INDUSTRY.co.id, Jakarta – Nilai transaksi harian jual beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Februari 2017 tercatat sebesar Rp7,6 triliun, atau tumbuh 29 persen dibandingkan sebesar Rp 5,9 triliun pada Februari 2016. Capaian tersebut sudah mendekati target transaksi harian yang ditetapkan BEI untuk tahun ini sebesar Rp8 triliun per hari.
 
Kenaikan nilai transaksi tersebut ditopang oleh lonjakan volume harian transaksi jual-beli saham di BEI sebesar 374 persen menjadi 22,5 miliar unit saham pada Februari 2017 dibanding pada Februari 2016 sebanyak 4,7 miliar unit. Hal itu juga diikuti oleh peningkatan frekuensi hariannya sebesar 65 persen dari 235.200 kali menjadi 387.500 kali.
 
“Data-data tersebut memperlihatkan kondisi pasar modal Indonesia pada Februari 2017 yang kondusif karena IHSG cenderung bergerak naik. Kinerja itu sudah lebih bagus dibanding tahun sebelumnya. Bursa kita sudah terbesar di Asean untuk bulan ini,” ungkap Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, dalam acara bulanan penutupan transaksi perdagangan saham di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (28/02/2017) petang.
 
Tito menjelaskan, pasar modal Indonesia saat ini sudah cukup terdepan dibanding pasar modal negara-negara Asean lainnya. Bahkan, dari sisi transaksi harian, BEI sudah menyamai bursa efek Thailand.
 
“Rata-rata transaksi harian bursa kita saat ini sudah mencapai lebih dari 387.000 kali. Itu artinya, kita sudah menjadi yang terbesar di Asean untuk bulan ini, atau sama dengan bursa Thailand,” imbuhnya.

Pada penutupan perdagangan Selasa (28/02/2017), IHSG meningkat tipis 3,82 poin atau 0,07 persen di posisi 5.382,87, atau lebih tinggi 13 persen dibanding posisi IHSG pada akhir Februari 2016 yang berada di level 4.770,95.***