Menperin Resmikan Industri Smelter Nikel Senilai USD 1 Miliar di Konawe

Oleh : Ridwan | Senin, 25 Februari 2019 - 19:15 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan industri smelter nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Konawe, Sulawesi Tenggara (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan industri smelter nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Konawe, Sulawesi Tenggara (Foto: Kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Konawe, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meresmikan industri smelter nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (25/2).

Dalam sambutannya, Menperin memberikan apresiasi kepada PT VDNI yang telah merealisasikan investasinya sebesar USD 1 miliar untuk membangun 15 tungku Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dengan total kapasitas produksi bisa mencapai 800 ribu metrik ton per tahun untuk menghasilkan Nickel Pig Iron (NPI) yang memiliki kadar nikel 10-12 persen. 

"Kami menyambut baik proyek ini, apalagi akan dilanjutkan menjadi industri yang terintegrasi dan menghasilkan stainless steel berkelas dunia," ujar Airlangga.

Ditambahkan Menperin, PT VDNI telah memberikan kontribusi cukup signfikan terhadap pertumbuhan nilai ekspor nasional, yang menyumbang sebesar USD142,2 juta hingga akhir tahun 2018 dari pengapalan produk NPI.

"Selain itu, proyek ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 6 ribu orang yang sebagian besar merupakan warga asli Sulawesi Tenggara. Tenaga kerja tidak langsung juga terserap sebanyak 10.000 orang yang merupakan bagian dari multiplier effect," paparnya.

Airlangga pun berharap, aktivitas industrialisasi ini mendapat dukungan harmonis dari masyarakat, pemerintah daerah dan stakeholder. "Dengan kerja sama yang baik, keberadaan industri ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar," ujarnya.

Fasilitas smelter dengan luas area 700 hektare tersebut menjadi salah satu fasilitas pemurnian bijih nikel terbesar di Indonesia. PT VDNI adalah anak perusahaan Jiangsu Delong Nickel Industry Co., Ltd, produsen feronikel terkemuka.

Bahkan, perusahaan afiliasi PT VDNI, sedang membangun pabrik smelter nikel dengan kapasitas produksi NPI sebanyak 1,2 juta ton per tahun dan pabrik untuk memproduksi stainless steel dengan kapasitas sebanyak 3 juta ton per tahun, dengan total nilai investasi ini diperkirakan mencapai USD2 miliar. Dengan diproduksinya stainless steel di PT VDNI sangat sesuai dengan program hilirisasi smelter di Indonesia yang sedang di dorong terus oleh Kementerian Perindustrian.

"Pembangunan pabrik di luar Pulau Jawa ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan pemerataan industri dan ekonomi sehingga terwujudnya Indonesia sentris," tegasnya. 

Pemerintah memproyeksikan akan terjadi peningkatan kontribusi sektor industri pengolahan nonmigas di luar Jawa sebesar 60 persen dibanding di Jawa.

Presiden Direktur PT VDNI Zhu Min Dong menyampaikan, pihaknya bertekad untuk menjadi industri smelter terbesar di Indonesia dan berkelas dunia di masa mendatang. 

"Fasilitas ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif terhadap pembangunan dan kemajuan Sulawesi Tenggara pada khususnya serta umumnya bagi kemajuan Indonesia," tuturnya.

Dia menambahkan, sumber daya manusia merupakan aset yang sangat penting dalam menunjang kinerja perusahaan. Untuk itu, PT VDNI terus melakukan peningkatan keterampilan dalam bidang smelter nikel. 

"Salah satunya adalah dengan memberangkatkan putra-putri daerah terbaik untuk belajar di Tiongkok pada tahun 2018 lalu," imbuhnya.

Kehadiran fasilitas smelter PT VDNI dapat memberi efek berantai yang luas dalam berbagai aktivitas industrialisasi di banyak bidang. Salah satunya adalah penggunaan tenaga kerja kontraktor yang menjadi rekanan bagi PT VDNI, seperti misalnya jasa logistik, penggunaan kapal tongkang, tenaga kerja konstruksi dan bongkar muat, serta pekerja pertambangan.

Zhu Min Dong juga mengemukakan, dengan adanya fasilitas dermaga yang memiliki kapasitas hingga 2.500.000 DWT per tahun, dapat menunjang mobilitas dan mempermudah proses logistik serta pengapalan mineral hasil olahan pabriknya. 

"Pada September 2017 lalu, untuk pertama kalinya PT VDNI telah melakukan kegiatan ekspor NPI sebanyak 7.733 metrik ton dengan tujuan ke Tiongkok," ungkapnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Work From Home bagi ASN

Minggu, 05 April 2020 - 00:10 WIB

Ini Alternatif Tips Hilangkan Rasa Bosan Bekerja atau Belajar dari Rumah

Kerja dan Belajar dari Rumah (work from home, school from home) menjadi tren global beberapa waktu terakhir ini.

Kampung Astra Berseri di pulau Pramuka

Sabtu, 04 April 2020 - 23:05 WIB

Sampah Dilautan Semakin Meresahkan, Astra Gelorakan Semangat Pulauku Nol Sampah Lewat KBA

Astra mengajak masyarakat luas untuk bersamasama mengurangi pemakaian plastik sekali pakai melalui sebuah gerakan sosial Semangat Kurangi Plastik. Gerakan tersebut salah satunya dilakukan oleh…

Rupiah (Foto/Rizki Meirino)

Sabtu, 04 April 2020 - 22:05 WIB

Optimalkan Aset Wakaf Bagi Orang Berekonomi Lemah

Kementerian Agama minta Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggerakkan wakaf uang melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU).

Tunaikan zakat 2,5 % harta anda (Foto:sharinghappiness.org)

Sabtu, 04 April 2020 - 21:54 WIB

Sebentar Lagi Ramadhan Cepat Keluarkan Zakat

Menteri Agama mendorong Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk mempercepat pembayaran dan pendistribusian zakat harta (mal) ke masyarakat.

Platform VLive

Sabtu, 04 April 2020 - 21:15 WIB

Dirumahaja, Platform Ini Tawarkan Para Penggemar Bertemu Artis Idola

Platform komunitas hiburan global dari Naver Corp, VLIVE, mengajak sejumlah artis dan influencers Indonesia yang tergabung dalam channel VLIVE dalam untuk ikut serta dalam kampanye V PAKET #dirumahaja…