Gratiskan Warga Petik Cabai, Petani: Lahan Hanya Seribu Meter, Akan Ditanami Lagi

Oleh : Wiyanto | Selasa, 12 Februari 2019 - 10:46 WIB

 Cabai di Pasar
Cabai di Pasar

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Sukirman, petani cabai asal Pilangsari, Kabupaten Sragen menjelaskan perihal dirinya menggratiskan warga sekitarnya untuk memetik sendiri cabai miliknya. Tanaman cabai tersebut seluas 1.000 meter persegi.

"Iya mas, saya memang gratiskan untuk warga. Silahkan dipetik sendiri. Tapi cuma 1.000 meter persegi lho, itu juga karena memang mau saya bongkar dan tanam cabai yang baru. Jadi bukan karena putus asa, sama sekali bukan," demikian ujar Sukirman di Sragen, Senin (11/2).

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sragen, Suwito mengakui harga cabai di tingkat petani fluktuatif. Pada panen sebelumnya, petani menikmati kisaran harga yang lumayan, sehingga petani tidak ada istilah rugi besar.

"Menurut saya wajar, musim ini harga kurang bagus, tapi di musim panen sebelumnya harga relatif stabil, masih ada margin keuntungan," jelasnya.

Lalu bagaimana terkait dengan adanya petani Sragen yang mempersilahkan warga untuk memanen gratis?. Suwito menuturkan hal itu karena sudah menjelang panen habis sehingga lahan cabainya mau dibongkar, apalagi dengan luasan yang terbatas.

"Tapi masyarakat petani kami masih bersyukur, setidaknya hal hal seperti ini menjadi momen untuk kami semua untuk saling berintropeksi. Bahasa kerennya, ya beginilah dunia budidaya cabai. Ada kalanya untung segunung, ada kalanya pula impas. Semua wajib disyukuri," tandasnya.

Tentang hal ini, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, Moh. Ismail Wahab berharap petani tidak gampang putus asa dalam berbudidaya cabai. Bukan berarti saat harga lagi murah, terus petani putus asa, sehingga tidak mau merawat dan menanam lagi.

"Ini yang sebenarnya kita jaga. Keberadaan tanaman cabai tetap harus kita jaga. Kan dipanen 3 sampai 4 bulan kedepan. Insya Allah kalau kita tetap semangat, harga bisa lebih menjanjikan di musim panen mendatang," ujar Ismail.

Yang utama kita tetap jaga pertanaman dan kita pelihara pertanaman," pintanya.

Ismail menegaskan Kementan akan terus berupaya mencari solusi konkret untuk menangani cabai. Beberapa solusi mulai dari pengawalan penurunan biaya kargo pesawat sampai menjembatani dengan industri olahan sudah kita lakukan.

"Seperti kejadian di Sragen, petani membebaskan warga untuk memetik, itu baik. Tapi bukan berarti petani putus asa," tegasnya

Pasalnya, lanjut Ismail, beberapa waktu panen sebelumnya, bisa jadi sudah diperoleh harga yang lumayan bagus. Sedangkan saat ini terkendala dengan ongkos tenaga kerja yang lumayan mahal, tenaga kerjanya pun langka juga.

Saya yakin petani sudah mengenal bahkan paham soal manajemen pola tanam. Tinggal kita kawal penerapannya di lapangan. Ini penting sekali untuk stabilisasi pasokan dan harga cabai," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

ICAEW Indonesia Business Challenge 2018

Rabu, 24 April 2019 - 12:30 WIB

Tim Indonesia Siap Bersaing di ICAEW China dan South-East Asia Business Challenge 2019

Dua tim pemenang dari enam tim gabungan, Universitas Indonesia dan tim Airlangga Consulting Group, Universitas Airlangga siap berkompetisi dengan universitas lain di Asia Tenggara.

Pintaria

Rabu, 24 April 2019 - 12:02 WIB

Kuliah Online dengan Metode Blended Learning Menjadi Solusi Bagi Karyawan

Metode kuliah blended learning semakin digemari karena melibatkan komponen kuliah online yang fleksibel bagi mahasiswa berstatus karyawan.

Wisata Kapal Layar (Foto ist)

Rabu, 24 April 2019 - 12:00 WIB

Sabang Marine Festival Dimeriahkan Kehadiran 23 Kapal Layar

Sebanyak 23 kapal layar atau yacht dari berbagai negara di Asia, Eropa hingga Afrika akan hadir memeriahkan kegiatan Sabang Marine Festival (SMF) pada 26-30 April 2019 di Sabang, Provinsi Aceh.

Bendungan Raknamo

Rabu, 24 April 2019 - 11:44 WIB

Pembangunan Bendungan Napun Gete di NTT Capai 63 Persen

Setelah menyelesaikan pembangunan dua bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Raknamo dan Rotiklot, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan…

Pemilu 2019(Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 24 April 2019 - 10:00 WIB

119 Petugas KPPS Meninggal Tersebar di 25 Provinsi

Komisi Pemilihan Umum menyatakan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal saat menjalankan tugas bertambah menjadi 119 orang yang tersebar di 25 provinsi se-Indonesia.