Menperin Kejar Ekspor Alas Kaki Hingga USD 6,5 Miliar

Oleh : Ridwan | Jumat, 15 Maret 2019 - 20:15 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat memperhatikan proses produksi alas kaki pada kunjungan kerja di PT KMK Global Sports di Cikupa, Tengerang, Banten (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat memperhatikan proses produksi alas kaki pada kunjungan kerja di PT KMK Global Sports di Cikupa, Tengerang, Banten (Foto: Kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Tangerang, Industri alas kaki merupakan salah satu sektor manufaktur andalan yang mampu memberikan kontibusi besar bagi perekonomian nasional. 

Hal ini tercemin dari pertumbuhan kelompok industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki yang mencapai 9,42 persen pada tahun 2018 atau naik signifikan dibandingkan tahun 2017 sekitar 2,22 persen. Capaian tahun lalu tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,17 persen.

"Kemudian, ekspor alas kaki nasional juga mengalami peningkatan hingga 4,13 persen, dari tahun 2017 sebesar USD4,91 miliar menjadi USD5,11 miliar di 2018," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro pada kunjungan kerja di PT KMK Global Sports di Cikupa, Tengerang, Banten, Jumat (15/3). 

Menperin menjelaskan, industri alas kaki sedang diprioritaskan pengembangannya karena sebagai sektor padat karya berorientasi ekspor. 

"Bersama industri tekstil dan pakaian, industri alas kaki pun dipersiapkan untuk memasuki era industri 4.0 agar lebih berdaya saing global dan ekspornya naik. PT KMK menjadi salah satu model yang menerapkan future of production," tegasnya.

Airlangga optimistis akan terjadi peningkatan ekspor produk alas kaki nasional sampai USD6,5 miliar pada tahun 2019 dan menjadi USD10 miliar dalam empat tahun ke depan. Apalagi, Indonesia sudah tandatangan CEPA dengan Australia dan European Free Trade Association (EFTA). 

"Ini menjadi potensi untuk memperluas pasar ekspor bagi produk manufaktur kita," imbuhnya.

Airlangga menegaskan, pemerintah terus berupaya melakukan kebijakan strategis untuk mendorong industri alas kaki di Indonesia agar semakin meningkatkan kapasitas produksinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus menjadi substitusi impor atau mengisi pasar ekspor.

"Oleh karena itu, guna lebih menggenjot daya saing industri alas kaki nasional, pemerintah siap memberikan berbagai kemudahan, antara lain kemudahan akses terhadap bahan baku, peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri, serta implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dalam menyongsong revolusi industri 4.0," paparnya.

Agar industri mau aktif melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk inovasi serta terlibat dalam program pendidikan dan pelatihan vokasi, pemerintah akan memfasilitasi melalui pemberian insentif fiskal berupa super deductible tax.

CEO PT. KMK Global Sports, C.K Song menyampaikan, hingga saat ini perusahaan tersebut telah menyerap tenaga kerja 15.655 orang. Perusahaan yang memiliki 30 lini produksi ini mampu menghasilkan hingga 1,2 juta pasang sepatu olahraga merek Nike dan 300 ribu pasang sepatu Converse setiap bulannya. 

Seluruh produk diekspor ke berbagai negara. Produksinya terus meningkat, pada 2017 mencapai 18,7 juta pasang yang setara dengan USD234,3 juta.

"Selama lebih dari 25 tahun melalui 11 perusahaan yang antara lain berlokasi di wilayah Serang, Tangerang, Jakarta, Sukabumi, dan Salatiga, kami berkomitmen untuk terus melakukan investasi di Indonesia," tuturnya.

Menurut Song, PT. KMK Global Sports serta seluruh investasi Pou Chen Group di Indonesia telah turut andil meningkatkan kinerja industri alas kaki di dalam negeri dengan memproduksi sebanyak 120 juta pasang sepatu per tahun atau 11,08 persen dari total produksi sepatu nasional.

"Secara total, kami mempekerjakan sebanyak 150.000 orang atau 18,3 persen dari total tenaga kerja di industri alas kaki serta berkontribusi terhadap ekspor dengan nilai USD1,35 miliar atau 26,42 persen dari ekspor alas kaki nasional," sebutnya. 

Sementara itu, Presiden Direktur Nike Indonesia Joe Warren menyatakan, pihaknya ingin terus memacu kapasitas perusahaan alas kaki di Indonesia yang memproduksi sepatu Nike. Hal ini guna memenuhi pasar ekspor yang terus meningkat.

"Kami mengapresiasi beberapa perusahaan yang sudah sangat maju dan inovatif seperti KMK, yang tercermin pada proses produksi mesin dan manajemen kepemimpinannya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas telah ditandatanganinya perjanjian kerja sama, seperti dengan Australia, dan kami berharap bisa dikembangkan dengan Uni Eropa," tandasnya.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) Eddy Widjanarko meyakini, industri alas kaki di Indonesia akan semakin tumbuh dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan penerapan industri 4.0.

"Industri sepatu sangat cocok dikembangkan di Indonesia dan akan terus menjadi sektor andalan masa depan. Kami melihat ekspor akan meningkat tahun ini seiring adanya investasi tambahan yang masuk ke Indonesia," ungkapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi pengiriman barang (Doc:Pikiranrakyat)

Jumat, 27 November 2020 - 19:08 WIB

Gandeng Loggis.id, Paketku Tingkatkan Efisiensi dan Layanan

Dalam masa pandemi saat ini, salah satu tantangan pada hampir semua industri adalah melakukan efisiensi dalam berbagai bentuk.

Kantor pusat Pegadaian

Jumat, 27 November 2020 - 18:50 WIB

Pegadaian Panen Penghargaan di Penutupan November 2020

PT Pegadaian (Persero) meraih beberapa penghargaan atas kinerja yang dilakukan, satu di antaranya BUMN Award 2020 kategori Digital Marketing Transformation for Milennial Generation dari Warta…

Suasana diskusi Famara Jakarta di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Jumat, 27 November 2020 - 18:29 WIB

Diskusi Famara: Wujudkan Negara Kesejahteraan dari Advokat, Pakar Hukum: Banyak Advokat Bermain Tidak Jujur

Jakarta – Seluruh advokat di Indonesia harus melaksanakan penegakkan hukum dengan baik dan benar. Kalau advokat melaksanakan penegakkan hukum dengan baik dan benar maka konsep negara kesejahteraan…

Bank DKI bersama warga Rusun Pondok Bambu, Jakarta Timur luncurkan Program Kebun Hidroponik. Program tersebut merupakan Program Corporate Social Responsibility Bank DKI, dan juga upaya menyadarkan masyarakat pentingnya gaya hidup sehat melalui konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan organik.

Jumat, 27 November 2020 - 18:10 WIB

Keren! Bank DKI Ajak Warga Rusun DKI Jakarta Kembangkan Usaha Hidroponik

Jakarta – Ajak masyarakat DKI Jakarta kembangkan usaha hidroponik, Bank DKI bersama warga Rusun Pondok Bambu, Jakarta Timur luncurkan Program Kebun Hidroponik.

Dialog Produktif: Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan

Jumat, 27 November 2020 - 18:00 WIB

Penyintas Covid-19: Tunjukkan Gejala yang Berbeda, Asupan Pangan Penting dalam Proses Pemulihan

Jakarta-Semua pihak harus mematuhi protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya demi menekan tingkat penularan Covid-19. Selain itu, imunitas harus selalu dijaga supaya masyarakat memiliki daya…