Harapan Pelajar Indonesia Terhadap Kunjungan Raja Salman

Oleh : Abdullah M Umar | Rabu, 01 Maret 2017 - 07:13 WIB

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud. ( Bandar Algaloud / Saudi Royal Council / Handout/Anadolu Agency/Getty Images)
Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud. ( Bandar Algaloud / Saudi Royal Council / Handout/Anadolu Agency/Getty Images)

RAJA Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz akan menapakkan kakinya di Indonesia pada hari Rabu, 1 Maret 2017. Oleh sebagian warga Indonesia hal ini dinilai sebagai kunjungan yang fenomenal dalam sejarah hubungan diplomatik RI-KSA yang dimulai sejak 1 Mei 1950.

 

Untuk itu patut diacungkan jempol kepada para diplomat kedua negara yang telah berupaya keras dalam merealisasikan kunjungan ini.

Kunjungan Raja Arab Saudi tersebut merupakan puncak dari berbagai terobosan diplomasi yang sejak lama dilakukan. Di antara terobosan diplomasi yang telah lama dirajut adalah keberhasilan Kementerian Pendidikan Nasional melalui Universitas Indonesia yang telah memberikan anugerah kehormatan berupa Gelar Doktor Honoris Causa di bidang perdamaian dan kemanusiaan (Dr HC) kepada Raja Abdullah pada Agustus 2011.

Kemudian kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi pada September 2015 dan menerima penghargaan King Abdulaziz Medal, Order of Merit.

Ini adalah penghargaan tertinggi bagi pemimpin negara sahabat yang merupakan bentuk apresiasi luar biasa dari Kerajaan Arab Saudi kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia.

Belum genap satu bulan setelah itu diikuti dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir ke Indonesia pada Oktober 2015 yang ternyata merupakan salah satu kunjungan bersejarah bagi hubungan Indonesia-Arab Saudi dalam kurun waktu 45 tahun terakhir. Paling mutakhir adalah kunjungan Pangeran Arab Saudi, Prince Alwaleed Bin Talal Bin Abdulaziz Alsaud pada bulan Mei 2016.

Berbagai terobosan diplomatik tersebut menandakan prospek hubungan yang lebih baik dan erat antar kedua negara.

Seiring dengan terjalinya hubungan baik antar kedua negara, maka keberadaan masing-masing warga negara di Indonesia maupun di Arab Saudi terus meningkat dari waktu ke waktu, terlebih lagi keberadaan WNI di Arab Saudi.

Arab Saudi merupakan negara tujuan umat Islam karena adanya dua kota suci Mekkah dan Madinah disamping sebagai negara tujuan penempatan TKI yang sudah berlangsung sejak tahun 1970-an.

Ketimpangan Di Indonesia - sebagaimana diketahui pemerintah Kerajaan Arab Saudi - telah memiliki gedung sekolah. Bahkan beberapa universitas megah di berbagai kota besar di Indonesia, namun tidak demikian halnya dengan Pemerintah RI yang sampai saat ini belum memiliki gedung sekolah padahal jumlah WNI yang bermukim di Arab Saudi tidak kurang dari 800 ribu orang.

Inilah salah satu sebab timpangnya hubungan antar kedua negara sehingga terkesan bahwa Saudi kerap merasa lebih tinggi dari Indonesia.

Hal ini diperburuk lagi dengan miringnya citra Indonesia di Arab Saudi yang identik dengan Pembantu Rumah Tangga meskipun Pemerintah RI masih memberlakukan moratorium tenaga kerja informal di Timur Tengah termasuk Arab Saudi.

Untuk itulah diperlukan terobosan diplomatik melalui pendidikan yaitu dengan membangun sarana pendidikan bagi para anak WNI usia sekolah yang bermukim di Arab Saudi, selain sebagai fasilitas belajar, sekolah juga dapat dijadikan symbol kemajuan Indonesia di bidang pendidikan yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di Arab Saudi.

