Kementan Dorong Peternak Kambing dan Domba Berkorporasi

Oleh : Wiyanto | Minggu, 03 Maret 2019 - 05:59 WIB

Para peternak kambing dan domba asal Yogyakarta
Para peternak kambing dan domba asal Yogyakarta

INDUSTRY.co.id

Yogyakarta,- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian I Ketut Diarmita menyampaikan, peternak harus optimis dalam mengembangkan usahanya.

"Buatlah kelompok peternak dan buat program untuk meningkatkan produksi ternak kambing dan domba, tanamkan untuk selalu kerja keras", kata I Ketut Diarmita saat menjadi narasumber acara Sarasehan Peringatan Hari Ulang Tahun Perserikatan Peternak Kambing Domba Yogyakarta (PPKDY) pada hari ini Sabtu (2/03) di Universitas Gajah Mada.

Dirjen PKH I Ketut Diarmita mengatakan bahwa terkait orientasi ekspor harus disesuaikan dengan supply dan demand. "Tujuan kita satu, yaitu meningkatkan produksi baru setelah itu ekspor karena dengan ekspor, maka akan dapat meningkatkan dignity bangsa, sehingga negara kita menjadi lebih dihargai oleh negara lain, untuk itu ekspor harus berkelanjutan (sustainable)", ungkapnya.

I Ketut berharap peternak kambing dan domba terus maju dan dapat meningkatkan produksinya. Ia tegaskan bahwa untuk meningkatkan produksi ternak, maka harus ditingkatkan grade ternak yang dipelihara, yaitu grade A. "Terkait upaya peningkatan mutu genetik, saya telah minta BBIB Singosari dan BPTUHPT Baturraden untuk dapat menghasilkan bibit-bibit grade A", ucapnya.

"Target kita harus tinggi, sehingga kita harapkan produksi kita tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga harus kita genjot untuk ekspor", kata I Ketut Diarmita.

Ia sebutkan bahwa tahun 2018, Indonesia telah melakukan ekspor ternak domba ke Malaysia dan baru-baru ini juga dilakukan ekspor domba Garut ke Uni Emirat Arab (UEA). Menurutnya, domba hidup juga berpotensi untuk mengambil share market di Brunei Darussalam.

Lebih lanjut I Ketut Diarmita menyampaikan, untuk menggenjot ekspor tersebut, maka harus ada jaminan ketersediaan ternak secara berkelanjutan. Untuk itu, Kementan mendorong dilakukannya kemitraan antara pelaku usaha (eksportir) dengan peternak domba/kambing yang melibatkan lembaga keuangan (perbankan maupun non perbankan) dalam penyediaan permodalan.

“Penyediaan permodalan bagi peternak dapat melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun dengan pemanfaatan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL),” kata I Ketut.

Untuk KUR Peternakan, I Ketut Diarmita menyampaikan, tahun 2019 pemerintah telah menargetkan 25,3 Triliun. "KUR peternakan ini juga dapat dimanfaatkan untuk usaha semua komoditas ternak, termasuk bidang usaha pembibitan dan budidaya domba dan kambing", ungkap I Ketut Diarmita.

"Penyerapan KUR peternakan saat ini terbesar di sektor pertanian, dengan suku bunga 7% peternak dapat memanfaatkan pembiayaan ini sebagai tambahan untuk meningkatkan usahanya", tambahnya.

I Ketut menambahkan, usaha peternakan rakyat di Indonesia saat ini masih bersifat subsisten (sambilan), sehingga harus didorong untuk bergeser kearah profit oriented dengan membuat kandang komunal dan berkelompok.

Sementara itu, Ali Agus selaku Dekan Fakultas Peternakan UGM menyampaikan, spirit koperasi dan korporasi perlu dibangun. "Koperasi bukan hanya kumpulan orang-orang (peternak), namun koperasi harus memiliki spirit koorporasi yang harus diperkuat", tambahnya.

Menurut Ali Agus, di negara-negara maju seperti Eropa dan Jepang perekonomiannya sangat ditunhang oleh bisnis koperasi atau UMKM-UMKM yang produknya akan dibeli oleh perusahaan besar (swasta). "Harus ada korporasi untuk melanggengkan usaha contohnya seperti di New Zealand, dimana peternak-peternak tergabung dalam koperasi yang menghasilkan susu dan melakukan kerjasama dengan industri persusuan seperti Fontera.

Selanjutnya Ia katakan bahwa dalam menjalankan usaha juga perlu komitmen dan sungguh-sungguh. Selain itu, menurutnya peternak harus meningkatkan industri yang kompetitif, dimana harus didukung oleh: ketersediaan ternak, lahan untuk mendukung usaha dan sumber daya manusia dengan motivasi kerja yang tinggi, serta pemanfaatan teknologi untuk mempersiapkan industri 4.0.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

ICAEW Indonesia Business Challenge 2018

Rabu, 24 April 2019 - 12:30 WIB

Tim Indonesia Siap Bersaing di ICAEW China dan South-East Asia Business Challenge 2019

Dua tim pemenang dari enam tim gabungan, Universitas Indonesia dan tim Airlangga Consulting Group, Universitas Airlangga siap berkompetisi dengan universitas lain di Asia Tenggara.

Pintaria

Rabu, 24 April 2019 - 12:02 WIB

Kuliah Online dengan Metode Blended Learning Menjadi Solusi Bagi Karyawan

Metode kuliah blended learning semakin digemari karena melibatkan komponen kuliah online yang fleksibel bagi mahasiswa berstatus karyawan.

Wisata Kapal Layar (Foto ist)

Rabu, 24 April 2019 - 12:00 WIB

Sabang Marine Festival Dimeriahkan Kehadiran 23 Kapal Layar

Sebanyak 23 kapal layar atau yacht dari berbagai negara di Asia, Eropa hingga Afrika akan hadir memeriahkan kegiatan Sabang Marine Festival (SMF) pada 26-30 April 2019 di Sabang, Provinsi Aceh.

Bendungan Raknamo

Rabu, 24 April 2019 - 11:44 WIB

Pembangunan Bendungan Napun Gete di NTT Capai 63 Persen

Setelah menyelesaikan pembangunan dua bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Raknamo dan Rotiklot, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan…

Pemilu 2019(Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 24 April 2019 - 10:00 WIB

119 Petugas KPPS Meninggal Tersebar di 25 Provinsi

Komisi Pemilihan Umum menyatakan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal saat menjalankan tugas bertambah menjadi 119 orang yang tersebar di 25 provinsi se-Indonesia.