Menristekdikti Berharap Perguruan Tinggi Ciptakan Kuliah Online bagi Pemuda di Wilayah Terjauh

Oleh : Herry Barus | Selasa, 19 Maret 2019 - 11:00 WIB

Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto Dok Humas)
Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto Dok Humas)

INDUSTRY.co.id - Yokyakarta-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menantang perguruan tinggi di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung untuk dapat memastikan mahasiswa dari kota dan kabupaten terjauh dari ibukota provinsi dapat menuntut pendidikan tinggi. Menristekdikti mencontohkan mayoritas pemuda di Kota Pagaralam yang berjarak 294 kilometer dari Kota Palembang harus bisa berkuliah.

"Berapa kilometer dari Palembang ke Pagaralam lewat perjalanan darat? Tujuh setengah jam? Lima jam? Sekarang pertanyaannya berapa orang yang kuliah dari Pagaralam ke perguruan tinggi?" ungkap Menteri Nasir saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Pimpinan PTS dalam Lingkungan LLDikti Wilayah II (Sumatera Selatan, Lampung Bengkulu, Bangka Belitung)yang diselenggarakan pada Senin (18/3/2019) di Hotel Grand Mercure Yogyakarta.

Nasir menyampaikan Indonesia yang saat ini memiliki Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi sebesar 34,58 persen belum memberikan kesempatan yang adil bagi pemuda yang hidup di kota atau kabupaten yang jauh dari perguruan tinggi, sehingga perguruan tinggi perlu mengembangkan Program Studi Jarak Jauh (PJJ).

"Di sana pasti lebih susah untuk kuliah. Bagaimana mereka bisa kuliah, padahal mereka sudah kerja atau putus kuliah. Ini adalah pasar kita, kita bisa bidik. Tidak usah mereka datang ke Palembang. Cukup dia pakai pendidikan jarak jauh," harap Menteri Nasir di hadapan 230 pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dari LLDikti Wilayah II tersebut.

Nasir menyampaikan perguruan tinggi dapat mengembangkan perkuliahan online secara bertahap sebelum sepenuhnya membuka PJJ dengan izin Kemenristekdikti.

"Kalau mungkin tidak bisa 100 persen online. Mungkin bisa 50 persen online, 50 persen face to face, atau yang kita sebut blended learning. Nanti kalau blended learning sudah cukup, bagaimana ini meningkat (semua) online," papar Nasir.

Nasir menyatakan perjuangan pemerintah untuk memperkuliahkan para pemuda masih jauh dari harapan, dimana masih baru 34,58 persen pemuda berkuliah, walaupun jumlah ini meningkat dari 29,42 persen pemuda berkuliah pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Masa empat tahun ini Indonesia telah mencapai 34,58 persen. Mudah-mudahan APK Indonesia bisa mencapai di angka 36 persen, walaupun target nasional di angka 34 kita sudah melebihi," harap Nasir.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II (Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung) Slamet Widodo menyampaikan LLDikti Wilayah II kini berfokus pada pemerataan akreditasi program studi menjadi minimal B di seluruh Sumatera Selatan, Lampung Bengkulu, dan Bangka Belitung.

 

"Akreditasi yang kadaluarsa ini mudah-mudahan tidak ada. Yang C saya targetkan di 2019 di Wilayah II tidak ada akreditasi C lagi. Di samping itu kita juga menjalankan tugas, visi, misi dari Kemenristekdikti lainnya," ungkap Kepala LLDikti Wilayah II Slamet Widodo, seperti diinformasikan Humas Kemenrisketdikti Nada Marsudi.

Slamet sengaja mengajak sekitar 230 pimpinan PTS di Sumatera bagian selatan untuk mengadakan rapat di Kota Yogyakarta agar mereka dapat melihat langsung beberapa perguruan tinggi swasta yang berkembang pesat di Yogyakarta, termasuk Universitas Amikom Yogyakarta yang civitasnya berhasil memproduksi film animasi "November 10th (Battle Of Surabaya)" dan juga Universitas Ahmad Dahlan yang menurut Slamet per tahun dapat menambah 6 ribu mahasiswa baru berkat manajemen keuangan yang baik dan pembangunan gedung baru.

"Besok kawan-kawan kita akan kita ajak ke Universitas Amikom Yogyakarta juga Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Mengapa saya ajak ke universitas berikut, agar wawasan kita meningkat," ungkap Slamet.

Setelah memberi arahan, Menristekdikti melanjutkan agenda dengan bertemu perwakilan mahasiswa Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia pada Musyawarah Nasional Jogja 2019 Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia di Institut Pertanian STIPER (Instiper) Yogyakarta.

Rangkaian acara Menristekdikti di Yogyakarta ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II (Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung) Slamet Widodo, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, serta Rektor Institut Pertanian STIPER (Instiper) Purwadi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Obat Kloroquin (foto - Antara)

Senin, 01 Juni 2020 - 19:52 WIB

Sudah Dilarang WHO, Anggota DPR Ini Pertanyakan Alasan Pemerintah yang Masih Menggunakan Klorokuin untuk Obati Pasien Covid-19

Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi mempertanyakan alasan Pemerintah yang masih menggunakan obat Klorokuin dalam pengobatan pasien terinfeksi virus Corona (Covid-19).

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani (ist)

Senin, 01 Juni 2020 - 18:30 WIB

Pengusaha Menjerit 'Enggak Kuat', Apindo Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM, Listrik & Gas untuk Industri

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan pemerintah agar menurunkan harga BBM industri, listrik dan gas yang dibebankan kepada dunia usaha.

Bersama Komunitas Sepeda Merauke, Danrem 174/ATW Sosialisasi New Normal

Senin, 01 Juni 2020 - 18:00 WIB

Bersama Komunitas Sepeda Merauke, Danrem 174/ATW Sosialisasi New Normal

Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (Danrem 174/ATW) Merauke Kolonel Inf Bangun Nawoko mensosialisasikan “New Normal” bersama Komunitas Road Bike Kabupaten Merauke dengan menikmati keindahan…

Leonard Tupamahu Bali United FC

Senin, 01 Juni 2020 - 17:00 WIB

Leonard Tupamahu Berharap Putrinya Jadi Atlet

Leonard Tupamahu, salah satu pemain belakang senior berkualitas milik Bali United adalah salah satu dari sekian banyak pemain yang sudah merasakan berbagai tim di Indonesia. Sepanjang kariernya,…

Marc Anthony Klok

Senin, 01 Juni 2020 - 17:00 WIB

Nomor 10 Idola Marc Anthony Klok

Bagi seorang pesepakbola, nomor punggung adalah sesuatu hal yang cukup penting. Karena dari nomor tersebut seorang pemain terkadang semakin dikenal dan bisa menjadi identitas bagi mereka.