakukan Japfa seperti efisiensi dari sejumlah inovasi baik dalam proses produksi, operasional internal maupun SDM.

Japfa juga tengah berupaya melakukan integrasi baik dari hulu ke hilir dari masing-masing divisi seperti perunggasan, budi daya perairan, peternakan sapi, serta perdagangan dan lain-lain. Integrasi tersebut didukung dengan pabrik dan laboratorium.

Adapun segmen produksi Japfa dimulai dari pakan ternak, pembibitan, budidaya, hingga pengolahan baik ikan, ayam, dan sapi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Penghargaan diterima oleh Direktur Mandiri Syariah Putu Rahwidhiyasa

Senin, 16 Desember 2019 - 19:19 WIB

Mandiri Syariah Dinobatkan Menjadi Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik 2019

Jakarta-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) memperoleh penghargaan sebagai Mitra Distribusi SBSN Ritel Terbaik 2019 dan Peserta Lelang SBSN Terbaik Tahun 2019 dari Kementerian Keuangan…

Danone-AQUA raih Penghargaan Industri Hijau

Senin, 16 Desember 2019 - 16:41 WIB

15 Pabrik Danone-AQUA Raih Penghargaan Hijau 2019 dari Kemenperin

Danone-AQUA mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2019 melalui 15 pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas upaya Danone-AQUA yang secara aktif dan bijak menggunakan…

Fadel Muhammad berbincang dengan Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Maulana.

Senin, 16 Desember 2019 - 16:24 WIB

Crowdfunding Bisa Danai UKM di Pasar Modal

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan untuk go publik. Kelebihannya, perusahaan yang sudah jadi emiten sebutan yang sudah listing di pasar modal, akan diawasi banyak orang.

Kolaborasi EXSPORT x Shane Tortilla Bag

Senin, 16 Desember 2019 - 15:43 WIB

Exsport Ajak Remaja Perempuan Untuk Jadi Diri Sendiri Lewat Kolaborasi Exsport X Shane Tortilla

EXSPORT x Shane Tortilla Bag menggambarkan ekspresi remaja wanita saat ini dengan desain yang colorful dalam tas jenis sling bag dan totebag.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.