INDUSTRY.co.id - Lampung - Salah satu ruas Tol Trans-sumatera, yakni ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) telah diresmikan oleh Presiden Jokowi. Setelah peresmian, ruas Jalan Tol ini nantinya belum dikenakan tarif alias masih digratiskan bagi pengguna.
Ditemui pada peresmian Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, guna melakukan sosialisasi tol tersebut masih digratiskan selama dua minggu hingga satu bulan ke depan.
"Setelah diresmikan akan digratiskan, itu sebagai sosialisasinya. Selama dua minggu atau sebulan mungkin," kata Menteri Basuki ditemui di area tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung, Jumat (8/3/2019).
Ruas Tol ini akan digratiskan dulu supaya masyarakat dapat menikmati dan terbiasa menggunakan fasilitas jalan bebas hambatan tersebut. "Mudah-mudahan bisa supaya orang menikmati dulu," ungkap Menteri Basuki.
Berdasarkan aturan yang berlaku, lanjut Menteri Basuki, tarif tol akan ditetapkan sebesar Rp 1.000 per kilometer (km). Itu berarti, nantinya tol sepanjang 140,7 km tersebut akan memiliki tarif sebesar Rp 140.000. Namun hingga saat ini keputusan tarif ruas tol tersebut belum ditetapkan.
Jalan tol ruas Bak-Ter memiliki total panjang 140 km yang membentang dari Pelabuhan Bakauheni hingga Terbanggi Besar. Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar menelan biaya investasi sebesar Rp 16,8 Triliun yang dipenuhi secara 52% ekuitas melalui PMN sebesar Rp 2,217 Triliun dan Obligasi yang diterbitkan Hutama Karya sebesar Rp. 6,5 Triliun.
Sedangkan, Sisa 48% dipenuhi dengan pinjaman melalui pinjaman dari 7 sindikasi perbankan yaitu Bank Mandiri, BNI, BCA, CIMB Niaga, Maybank, Bank Permata, dan Bank ICBC sebesar Rp. 8,078 Triliun, di mana pinjaman ini juga didukung oleh fasilitas cash deficiency support (CDS) yang diberikan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).