INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) pada 9 Februari 2019 genap berusia 69 tahun. Sepanjang usia tersebut, bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut telah menyalurkan kredit bernilai Rp523 triliun. Kredit tersebut didominasi oleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditujukan bagi 4,5 juta keluarga di Indonesia.
Pertumbuhan kredit yang positif tersebut telah mendorong peningkatan aset bank yang senantiasa memusatkan bisnisnya pada KPR kendati dalam lima tahun terakhir terjadi gejolak ekonomi global.
Hingga akhir 2018, aset Bank BTN meningkat lebih dari Rp300 triliun atau sekitar 17 persen menjadi Rp261,5 triliun dibandingkan pada 2017. Dengan demikian, Bank BTN berhasil mewujudkan ambisinya untuk menjadi bank nomor lima terbesar di Indonesia berdasarkan total nilai asetnya.
“Peningkatan aset dan kucuran kredit BTN banyak didorong oleh Program Sejuta Rumah yang diinisasi oleh Pemerintah pada tahun 2015, dimana program memacu Bank BTN untuk melakukan inovasi produk KPR dan skema kredit yang memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah hingga milenial untuk memiliki rumah,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono, usai membuka acara funwalk bersama Deputi Bidang Jasa Perbankan, Konstruksi dan Konsultan Kementrian BUMN, Gatot Trihargo di Senayan, Jakarta, Minggu (10/02/2019).
Maryono juga mengapresiasi Pemerintah, regulator dan masyarakat Indonesia dalam mendukung kinerja Bank BTN selama 69 tahun berdiri. Menurut dia, kepercayaan keluarga Indonesia terhadap Bank BTN untuk memberikan layanan perbankan dan kepercayaan pemerintah untuk mengalirkan bantuan subsidi KPR melalui perseroan memotivasi Bank BTN untuk terus berkembang lebih baik.
Menapaki tahun-tahun ke depan, Maryono optimistis akan lebih baik setelah meletakkan pondasi bisnis dan program kerja yang terarah sesuai hasil rapat kerja BTN tahun 2019 yang dihadiri segenap jajaran manajemen BTN pada Januari lalu. Agar kinerja kredit Bank BTN terus melaju, perseroan memasang sejumlah strategi.
Pertama, meningkatkan kerja sama dengan instansi atau pihak swasta untuk jasa layanan perbankan, khususnya pembiayaan perumahan. Kedua, mengembangkan digital ecosystem dengan memperkuat fitur-fitur dari digital channel Bank BTN untuk layanan perbankan baik transaksi maupun kredit demi menghadapi disrupsi ekonomi yang terjadi. Ketiga memperkuat kemitraan dengan Pemerintah baik pusat maupun daerah untuk pembiayaan dan penyediaan perumahan. Terakhir adalah menyelaraskan program dan target perseroan dengan misi pemerintah dalam holding perbankan serta Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan direalisasikan.
“Untuk menjalankan strategi tersebut tentu kami harus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan agar dapat memenuhi target-target yang dipasang pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan yang saat ini masih di kisaran 11 juta unit,” kata Maryono.
2019 menjadi salah satu tahun penentuan bagi Bank BTN karena sejumlah program yang akan memperkuat peran perbankan sebagai kontributor terbesar di Program Sejuta Rumah berjalan, diantaranya program pembiayaan perumahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri dan juga TNI dan juga rencana pemerintah untuk menggulirkan program Tapera selain keberlanjutan program sejuta rumah oleh pemerintah.
“Ketiga hal ini akan menentukan dominasi Bank BTN untuk menguasai bisnis KPR baik subsidi maupun non-subsidi,” kata Maryono.
Menurut data per Juni 2018, Bank BTN tercatat telah menguasai pangsa pasar KPR subsidi di Indonesia lebih dari 94 persen (data per Juni 2018). Sementara menurut data per Maret 2018, pangsa pasar KPR Bank BTN secara nasional mencapai 37 persen.
Bank BTN tetap memegang komitmennya dalam mendorong sektor properti di Indonesia dengan menguatkan peran Housing Finance Center (HFC) untuk meningkatkan jumlah pengembang dan kualitas wirausaha properti di Indonesia.
“HFC akan lebih intensif melakukan program pelatihan dan advisory yang berkelanjutan bagi developer baru melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder (APERSI, HIPMI, PUPERA dan Universitas) serta secara regular menyusun berbagai riset untuk mendukung skema pembiayaan perumahan bagi segmen MBR,” kata Maryono.
Sementara itu, dalam rangkaian acara HUT ke 69 Bank BTN, sejumlah kegiatan telah digelar, yaitu Charity Funwalk yang merupakan puncak acara HUT BTN diikuti lebih dari 10.000 peserta yang terdiri dari karyawan BTN dan keluarga serta mitra kerja Bank BTN.
Pada kegiatan funwalk ini BTN mengajak setiap peserta menyumbangkan rupiah setiap kilo meter langkah dan terkumpul dana sebesar Rp200 juta yang akan disumbangkan ke Yayasan BUMN Hadir untuk Negeri kepada para korban Gempa dan Tsunami.
Selain funwalk, Bank BTN sebelumnya juga telah menggelar acara bersepeda bersama yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dari pegawai dan mitra kerja, kemudian kompetisi olahraga sepak bola dan bowling antar pegawai BTN dan acara pencarian bakat lewat BTN Idol untuk meningkatkan tali silaturahmi antar seluruh pegawai BTN. (Abraham Sihombing)