Berubahnya status Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dari sekolah komunitas menjadi sekolah Perwakilan RI pada tahun 2015 patut mendapatkan apresiasi, diharapkan dengan status tersebut Perwakilan RI menjadi lebih leluasa mengelola sekolah.

Dengan demikian wajah sekolah adalah wajah Perwakilan RI, sekolah menjadi salah satu simbol pemerintah RI di Arab Saudi.

Secara etimologis istilah 'simbol' diserap dari kata symbol dalam bahasa Inggris yang berakar pada kata symbolicum dalam bahasa Latin.

Sementara dalam bahasa Yunani kata symbolon dan symballo, yang juga menjadi akar kata symbol, memiliki beberapa makna generik, yakni 'memberi kesan', 'berarti', dan 'menarik'. Dalam sejarah pemikiran, simbol memiliki dua pengertian yang sangat berbeda.

Dalam pemikiran dan praktik keagamaan, simbol lazim dianggap sebagai pancaran Realitas Transenden (pengertianahli.com). Sehingga sekolah akan memancarkan realitas tentang Indonesia.

Sebagai symbol Indonesia di Arab Saudi, nantinya sekolah ini juga dapat dijadikan sebagai pusat promosi budaya Indonesia di Arab Saudi sehingga dapat membantu menjalankan misi Perwakilan RI di bidang promosi budaya dan diplomasi public.

Jauh dari realitas Permasalahannya adalah, SIJ saat ini sangat jauh dari realitas Indonesia yang indah, berbudaya, dan bangsa yang besar, bahkan sebagai anggota G-20 bersama Arab Saudi.

Sekolah Indonesia Jeddah, sejak berdirinya 52 tahun telah 4 kali melakukan pindah gedung, saat ini SIJ menempati gedung sewaan yang kondisinya kurang layak dari sisi keselamatan dan keamanan sehingga wajar saja jika tidak pernah dikunjungi oleh para Presiden RI dalam kunjungan resmi mereka ke Arab Saudi.

Ditambah lagi dengan kurangnya kelas yang ada saat ini. Gedung yang disewa SIJ hanya memiliki 23 kelas sedangkan SIJ saat ini memiliki 46 rombongan belajar untuk menampung sebanyak 1.440 siswa lebih.

Para siswa belajar secara berdesak-desakan, sehingga harus disiasati dengan membaginya menjadi 3 shift pagi, siang dan sore.

Para guru pun terpaksa harus mengajar dari pagi hingga sore, mulai pukul 07 hingga 17.00.

Dengan jumlah murid sebanyak 1.440 siswa lebih, sekolah yang berdiri sejak tahun 1964 ini idealnya membutuhkan gedung yang memiliki 50 kelas lebih sehingga dapat menampung siswa secara keseluruhan yang jumlahnya terus bertambah.

Akibat dari kurangnya kelas dan fasilitas yang ada pada SIJ maka seluruh kegiatan ektra kulikuler tidak dapat dilaksanakan secara maksimal.

Padahal siswa SIJ memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa menguasai lebih dari sekedar kurikulum nasional. para murid mestinya dapat diberikan mata pelajaran bermuatan local seperti Bahasa Arab, Hafalan Quran, Manasik Haji dan Umroh, Sejarah dan Budaya Saudi dll.

Sehingga lulusanya dapat bersaing dengan lulusan Sekolah Negara lain di Jeddah yang sudah memiliki Sekolah internasional seperti Bangladesh Internasional School, Pakistan internasional school, India Internasional school bahkan Ethiopian Internasional School untuk mengahadapi visi baru Arab Saudi 2030 yang menaruh perhatian lebih terhadap pembangunan SDM.

Para guru pun tidak memiliki kantor yang nyaman sehingga persiapan belajar dan mengajar banyak dilakukan di rumah masing-masing. Belum lagi permasalahan kapasitas tenaga pengajarnya yang masih jauh dari standar, buku pegangan, disiplin dll.

