INDUSTRY.co.id, Jakarta- Kementerian Pekerjaan Umum dab Perumahan Rakyat (PUPR) diminta membeli hasil karet masyarat dalam pembangunan jalan tol.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan Para Petani Karet Se-Provinsi Sumatra Selatan, di Pusat Penelitian Karet, Balai Pusat Penelitian Sembawa, Kabupaten Banyuasin, belum lama ini seperti dilansir laman Setkab.

“Pak Menteri sekarang ngaspal jalan itu jangan pakai hanya aspal, campur dengan karet, dicoba dulu.” Sudah dicoba, sudah dicoba di Sumsel, di Riau, dan Jambi. Sudah dicoba hasilnya bagus. “Tapi Pak harganya lebih mahal sedikit.” “Enggak apa-apa, beli,” ujarnya.

Sudah dicoba bagus, sambung Presiden, harganya agak mahal sedikit enggak apa-apa harga jalan jadi mahal sedikit tapi kualitas lebih baik.

Sekarang, tambah Presiden, bukan hanya di tiga provinsi ini, perintahkan kepada seluruh provinsi, seluruh kabupaten, seluruh kota di seluruh Indonesia kalau ngaspal jalan pakai karet, sudah.

“Sehingga kita jangan tergantung hanya kepada pasar-pasar luar negeri, pasar-pasar ekspor, Singapura dan Jepang, China, enggak. Boleh ke sana kirim tapi jangan terlalu ketergantungan,” tutur Presiden

.Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan bahwa sebagian mesti digunakan sendiri sehingga suplainya ke dunia berkurang, harga akan terdongkrak naik.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Seskab Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Gubernur Sumsel Herman Deru.