Kementerian PUPR Kirim Alat Berat Bantu Penanganan Darurat Tanggul Jebol di Bandung Timur

Oleh : Hariyanto | Minggu, 10 Februari 2019 - 16:56 WIB

Alat Berat dari Kementerian PUPR
Alat Berat dari Kementerian PUPR

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Peristiwa banjir terjadi di Bandung Timur pada hari Sabtu, 9 Februari 2019 sekitar pukul 22.00 WIB. Salah satu lokasi yang terdampak banjir adalah di Kelurahan Jati Endah, Kecamatan Cilengkrang akibat jebolnya tanggul Sungai Cisaranten Kulon atau dikenal warga sebagai Sungai Pasir Jati yang berfungsi sebagai saluran pembuangan atau drainase permukiman. 

Tanggul yang jebol sepanjang 12 meter dengan tinggi 3 meter dibangun oleh pengembang perumahan merupakan konstruksi pasangan batu sederhana dan telah berumur cukup lama.

Sungai Cisaranten Kulon memiliki lebar 1,5 meter, merupakan Sungai Orde 4 yang merupakan anak Sungai Orde 3 yakni Sungai Cinambo yang merupakan cabang Sungai Orde 2 yakni Sungai Cikeruh dan akhirnya menjadi cabang  Sungai Citarum sebagai Orde 1.

Banjir mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, 2 buah rumah rusak berat dan 10 rumah lainnya rusak sedang. Curah hujan pada saat banjir tergolong berkategori rendah dimana tercatat di Stasiun Rancaekek 45,5 mm dan Stasiun Jatioke 36 mm pada Sabtu, 9 Februari tersebut. 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bergerak cepat untuk membantu penanganan darurat terhadap tanggul sungai yang rusak dengan melakukan mobilisasi 1.500 karung pasir dan 40 lembar bronjong dan sudah berada dilokasi. 

Disamping mengirimkan bahan banjiran, BBWS Citarum juga mengirimkan loader dan dump truk untuk membersihkan lumpur yang masuk ke jalan lingkungan. 

Kepala BBWS Citarum Bob Arthur Lombogia mengatakan penanganan darurat dilakukan dengan tahapan pembersihan jalan menuju  komplek permukiman yang tertimbun lumpur dan sampah. Selanjutnya  kendaraan pengangkut material bisa masuk ke lokasi tanggul yang jebol.  

“Pekerjaan pembersihan sudah dilakukan Minggu pagi pukul 10.30 WIB (10/2) dan ditargetkan selesai besok. Lusa dilanjutkan dengan pemasangan karung pasir dan bronjong yang ditargetkan selesai 4 hari,” jelas Kepala BBWS Citarum Bob Arthur Lambogia.  

Kementerian PUPR menghimbau kepada warga khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terjadinya banjir pada musim penghujan sekarang. Pemerintah Daerah juga dihimbau untuk mengaktifkan sistem peringatan dini sehingga dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Senin, 24 Februari 2020 - 19:36 WIB

Menteri Teten Dorong Pelatihan SDM KUMKM di Daerah Wisata Super Prioritas

Menteri Teten minta kepada Deputi Bidang SDM pendidikan/pelatihan SDM KUMKM terutama untuk Kewirausahaan/Vocational untuk diperluas dan diperbanyak, khususnya daerah wisata super prioritas (bali…

Samsung Giga Party Audio

Senin, 24 Februari 2020 - 16:06 WIB

Samsung Hadirkan Samsung Giga Party Audio

Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan Samsung Giga Party Audio, penambahan terbaru ke jajaran home audio dan entertainment. Dengan Built-in Woofer, Bass Booster, dan fungsi Karaoke Mode,…

Hugh Jackman dan Allison Janney di HBO GO dan HBO

Senin, 24 Februari 2020 - 15:44 WIB

Bad Education dari HBO Films

Terinspirasi dari peristiwa nyata, Bad Education, mulai tayang berbarengan waktunya dengan A.S. pada 26 April jam 8.00 WIB HBO GO dan HBO, berkisah tentang Frank Tassone (Hugh Jackman) dan Pam…

NU CARE-LAZISNU dan Treasury

Senin, 24 Februari 2020 - 15:23 WIB

Kolaborasi NU CARE-LAZISNU dan Treasury Mempelopori Donasi Emas

Sebagai lembaga yang bergerak dibidang sosial, NU CARE-LAZISNU memiliki mimpi untuk turut mewujudkan kesejahteran umat dan masyarakat Indonesia, dengan menggunakan instrumen yang bisa memberikan…

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto

Senin, 24 Februari 2020 - 14:50 WIB

Status Negara Berkembang Dicabut, Kadin Minta Pemerintah Perkuat Daya Saing

Langkah Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan Indonesia dari status negara berkembang harus dipandang sebagai tantangan.