Upaya pencarian gedung baru untuk disewa sudah dilakukan sejak 8 tahun lalu namun belum mendapatkan hasil.

Sebab mencari gedung sekolah untuk kapasitas 1.440 murid tidak lah mudah selalu saja terbentur dengan masalah persyaratan standar sekolah dan biaya yang tampaknya sulit dipenuhi.

Namun masalah ini harus mendapatkan solusi jika tidak, maka dikawatirkan akan banyak anak usia sekolah WNI yang hanya bisa mengikuti program kejar paket ABC saja karena gedungnya over kapasitas atau orang tua murid kawatir menyekolahkan anaknya karena gedungnya tidak layak dari segi keselamatan dan keamanan.

Maka memiliki/membangun gedung memiliki tingkat urgensi yang sangat tinggi disamping melakukan melakukan perbaikan terhadap tata kelola SIJ.

Untuk itu membangun/memiliki gedung sekolah sendiri merupakan salah satu terobosan diplomasi bagi Perwakilan RI di Arab Saudi untuk mensejajarkan hubungan kedua negara sekaligus memberikan perlindungan terhadap WNI di bidang pendidikan yang merupakan amanah UUD 45 pasal 31.

Semakin lama menunda investasi pada gedung sekolah maka semakin mahal biaya yang akan ditanggung di kemudian hari mengingat harga property terus mengalami kenaikan.

Belum lagi ditambah dengan social cost yang dialami oleh anak bangsa, anak para pahlawan devisa yang menghasilkan tidak kurang dari Rp20,7 triliun lebih per tahun (remitensi dari Arab Saudi, data BI th 2014) bagi Republik Indonesia.

Dengan kebutuhan kurang lebih 7.500 m2 untuk tanah dan bangunan (sesuai standar persyaratan Pemkot Jeddah) dengan asumsi harga tanah dalam kota jeddah sekitar SR 4000/m2 = SR 30 juta atau sekitar 100 milyar rupiah (perlu kajian lebih lanjut), tampaknya tidak menjadi masalah bagi negara besar seperti Indonesia.

Untuk itu diharapkan dengan kunjungan Raja Salman ke Indonesia, pemerintah RI tidak lupa untuk memasukan agenda membangun sarana pendidikan bagi para anak WNI usia sekolah yang bermukim di Arab Saudi.

*)Abdullah M Umar adalah staf KBRI Jeddah

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pariwisata Bali (Foto Dok Instagram)

Minggu, 16 Juni 2019 - 21:00 WIB

Ready, Set, Summer!

Menjelang liburan musim panas, Agoda, salah satu platform perjalanan digital yang paling cepat berkembang di dunia, mengungkapkan bahwa Tokyo, London dan Las Vegas masih terus merajai sebagai…

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 20:00 WIB

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir

Pengiriman dan penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial terus bergulir bagi korban bencana banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara.

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 17:34 WIB

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui Kantor Cabang Luar Negeri New York, Amerika Serikat memberikan dukungan fasilitas pembiayaan kepada Crystal Cove Seafood Corp. (Crystal Cove),…

Mendikbud, Muhadjir Effendy

Minggu, 16 Juni 2019 - 16:46 WIB

Rawan Jual Beli Kursi, Mendikbud Lakukan Penataan Sejumlah Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pemetaan sejumlah sekolah yang dinilai rawan terhadap praktik jual beli kursi dalam Penerimaan Peserta Didik (PPDB).

Ilustrasi Desa Wisata

Minggu, 16 Juni 2019 - 12:30 WIB

Kemenpar Gandeng Udinus Latih Warga Temanggung Majukan Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Universitas Dian Nuswantara Semarang memberikan pelatihan memajukan potensi daerah sebagai desa wisata baru pada warga Kelurahan Walitelon Utara Kecamatan Temanggung,…